Standar Yang Dipersyaratkan Untuk Menjadi Guru Profesional

0
11

BAB 1
PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang
    Guru yaitu salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan Pendidikan yang terealisasi di sekolah, maka dari itu meningkatkan mutu Pendidikan berarti meningkatkan mutu guru. Demikian pun dalam upaya membelajarkan siswa guru dituntut mempunyai multi kiprah sehingga bisa membuat kondisi mencar ilmu mengajar yang efektif. Agar sanggup mengajar dengan efektif. Guru harus meningkatkan kesempatan mencar ilmu bagi siswa (kuantitas) dan meningkatkan mutu (kualitas) mengajarnya. UUD No. 14 Tahun 2005 Pasal 1 Ayat (1) menyatakan guru yaitu pendidik professional dengan kiprah utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi pesertadidik pada Pendidikan anak usia dini jalur Pendidikan formal, Pendidikan dasar dan Pendidikan menengah. Dalam kaitannya dengan meningkatkan kualitas guru biar ia menjadi profesional dan bagaimana ia menerima legalisasi dari negara. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seorang guru. Berdasarkan pada hal tersebut maka kami akan menjelaskan pada makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Guru Profesional
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, guru yaitu orang yang pekerjaannya mendidik dan mengajar. Sedangkan Profesional yaitu orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Guru profesional yaitu seseorang yang hidup dengan mempraktikkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu acara tertentu yang berdasarkan keahlian, sementara orang lain melaksanakan hal yang sama sebagai sekadar hobi, untuk senang-senang, atau mengisi waktu luang.[1]
B.     Syarat-syarat menjadi guru professional
Menurut Dr. H. Syaiful Sagal, M. Pd dalam bukunya Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan. Beliau menuliskan bahwa standar yang dipersyaratkan menjadi guru yang profesional itu yaitu sebagai berikut:
1.      Tugas dan Tanggung Jawab Guru
1)      Mewariskan kebudayaan dalam bentuk kecakapan, kepandaian dan pengalaman empirik kepada para muridnya1.
2)       Membentuk kepribadian anak didik sesuai dengan nilai dasar Negara.
3)      Berjiwa Pancasila.
4)      Mengantarkan anak didik menjadi warga Negara yang baik.
5)      Mengarahkan dan membimbing anak sehingga mempunyai kedewasaan dalam berbicara, bertindak dan bersikap.
6)      Memfungsikan diri sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat lingkungan, baik sekolah Negeri atau swasta.
7)      Harus bisa mengawali dan menegakkan disiplin baik untuk dirinya, maupun murid dan orang lain.
8)      Memungsikan diri sebagai eksekutif dan sekaligus manajer yang disenangi.
9)       Melakukan tugasnya dengan tepat sebagai amanat profesi.
10)  Guru diberi tanggung jawab paling besar dalam hal perencanaan dan pelaksanaan kurikulum serta penilaian keberhasilannya.
11)  Membimbing anak untuk mencar ilmu memahami dan menuntaskan problem yang dihadapi muridnya.
12)  Guru harus sanggup merangsang anak didik untuk mempunyai semangat yang tinggi dan gairah yang berpengaruh dalam membentuk kelompok belajar, menyebarkan acara ekstra kurikuler dalam  rangka menggali pengalaman.[2]
2.      Guru profesional senantiasa meningkatkan kualitasnya
Guru yang baik akan meningkatkan kualitasnya dengan meningkatkan Prestasi mencar ilmu peserta didik dan membantu peserta didik untuk mendapatkan nilai tinggi. Oleh alasannya yaitu itu, perlu diperhatikan secara detail bagaimana memperlihatkan prioritas yang tinggi kepada guru. Sehingga mereka sanggup memperoleh kesempatan untuk selalu meningkatkan kemampuannya melaksanakan kiprah sebagai guru. Guru harus diberikan kepercayaan untuk melaksanakan tugasnya melaksanakan proses mencar ilmu mengajar yang baik. Kepada guru perlu diberikan dorongan dan suasana yang aman untuk menemukan banyak sekali alternatif  metode dan cara menyebarkan proses pembelajaran sesuai perkembangan zaman. Agar sanggup meningkatkan keterlibatannya dalam melaksanakan kiprah sebagai guru, beliau harus memahami, menguasai, dan terampil memakai sumber-sumber mencar ilmu gres di dirinya.

C.      Empat kopetensi guru professional
1.      Kopetensi Pedagogik yaitu membimbing anak,  mengarah pada keseluruhan konteks pembelajaran, belajar, dan banyak sekali acara yang berafiliasi dengan acara pendidikan yang semuanya dibimbing oleh guru. Artilain  disiplin yang berafiliasi dengan teori dan praktek pendidikan, sehingga menyangkut studi dan praktek bagaimana cara terbaik guru  untuk mengajar. 
2.      Kopetensi kepribadian yaitu guru harus bisa menilai diri sendiri secara realisitik, bisa menilai situasi secara realistik, bisa menilai prestasi, mendapatkan dan melaksanakan tanggung jawab, mempunyai sifat kemandirian, sanggup mengontrol emosi, penerimaan sosial (mau berpartsipasi aktif dalam acara sosial dan mempunyai sikap akrab dalam berafiliasi dengan orang lain), serta mempunyai filsafat hidup (mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup yang berakar dari keyakinan agama yang dianutnya).
3.      Kopetensi profesional yaitu kemampuan penguasaan bahan pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan 
4.      Kopetensi Sosial yaitu kemasyarakatan.  Dengan demikian guru dalam hal sikap, orientasi, atau perilakunya haruslah bisa menjadi pola ideal seorang guru, ia harus mempunyai sikap yang ramah dalam berafiliasi dengan orang lain, bisa berkontribusi terhadap acara sosial, serta bisa berkomunikasi dengan cara yang baik terhadap masyarakat pada umumnya.[3]
                                                                           BAB III                          
PENUTUP
Simpulan
Guru profesional yaitu adalah seseorang yang hidup dengan mempraktikkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu acara tertentu yang berdasarkan keahlian, sementara orang lain melaksanakan hal yang sama sebagai sekadar hobi, untuk senang-senang, atau mengisi waktu luang.
Syarat-syarat menjadi guru profesional:
1.        Memiliki talenta sebagai guru.
2.         Memiliki kirteria keahlian sebagai guru.
3.        Memiliki keahlian yang baik dan terintegrasi.
4.        Memiliki mental yang sehat.
5.         Berbadan sehat.
6.        Memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas.
7.       Guru yaitu insan berjiwa pancasila.
8.       Guru yaitu seorang warga negara yang baik.
Empat kopetensi guru profisional:
1.         Kopetensi Pedagogik
2.         Kopetensi kepribadian
3.         Kopetensi professional
4.         Kopetensi Sosial
 
BAFTAR PUSTAKA
Sagala, Syaiful, Professional Guru dan Tenaga Kependidikan Bandung: Ikapi Bandung, 2009
Uzer Usman, Muhammad, Menjadi Guru Profesional, Bandung: Ikapi Bandung, 2011
 

[1]  Muhammad Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: Ikapi Bandung, 2011) 94

[2]  Syaiful sagala, Professional Guru dan Tenaga Kependidikan (Bandung: Ikapi Bandung, 2009) 11-14