Teori Yang Dipakai Dalam Memilih Lokasi Industri

0
28
Teori yang dipakai dalam memilih lokasi industri – Setelah berguru perihal Faktor-faktor penentu lokasi industri, Sekarang kita berguru perihal Teori yang dipakai dalam memilih lokasi industri. Pertimbangan utama dalam memilih alternative lokassi industri yaitu ditekankan pada biaya transportasi yang rendah. Beberapa teori yang banyak dipakai dlam memilih lokasi industri yakni sebagai berikut :
Teori yang dipakai dalam memilih lokasi industri  Teori yang dipakai dalam memilih lokasi industri
Teori yang dipakai dalam memilih lokasi industri
a. Theory of industrial location (teori lokasi industri) dari Alfred weber.
b. Theoriy of optimal industrial location (teori lokasi industri optimal) dari Losch
c. Theory Of weight loss and transfort cost (teori susut dan ongkos transfort)
d. Theory of gravitation and interaction (model gravitasi dan interaksi) dari Issac Newton dan Ullman.
e. Theory of cental place (Teori tempat yang sentral) dari walter Christaller
Pada prinsipnya beberapa teori lokasi tersebut untuk memperlihatkan masukan bagi penentuan lokasi optimum, yaitu lokasi yang terbaik dan menguntungkan secara ekonomi. Berikut ini merupakan klarifikasi mengenai beberapa teori lokasi
a. Theori of industrial location (Teori lokasi industri) dari Alfred Weber
Teori ini dimaksudkan untuk memilih suatu lokasi industri dengan mempertimbangkan risiko biaya atau ongkos yang paling minimum, dengan perkiraan sebagai berikut :
1. Wilayah yang akan dijadikan lokasi industri mempunyai : tofografi,iklim dan pendudukny relatif homogeny.
2. Sumber daya atau materi mentah yang dibutuhkan cukup memadai.
3. Upah tenaga kerja didasarkan pada ketentuan tertentu, ibarat Upah Minimu Regional (UMR)
4. Hanya ada satu jenis alat transportasi
5. Biaya angkut ditentukan menurut beban dan jarak angkut.
6. Terdapat persaingan antarkegiatan industri
7. Manusia yang ada di kawasan tersebut masih berpikir rasional.
Persyaratan tersebut kalau dipenuhi maka teori lokasi industri dari Alfred Weber sanggup digunakan. Weber memakai tiga faktor (Variabel penentu) dalam analisis teorinya, yaitu titik material, titik konsumsi, dan titik tenaga kerja. Ketiga titik (Faktor) ini diukur dengan ekuivalensi ongkos transport.
b. Teori lokasi industri optimal (Theory of Optimal industrial location) dari Losch
Teori ini didasarkan pada seruan (demand), sehingga dalam teori ini diasumsikan bahwa lokasi optimal dari suatu pabrik atau industri yaitu apabila sanggup menguasai wilayah pemasaran yang luas, sehingga sanggup dihasilkan pendapatan paling besar.
Untuk membangun teori ini, Losch juga berasumsi bahwa pada suatu tempat yang topografinya dasar atau homogen, kalau disuplai oleh pusat (industri) volume penjualan akan membentuk kerucut. Semakin jauh dari pusat industri semakin berkurang volume penjualan barang lantaran harganya semakin tinggi, akhir dari naiknya ongkos transportasi. Berdasarkan teori Ini, setiap tahun pabrik akan mencari lokasi yang sanggup menguasai wilayah pasar seluas-luasnya. Di samping itu, teori Ini tidak menghendaki wilayah pasarannya akan terjadi tumpang tindih dengan wilayah pemasaran milik pabrik lain yang menghasilkan barang yang sama,sebab sanggup mengurangi pendapatannya. Karena itu, pendirian pabrik-pabrik dilakukan secara merata dan saling bersambungan sehingga berbentuk heksagional.
c. Teori susut dan ongkos transfort (Theory of weight loss dan transport cost)
Teori ini didasarkan pada relasi antara faktor susut dalam proses pengangkutan dan ongkos transfot yang harus dikeluakan, yaitu dengan cara mengkaji kemungkinan penempatan industri di tempat yang paling menguntungkan secara ekonomi. Suatu lokasi dinyatakan menguntungkan apanila mempunyai nilai susut ddalam proses pengangkutan yang paling rendah dan biaya transfort yang paling murah. Teori ini didasarkan pada perkiraan bahwa :
1. Makin besar angka rasio susut akhir pengolahan maka makin besar kemungkinan untuk penempatan industri di kawasan sumber materi mentah (bahan baku), dengan catatan faktor yang lainnya sama.
