Sistem Gosip Geografis (Sig) | Konsep Dasar Sig | Komponen Sig | Tahapan Kerja Sig | Manfaat Sig

0
7
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS – Perkembangan teknologi yang semakin cepat serta diiringi oleh kebutuhan warta yang terkait dengan lokasi di permukaan bumi, telah mengembangkan banyak sekali penemuan dalam bidang pemetaan yang semakin canggih. Teknologi komputer dalam bidang pemetaan ini lebih dikenal dengan istilah Sistem warta Geografis atau disingkat SIG Inovasi ini tentunya telah menghasilkan peta sebagai salah satu alat geografi dengan tampilan yang lebih menarik, akurat dan cepat dalam proses pembuatannya. Hal ini semata-mata, untuk memenuhi banyak sekali kebutuhan terhadap warta geografis yang semakin meningkat jumlahnya.

 Perkembangan teknologi yang semakin cepat serta diiringi oleh kebutuhan warta yang te SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) | Konsep Dasar SIG | Komponen SIG | Tahapan Kerja SIG | Manfaat SIG
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Kali ini kita akan mempelajari perihal SIG Sebagai suatu sistem yang terdiri atas komponen-komponennya serta banyak sekali tahapan acara yang dilakukan dan aplikasinya. Dengan mempelajari ini, diharapkan kita sanggup mengenal dan memahami hakikat serta proses acara SIG dalam memenuhi kebutuhan warta permukaan bumi.
A. KONSEP DASAR SIG
 Perkembangan teknologi yang semakin cepat serta diiringi oleh kebutuhan warta yang te SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) | Konsep Dasar SIG | Komponen SIG | Tahapan Kerja SIG | Manfaat SIG
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Sistem warta geografis bahwasanya berawal dari sistem perpetaan. Berdasarkan sejarah awal penggunaannya, diawali pada ketika perang revolusi Amerika (American Revolutionary war) telah dilakukan penggambaran banyak sekali tema peta dalam suatu kerangka peta dasar dengan ukuran skala yang sama. Atlas yang menggambarkan penduduk, geologi dan topografi dalam laporan merupakan sistem warta Geografis pertama. Atlas yang terdiri atas peta penduduk, topografi dan geologi secara terpisah dibuat dalam skala yang sama, sehingga jikalau ditumpangsusunkan akan sanggup ditentukan jalur terbaik bagi pembangunan jalan kereta api.
Namun, sistem perpetaan tersebut masih bersifat statis sebab tidak bisa dilakukan pembaruan data dan perubahan format atau editing. Perkembangan teknologi komputer memungkinkan data tersebut sanggup diubah ke dalam bentuk digital, sehingga data sanggup diedit dan dimutakhirkan serta ditumpangsusunkan sesuai dengan kebutuhan. Data dalam bentuk digital tentu lebih dinamis. Karena itu, perkembangan  SIG tidak lepas dari kemampuan untuk mengubah sistem perpetaan dari format statis ke format dinamis.
Sistem warta Geografis dalam bahasa inggris lebih dikenal Geographic Information System (GIS), Merupakan suatu sistem warta yang bisa mengelola atau mengolah warta yang terkait atau mempunyai rujukan ruang atau tempat. Apabila kita mengartikan satu persatu atau adonan katanya, maka Sistem Informasi Geografis sanggup dijabarkan sebagai berikut :
1. Sistem yaitu kumpulan dari sejumlah komponen yang saling terkait dan mempunyai fungsi satu sama lain.
2. Informasi yaitu data yang sanggup memperlihatkan keterangan tengan sesuatu.
3. Geografis yaitu segala sesuatu perihal tanda-tanda atau fenomena di permukaan bumi yang bersifat keruangan.
4. System Informasi yaitu suatu rangkaian acara yang dimulai dari pengumpulan data, manipulasi, pengelolaan, dan analisis seta menjabarkannya sehingga menjadi keterangan.
