Tips Memulai Bisnis Pakaian Dengan Modal Kecil

0
13
Bisnis pakaian yaitu salah satu dari tiga bisnis yang tidak akan pernah surut alasannya merupakan kebutuhan pokok insan yaitu sandang (pakaian), pangan (makanan), dan papan (properti). Peluang pasar dari bisnis pakaian masih sangat luas dan potensial untuk dimaksimalkan. Tingginya persaingan di bisnis pakaian dan duduk kasus modal sering menjadi hambatan bagi seseorang dengan modal minim untuk memulai bisnis pakaian.
Sudah menjadi aturan alam bahwa sesuatu yang menarik dan potensial akan banyak orang yang terjun didalamnya, menyerupai halnya bisnis pakaian ini. Salah satu cara memenangkan pesaingan yaitu dengan membangun merk / merek produk yang kuat. Dalam kenyataannya, membangun merek ini membutuhkan proses yang panjang dan modal yang besar. Hal ini tentu tidak cocok bagi pemula dengan modal uang yang minim. Akhirnya banyak pemula dengan modal minim yang hasilnya gulung tikar dan menutup usahanya alasannya tidak bisa bersaing atau alasannya kehabisan modal di tengah jalan.

 Bisnis pakaian yaitu salah satu dari tiga bisnis yang tidak akan pernah surut alasannya mer Tips Memulai Bisnis Pakaian Dengan Modal Kecil
Memulai Bisnis pakaian Dengan Modal Kecil
Melihat permasalahan tersebut, pada goresan pena kali ini  saya akan memperlihatkan tips memulai bisnis pakaian dengan modal kecil. Silahkan disimak baik-baik alasannya tips ini merupakan pengalaman pribadi  saya, bagaimana cara saya memulai bisnis pakaian walaupun dengan keterbatasan modal.
Langkah – langkah  Memulai Bisnis Pakaian Dengan Modal Kecil
Berikut ini yaitu langkah-langkah saya memulai bisnis pakaian, akan saya jelaskan secara detail tiap tahapannya semoga anda praktis memahami dan mempraktikannya.
A. Mulailah Dengan Menjadi Reseller atau Dropshipper Pakaian
Dengan keterbatasan modal yang kita miliki, tidak perlu kita memaksakan untuk produksi sendiri atau membeli banyak stok pakaian. Sebagai pemula, yang perlu anda lakukan yaitu berguru hingga mahir di pemasaran pakaian.  Kaprikornus duduk kasus produksi dan urusan stok produk dalam tahap ini anda lupakan dulu. Fokuslah kepada keahlian anda untuk memasarkan produk.
Berikut ini yaitu beberapa point penting yang harus anda perhatikan ketika anda menjadi reseller / dropshipper :
1. Mencari Supplier Produk. Pilihlah Supplier yang terpercaya dan pro aktif dalam kerja sama. Mendapatkan supplier yang semacam ini praktis -gampang susah. Kadang ada supplier anggun tapi susah di ajak kerja sama. kadang ada yang yummy di ajak kolaborasi tetapi barangnya mahal alasannya bukan supplier utama, dan lain sebagainya. Nah dalam hal ini anda tidak perlu buru-buru memutuskan, yang penting jalan dulu dengan beberapa supplier. nanti dalam perjalanan anda akan menemukan mana supplier terbaik berdasarkan anda dan jadikanlah supplier tersebut rekan bisnis anda ke depan.
2. Menjalin korelasi Istimewa dengan supplier terpilih. Setelah menemukan supplier terbaik, anda jalin korelasi baik dengan supplier, silaturahim dateng eksklusif ke tempatnya. Komunikasikan harapan anda, dan utarakan sistem kolaborasi yang ingin anda jalin  sehingga supplier paham  dan  mendapat sistem yang win – win solution.    Hal ini penting anda lakukan di awal, semoga supplier anda memperhatikan  dan memahami kesungguhan anda  menjalin kerja sama.

3. Mulailah berjualan dengan ilmu. Masalah supply produk anda sudah beres, kini fokus anda yaitu menjual produk sebanyak – banyaknya. Dengan keterbatasan modal yang anda miliki, cara terbaik berjualan yaitu secara online dan dengan sistem dropship. Dengan sistem dropship, ada dua laba sekaligus yang anda dapatkan. Pertama anda tidak perlu keluar modal untuk stok produk, kedua anda tidak perlu keluar uang untuk sewa daerah usaha. Saat ini sistem dropship telah membuka peluang dan  membuat lapangan pekerjaan gres bagi siapa saja yang mau dan berusaha, dengan modal uang hampir nol rupiah. Modal tetap keluar untuk koneksi internet kita.

Dengan sistem dropship, kita bisa menghemat modal untuk keperluan yang lebih penting yaitu investasi dalam  promosi dan penjualan. Anda bisa berguru teknik marketing online secara belajar sendiri melalui googling, tetapi akan lebih baik jikalau anda berinvestasi lebih di bidang marketing ini, alasannya di sini lah kunci dari bisnis. Jika anda sudah menguasai ilmu marketing online, maka anda bisa menjual apa saja, ini akan menjadi bekal anda dan akan menjadi modal utama dalam membangun bisnis anda selanjutnya.

