Ternyata Banyak Yang Salah Selama Ini! Mana Yang Lebih Bersih, Air Masak Atau Air Galon? Inilah Faktanya.!!

0
23
Dari mana sumber air minum di rumah kamu? Air dalam kemasan atau air keran yang direbus? Kebanyakan orang menyediakan air galon khusus untuk minum dan masak. Sementara itu, sebagian rumah tangga menentukan untuk merebus dari air keran. Namun, sesungguhnya mana yang lebih sehat dan bersih untuk diminum? Pelajari perbandingan air galon dan air keran berikut ini, yuk.

 Dari mana sumber air minum di rumah kau Ternyata Banyak yang Salah Selama Ini! Mana yang Lebih Bersih, Air Masak atau Air Galon? Inilah Faktanya.!!
Apakah air galon niscaya aman?
Air minum dalam kemasan yang dijual dalam bentuk galon memang kesannya lebih aman. Pasalnya, dilihat dari iklannya air galon tampak diproses secara higienis. Akan tetapi, sebelum memercayakan pilihan pada air galon, sebaiknya perhatikan apakah merek air galon tersebut sudah menerima izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan telah diuji sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Air minum yang belum menerima izin dari BPOM dan SNI berisiko mengandung aneka macam jenis basil patogen penyebab penyakit.
Bila merek sudah terstandardisasi, cari tahu tanggal kadaluwarsanya. Jangan mengonsumsi air minum yang sudah lewat dari masa berlaku yang dicantumkan. Air memang tidak sanggup kadaluwarsa, tetapi air yang dikemas dalam galon berbahan dasar plastik berisiko tercemar basil dan zat kimia beracun kalau sudah terlalu lama. Ini lantaran selama galon disimpan di gudang atau toko, panasnya udara atau paparan sinar matahari sanggup menciptakan materi kimia plastik ikut luruh ke dalam air. Bakteri jahat juga akan berkembang biak dengan ganas.
Bagaimana dengan air keran? Apakah juga aman?
Air keran di setiap rumah berasal dari sumber yang berbeda-beda. Ada yang dari sumur (air tanah) dan ada yang dari sungai atau danau (air PAM). Air dari sentra instalasi PAM intinya sudah diproses sedemikian rupa sehingga kondusif untuk diminum tanpa harus dimasak dulu.
Akan tetapi, kualitas air tersebut kemungkinan besar menurun sesudah dialirkan menuju rumah-rumah penduduk. Hal ini mungkin disebabkan oleh pemasangan pipa yang tidak sesuai standar mutu PAM atau aneka macam persoalan teknis lainnya. Akibatnya, basil tumbuh di pipa dan air pun belum tentu kondusif diminum tanpa dimasak.
Sedangkan air tanah dari sumur atau galian di rumah kau belum terjamin mutunya. kau masih harus membawa sampel air tersebut ke laboratorium untuk diuji kualitas dan kebersihannya. Setelah dinyatakan bersih dan aman, barulah kau sanggup mengonsumsinya.
Jika air tanah di rumah kau belum diuji, jangan digunakan untuk minum dan masak. Apalagi kalau ada gejala kontaminasi menyerupai air keruh, berwarna kekuningan, atau mengeluarkan busuk yang asing.
Apakah merebus air keran sanggup efektif membunuh bakteri?
Beberapa jenis racun dan basil sanggup mati jikalau air direbus hingga mendidih. Akan tetapi, ingatlah bahwa ada juga jenis basil yang tetap bertahan hidup meskipun sudah direbus hingga mendidih. Artinya, merebus air tidak seratus persen menjamin air kau kondusif diminum.
Bakteri tertentu menyerupai Clostridium botulinum masih sanggup hidup di atas suhu 100 derajat Celsius. Bakteri yang hidup di tanah, sungai, dan danau ini sanggup menjadikan penyakit botulisme pada insan yang terinfeksi.
Tips menentukan antara air galon dan air keran
Pada hasilnya memang ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan antara air galon dan air keran. Bila kau ingin pakai air galon, kau hanya boleh membeli air dari merek yang telah terdaftar BPOM dan SNI. Pastikan juga galon belum kedaluwarsa dan dijauhkan dari paparan sinar matahari.
Sementara kalau kau ingin pakai air keran, uji dulu kualitas air dengan membawa ke laboratorium dinas kesehatan setempat. Kalau sudah dinyatakan bebas bakteri, virus, atau racun, rebus air hingga titik didih, ialah seratus derajat Celsius. Biarkan air mendidih selama paling tidak sepuluh menit sebelum mematikan api kompor.
Minum air kemasan ataupun air yang disaring, kalau orang tersebut sakait ginjal, mungkin perlu air yang tidak mengandung unsur tertentu. Mungkin air yang mengandung kalsium tidak baik bagi orang yang sakit ginjal sudah parah. Tapi bagi orang sehat kalsium, natrium, silika dan zat-zat lain yang biasa ada di dalam air sangat diperlukan.
Dikutip dari situs hallosehat.com, Republika.coid


Sumber http://silahkanshare.blogspot.com