5. Informasi geografis yaitu keterangan mengenai ruang atau tempat-tempat, serta gejala-gejala dan fenomena yang terjadi dalam ruang tersebut di permukaan bumi.
Pengertian-pengertian tersebut sanggup memperlihatkan gambaran awal padamu untuk mulai memahami perihal konsep SIG biar kau lebih memahaminya, coba perhatikan beberapa pengertian SIG berdasarkan para jago di bidangnya, sebagai berikut :
Menurut ESRI (Enviornment System Research Institute/1990), secara sederhana SIG diartikan sebagai suatu sistem kompurter yang bisa menyimpan dan memakai data yang menggambarkan lokasi di permukaan bumi. Definisi tersebut dengan tegas menyebutkan sistem komputer sebagai penggalan yang tak terpisahkan dari SIG, sehingga jikalau berbicaara SIG Kita tidak lepas dari komputer, baik hardware maupun softwarenya. Dalam definisi tesebut SIG TIDAK Hanya sebagai sistem tetapi juga sebagai teknologi.
Menurut Demers (1997) SIG yaitu sistem komputer yang dipakai untuk mengumpulkan, mengintegrasikan, dan menganalisis informasi-informasi yang berafiliasi dengan permukaan bumi.
Menurut Chrisman (1997) SIG yaitu sistem yang terdiri atas perangkat keras, perangkat lunak, data, manusia,norganisasi, dan forum yang dipakai untuk  mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan membuatkan informasi-informasi mengenai daerah-daerah di permukaan bumi.
Menurut Guo Bo (2000) SIG yaitu teknologi warta yang sanggup menganalisi, menyimpan, dan menampilkan, baik data spasial maupun nonspasial.
Apakah kau sanggup menyimpulkan perngertian SIG berdasarkan pandangan para jago tersebut? Coba buatlah kesimpulan kau sendiri.
SIG sanggup diartikan sebagai sistem warta yang dipakai untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolan penggunaan lahan,  sumber daya alam, lingkungan transportasi, akomodasi kota, dan pelayanan umum lainnya. Kemampuan inilah yang membedakan SIG dengan sistem warta lainnya. Bagi para penggunanya, SIG tidak hanya bisa menampilkan inforamsi perihal suatu lokasi, tapi lebih dari itu sanggup dipakai untuk menjelaskan kejadian, merencanakan strategi, dan memprediksi apa yang akan terjadi.
B. KOMPONEN SIG

 Perkembangan teknologi yang semakin cepat serta diiringi oleh kebutuhan warta yang te SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) | Konsep Dasar SIG | Komponen SIG | Tahapan Kerja SIG | Manfaat SIG
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Sebagai suatu sistem, SIG Tentunya dibuat oleh sejumlah komponen yang saling terkait di dalamnya. Komponen SIG terdiri atas pelaksana, perangkat keras, perangkat lunak, prosedur, dan data. Secara global kelima komponen tersebut sanggup disederhanakan menjadi tiga komponen utama yang lebih kompak yaitu : data, sistem komputer (perangkat keras dan perangkat lunak), dan insan (pelaksana)
1. Data
Data dan warta geografis (data spasial) yaitu data dan warta mengenai objek-objek geografis yang sanggup diidentifikasi dan mempunyai pola lokasi berdasarkan titik koordinat-koordinatnya. Data dan warta tersebut sanggup dimasukkan secara eksklusif dengan cara mengimpor atau mengambil dari perangkat lunak SIG, melalui digitasi peta, dan memasukkan data atribut berupa table-tabel. Data dan warta spasial terdiri atas :
a. data grafis, yaitu data dalam bentuk gambar atau peta dalam komputer. Data tersebut, apabila dilhat dari strukturnya sanggup berupa data vector maupun data raster. Data Vektor yaitu data dalam bentuk titik, garis, dan polygon pada peta yang terikat oleh koordinat (x, y). Pemasukkan datanya sanggup dilakukan dengan memakai digitizer, keyboard, dan mouse. Data raster yaitu data dalam bentuk baris dan kolom (grid atau sel). Gambar atau peta yang terbentuk terdiri atas sel-sel. Ukuran terkecil dari sel-sel tersebut dikenal dengan istila pixel (Picture element). Misalnya, gambaran satelit merupakan data yang dimasukkan pada komputer dalam bentuk data raster.