Secara garis besar, ada 3 hal perlu anda pelajari dalam marketing online  :  Search Engine Optimization (SEO), Social Media Optimation (facebook, twitter, Instagram, dll) , dan  paid traffic source. Anda tidak harus menguasai semuanya, alasannya memang akan membutuhkan banyak waktu mempelajari itu semua. Anda menjadi mahir di salah satu bidang saja, sudah cukup membuat anda kebanjiran order. hehe. Pertama kali, saya dulu fokus mempelajari facebook ads dan meningkatkan secara optimal social media (facebook dan twitter). Itu saja, sudah membuat saya kewalahan mengurusi order setiap hari, dan hasilnya saya merekrut 4 orang karyawan untuk membantu saya menjadi Customer Service. Itulah pentingnya ilmu, jikalau kita berinvestasi di ilmu, tidak akan pernah rugi. Saat itu saya full memakai sistem dropship,  merekrut 4 orang karyawan. Nah itulah hebatnya dropship, dengan modal yang nyaris nol rupiah, tetapi laba bisa maksimal.

Artikel terkait : Bisinis Online Tanpa Modal Dengan Sistem Dropship

B. Mulai Stok Pakaian Sendiri dan Membuka Toko Fisik.

Hasil laba yang telah kita peroleh jangan dihabiskan dulu tetapi dikumpulkan terus untuk modal perkembangan perjuangan selanjutnya. Pada tahap ini, kita sudah punya modal cukup banyak untuk stok produk sendiri dan mulai membuka toko fisik. Pemasaran online terus digenjarkan dibantu oleh pemasaran offline melalui toko pakaian kita. Pada tahapan ini, kita membutuhkan karyawan gres minimal 1 karyawan untuk melayani pembeli di outlet fisik kita.

Karena kita sudah stok produk, maka ada satu ilmu lagi yang harus anda kuasai yaitu ilmu administrasi persedian barang. Semua harus tercatat setiap hari barang yang masuk dan keluar. Proses dalam tahap ini terus berlanjut hingga anda mengunpulkan banyak modal untuk persiapan produksi sendiri. Sebelum memproduksi pakaian sendiri, banyak hal yang harus anda pelajari. Mulai dari seluk beluk bahan, proses produksi dari awal hingga akhir, dan administrasi karyawan produksi.

C. Memulai Produksi Sendiri

Saat anda sudah mempelajari seluk beluk perbahanan, produksi, dan administrasi karyawan produksi, saatnya anda terjun di produksi pakaian sendiri. Proses ini akan cukup memakan banyak energi dan pikiran anda dibandingkan dua proses sebelumnya. Dengan kemungkinana risiko yang lebih besar di depan anda, tetapi potensi laba dan perkembangan bisnis anda akan  menanjak pesat  jikalau anda lulus pada tahap ini.

Dengan memproduksi pakaian sendiri margin laba yang kita peroleh semakin besar, dengan syarat kita menguasai marketingnya juga. Beberapa orang sudah puas pada level bisa stok produk  dan punya toko fisik. Ya tidak ada yang salah dengan plihan itu. Tetapi bagi anda yang menyukai tantangan dan memiliki visi untuk membesarkan perjuangan anda menjadi lebih besar lagi, maka masuk tahap produksi secara berdikari yaitu langkah tepat. Dengan memproduksi sendiri, anda akan mempumyai kontrol penuh atas perjuangan anda. Apakah sudah selesai hingga tahap ini? masih ada satu tahap lagi yang perlu anda capai yaitu tahapan membangun kawan dengan sistem biro dan reseller.

D. Membangun Sistem Kemitraan

Inilah tahap tamat yang harus anda jalankan sesudah anda bisa memproduksi pakaian sendiri. Buatlah sistem kemitraan pakaian dalam bentuk Distributor, Agen, dan reseller. Paket distributor untuk kawan yang bekerja sama dalam jumlah besar. Paket Agen untuk kawan dengan pembelian sedang. Paket reseller untuk pembelian jumlah kecil. Anda harus bekerja ekstra keras untuk membangun sistem ini semoga semua kawan kita terlayani dengan baik. Sistem kemitraan  yaitu cara terbaik untuk menjaga stabilitas produksi pakaian anda dan terus membesarkannya.

Pada tahap ini, posisi bisnis kita lebih banyak melayani unit bisnis lain atau biasa sering disebut dengan Business to Business (B2B). Bukan lagi melayani konsumen tamat menyerupai di dua tahap awal kita mulai berbisnis, seringkali disebut Business to Customer (B2C). Kaprikornus konsumen kita yaitu para kawan bisnis yang harus kita layani dengan sebaik mungkin.

Demikian tadi uraian mengenai tips memulai bisnis pakaian dengan modal kecil. Dengan keterbatasan modal yang kita miliki, bukan berarti kita tidak bisa memulai bisnis pakaian. Bahkan dengan modal hampir nol rupiah kita bisa memulainya. Yang terpenting jangan  memaksakan diri meloncat ke tahapan yang membutuhkan banyak modal uang. Mulailah dari yang kecil terlebih dahulu. Kuasai cara memasarkan produknya dulu, atau bahasa kerennya, kita garap bisnis hilirnya dulu, sesudah besar lengan berkuasa gres garap hulunya. Seperti itulah proses langkah langkahnya. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi acuan bagi anda yang akan memulai bisnis pakaian dengan modal kecil.