2. Makin besar perbedaan ongkos transfort antara materi mentah dan barang jadi maka makin besar kemungkinan untuk menempatkan industri di kawasan pemasaran.
d. Model gravitasi dan interaksi (Model of gravitation and interaction) dari issac Newton dan Ullman
Teori ini didasarkan pada perkiraan bahwa tiap massa mempunyai gaya tarik (Gravitasi) untuk berinteraksi di tiap titik yang ada di region yang saling melengkapi (regional complementary), kemudian mempunyai kesempatan berintervensi (intervening opportunity),dan akomodasi transfer atau pemindahan dalam ruang (Spatial transfer ability).
Teori interaksi ialah teori mengenai kekuatan hubungan-hubungan ekonomi (economic connection) antara dua tempat yang dikaitkan dengan jumlah penduduk dan jarak antara tempat-tempat tersebut. Makin besar jumlah penduduk pada kedua tempat maka akan makin besar interaksi ekonominya. Sebaliknya, makin jauh jarak kedua tempat maka interaksi yang terjadi semakin kecil. Untuk memakai teori ini perhatikan rumus berikut :
Keterangan :
I  = Gaya tarik menarik diantara kedua region
d = Jarak diantara kedua region
P = Jumlah penduduk masing-masing region
e. Teori tempat yang sentral (Theory of Cental  Place) dari Walter Christaller
Teori ini didasarkan pada konsep range (jangkauan) dan threshold (ambang). Range (jangkauan) yakni jarak tempuh yang dibutuhkan untuk mendapat barang yang dibutuhkan masyarakat, sedangkan threshold (ambang) yakni jumlah minimal anggota masyarakat yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan suplai barang.
Menurut teori ini, tempat yang sentral secara hierarki sanggup dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
1. Tempat sentral yang berhierarki 3 (K=3), merupakan pusat pelayanan berupa pasar yang senantiasa menyediakan barang-barang bagi kawasan sekitarnya, atau disebut juga kasus pasar optimal.
2. Tempat sentral yang berhierarki 4 (K=4), merupakan situasi kemudian lintas yang optimum. Artinya, kawasan tersebut dan kawasan sekitarnya yang terpengaruh tempat sentral itu senantiasa memperlihatkan kemungkinan jalur kemudian lintas yang efisien.
3. Tempat sentral yang berhierarki 7 (K=7), merupakan situasi administrative yang optimum. Artinya, tempat sentral ini mensugesti seluruh potongan wilayah-wilayah tetangganya.
Teori Christaller akan lebih sempurna kalau dipakai untuk kawasan dataran rendah, lantaran tiap lokasi mempunyai peluang yang sama untuk berkembang. Contohnya pada sebuah kawasan pedataran luas yang dihuni oleh penduduk secara merata. Untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat, tentu memerlukan banyak sekali barang dan jasa ibarat : pakan (makan dan minum), papan (rumah dan perabotannya), sandang (pakaian dan asesorisnya), pendidikan, dan kesehatan. Lokasi yang menyediakan barang dan jasa tersebut, hanya ada tempat tertentu saja, sehingga ada jarak antara tempat tinggal dengan lokasi penyedia barang dan jasa. Jarak tempuh dari tempat tinggal menuju lokasi penyediaan barang atau jasa disebut range.
Persaingan dalam penyedian barang dan jasa akan cukup dengan mengkamulkan pada kualitas barang atua jasa layanan yang terbaik, Melainkan lokasi yang sanggup dan gampang dijangkau oleh konsumen (masyarakat) harus menjadi perhatian.
Untuk menerapkan teroi ini, diperulkan beberapa syarat diantaranya sebagai berikut :
1. Topografi atau keadaan bentuk permukaan bumi dari suatu wilayah relative seragam sehinga  tidak ada potongan yang mendapat efek lereng atau efek alam lain dalam hubungannya dengan jalur angkutan.
2. Kehidupan atau tingkat ekonomi penduduk relative sejenis dan tidak memungkinan adanya produksi primer yang menghasilkan padi-padian, kayu dan batubara.
Tag : Teori yang dipakai dalam memilih lokasi industri, Teori yang dipakai dalam memilih lokasi industri, Teori yang dipakai dalam memilih lokasi industri, Teori yang dipakai dalam memilih lokasi industri, Teori yang dipakai dalam memilih lokasi industri, Teori yang dipakai dalam memilih lokasi industri, Teori yang dipakai dalam memilih lokasi industri, Teori yang dipakai dalam memilih lokasi industri, Teori yang dipakai dalam memilih lokasi industri, Teori yang dipakai dalam memilih lokasi industri