b. data atribut atau disebut juga data tabular yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk teks atau angka. Misalnya, nama jalan, nama sungai, nama gunung, nomor rumah, panjang dan lebar sungai, dan lain-lain.
2. Sistem komputer
Seperangkat komputer yang dibutuhkan untuk SIG garis besarnya terdiri atas perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software).
a. Perangkat keras (Hardware)
Perangkat keras komputer beserta instrumennya (perangkat pendukungnya) terdiri atas :
1. CPU (Central Processor Unit)
Perangkat ini merupakan penggalan dari sistem komputer yang bertindak sebagai tempat untuk pemrosesan. Pada umumnya CPU sanggup direspresentasikan leh suatu Chip Microprocessor. CPU yang dibutukan sangat bervariasi dari yang sederhana hingga yang canggih. Untuk perangkat lunak SIG yang cukup kecil sanggup dijalankan minimal pada PC AT 286. Tetapi untuk SIG yang besar volume datanya dengan memakai akomodasi jaringan komputer (network), dan berbasiskan web, maka diperukan workstation dengan CPU server yang mempunyai processor berkemampuan tinggi serta menyerupai keluarga biro diam-diam Pentium II, III, atau IV, bahkan kalau perlu processor ganda.
2. RAM
Perangkat ini dipakai oleh cpu untuk menyimpan data sementara. Kebutuhan mengenai RAM juga sangat bervariasi. Untuk perangkat lunak SIG yang kecil hanya dibutuhkan RAM 4 Mb hingga 8 Mb. Untuk SIG yang besar memakai jaringan local (intranet) dan internet (Web), maka dibutuhkan RAM yang besar dengan sistem operasi pendukungnya minimal window NT 4.0 RAM yang direkomendasikan 128 Mb.
3. Storage
Perangkat ini merupakan tempat penyimpanan data secara permanen atau semi permanen. Dibandingkan dengan RAM, terusan pada storage ini agal lambat. Yang dimaksud dengan Storage diantaranya hardisk, disket, CD-ROM, pita magnetis, dan USB Mobile Disk. Kebutuhan Storage sangat bervariasi, untuk SIG yang kecil hanya memerlukan storage di bawah 5 Mb.. Sementara untuk SIG yang besar memerlukan storage dengan kapasitas 1 hingga 60 GB.
4. Input device
Perangkat ini merupakan peralatan yang dipakai untuk memasukkan data ke dalam jadwal SIG yang termasuk perangkat ini ialah keybord, mouse, digitizer, scanner, dan kamera digital.
5. Output Device
Perangkat ini merupakan peralatan yang dipakai untuk menampilkan data dan warta SIG. Yang termasuk perangkat ini ialah layar monitor, printer, dan plotter.
6. PERALATAN LAINNYA
Perangkat ini merupakan penggalan dari SiG yang belum disebutkan tetapi dibutuhkan terutama untuk SIG Yang besar,seperti : kabel jaringan, modem, ISP, Router, Ethernet card, clients, dan server.
b. Perangkat lunak (Software)
Perangkat lunak, merupakan sistem modul yang berfungsi untuk memasukkan, menyimpan dan mengeluarkan data yang diperlukan. Perangkat Lunak dalam SIG Terdiri atas :
1. Sistem operasi, Terdiri atas program-program yang berfungsi mengatur semua sumber  daya dan tata kerja komputer. Sistem operasi juga menyediakan fasilitas-fasilitas dasar yang dipakai jadwal aplikasi untuk memakai perangkat keras yang terpasasng dalam komputer, pengendalian komunikasi, pengolahan perintah-perintah, administrasi data dan file, dan lain-lain. Contoh sistem operasi ialah Microsoft Windows, Linux, Unix, macintosh.
2. Software aplikasi yang digunkan dalam SIG Seperti ARC/info, Arcview, MapInfo, Idrisi, Erdas, Autocard fot GIS, ErMapper, Ilwis, dan lain-lain
3. Sistem Utilitas dan jadwal pendukung menyerupai bahasa pemrograman.
3. Manusia (Pelaksana)
Manusia dalam hal ini merupakan brainware, yaitu kemampuan dalam pengelolaan dan pemanfaatan SIG secara efektif. Bagaimanapun insan merupakan objek (pelaku) yang mengendalikan seluruh sistem, sehingga sangat dituntut kemampuan dan penguasaannya terhadap ilmu dan teknologi yang mutakhir. Selain itu, dibutuhkan pula kemampuan untuk memadukan pengelolalan dengan pemanfaat SIG biar SIG sanggup dipakai secara efektif dan efisien. Adanya koordinasi dalam pengelolaan SIG sangat dibutuhkan biar warta yang diperoleh tidak simpang siur, tetapi tepat dan akurat.
Pernan insan dalam SIG juga ada yang mengkategorikan sebagai pengguna (user). Fungsi pengguna ilah untuk menentukan warta yang diperlukan, menciptakan standar, menciptakan jadwal pemutakhiran (updating) yang efisien, menganalisis hasil yang dikeluarkan untuk kegunaan yang diiginkan dan merencanakan aplikasi.
C. TAHAPAN KERJA SIG
 Perkembangan teknologi yang semakin cepat serta diiringi oleh kebutuhan warta yang te SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) | Konsep Dasar SIG | Komponen SIG | Tahapan Kerja SIG | Manfaat SIG
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Mengolah data SIG menjadi Informasi spasial dalam bentuk peta, dibutuhkan peralatan dan keterampilan yang memadai. Untuk menyusun dan mengolah data tersebut dibutuhkan tahapan kerja sebagai berikut :
1. Tahapan persiapan
Pada tahapan persiapan, yang akan dilakukan  untuk mengoperasikan sistem warta geografis ialah sebagai berikut ;
a. Mengkaji kebutuhan
Mengkaji kebutuhan merupakan dasar dari keberhasilan penggunaan SIG. Aspek yang dikaji meliputi pengidentifikasian acara di dalam organisasi yang berkenaan dengan peta atau warta geografis atau mengkaji bentuk atau model warta yang dibutuhkan oleh pengguna.
Paling sedikit ada tujuh jenis kebutuhan yang diperhitungkan :
a. Fungsi-fungsi pemrosesan
b. Data atau isi yang diperlukan
c. Standard dan karakteristik data
d. Aplikasi sistem berikut produknya
e. Fungsi-fungsi perangkat lunak
f. perangkat keras berikut kapasitasnya
g. Fasilitas komunikasi yang dipakai misalya card dan kabel jaringan, modem, hub dan yang lainnya
b. Membuat rancangan peta
Membuat rancangan peta merupakan planning acara akan dilakukan atau dibuat. Hal ini berkaitan dengan peta tematik yang dibutuhkan dan planning analisis (tumpangsusun) antara peta-peta tematik yang akan dibuat.
Misalnya, akan menciptakan peta Tingkat ancaman Erosi (TBE) di suatu wilayah. Peta dasar yang harus tersedia dan konsep analisis yang dipakai ialah sebagai berikut L
1. Peta dasar yang disiapkan ialah peta topografi, peta curah hujan, peta jenis tanah, peta penggunaan lahan, peta jenis batuan,peta lereng dan ketinggian.
2. Memilih model analisis abrasi yang digunakan
Berdasarkan genesis :
a. abrasi Geologi
b. Erosi dipercepat
Berdasarkan bentuk :
a. abrasi permukaan, terdiri atas abrasi percik, abrasi lembar, dan abrasi alur
b. abrasi parit
c. abrasi tebing/jurang
Berdasarkan pergerakan :
a. abrasi horizontal
b. Erosi vertikal
berdasarkan tenaganya :
a. Erosi oleh air, terdiri atas : abrasi oleh air hujan dan abrasi oleh air mengalir
b. abrasi oleh angin
c. merancang basis data
d. Menentukan mekanisme kerja
2. Tahap digitasi peta
Digitasi peta merupakan pekerjaan memindahkan peta dalam bentuk lembaran ke peta (hardcopy) ke  dalam komputer. Pada tahap ini, peta yang masih dalam bentuk lembaran kertas kemudian diubah ke dalam bentuk format digital, yaitu format yang sanggup dibaca dan diolah oleh komputer. Alat untuk merekam atau memindahkan data tersebut dinamakan digitilizer. Selain itu, proses ini juga sanggup dilakukan dengan memakai scanner.
3. Tahap editing
Hasil digitasi biasanya belum sempurna, sebab masih sanggup dijumpai kesalahan atau tidak akurat. Kesalahan tersebut umumnya terjadi akhir ketidaktelitian insan dalam proses digitasi peta atau sebab faktor kemampuan alat yang terbatas. Sehingga pada tahap ini yang dilakukan ialah mengkoreksi dan memperbaiki data atau simbol yang salah atau tidak tepat. Kesalahan-kesalahan yang umumnya terjadi, dalam bentuk overshoot (Garis lebih), undershoot (garis tidak nyambung), garis ganda, kesalahan dalam pelabelan dan lain-lain.
4. Tahap Konversi
Tahap konversi yaitu tahap adaptasi dengan mengubah koordinat meja digiizer ke dalam koordinat lintang dan meridian bumi yang sesungguhnya. Penggunaan koordinat meja digitizer yaitu koordinat yang dibutuhkan biar pembuatan peta dilakukan secara sistematis (tidak acak) dan bersifat sementara. Koordinat tersebut kemudian diubah dan umumnya memakai koordinat UTM (Universal Transverse Mercator). Keuntungan memakai koordinat UTM yaitu sanggup menentukan luas dari kenampakan yang ada pada peta, dan satuan yang dipakai ialah meter. Selain sistem Koordinat UTM, ada juga siste koordinat derajat. Koordinat UTM dan koordinat derajat sanggup ditemukan kedua-duanya pada peta topografi  atau peta rupa bumi.
5. Tahap anotasi
Tahap anotasi yaitu tahap dilakukannya dukungan nama atau catatan terhadap banyak sekali objek yang ada pada peta, contohnya sungai, nama kota, nama gunung, nama daerah,atau nama  wilayah.
6. Tahap labeling
Setiap objek yang nampak pada dan ada pada peta harus diberi label dan fungsinya sebagai identitas dari objek tersebut. Identitas ini mempunyai kegunaan untuk menciptakan relasi antara data grafis dan data nongrafis. Label atau identitas tersebut biasanya dituangkan dalam legenda atau keterangan peta.
7. Tahap analisis
Setelah peta yang dibutuhkan selesai dikerjakan, maka tahap selanjutnya yaitu tahap analisis dan pengolahan lebih lanjut. Tahap analisis yaitu tahap pengukuran panjang, kerapatan, luas objek pada peta dan hingga pada penggabungan beberapa peta dengan cara tumpang susun (overlay). Penggabungan tersebut akan menghasilkan peta gres yang lebih informative. Pada SIG Konvensional analisis datanya berupa pengukuran dengan memakai alat sederhana, menyerupai penggaris untuk mengukur panjang dan planimeter untuk mengukur luas. Pada SIG yang menggunkana komputer analisis datanya terutama untuk menghitung luas wilayah sanggup dilakukan dengan mudah.
Analisis peta hasil tumpang susun yang dilakukan secara konvensional dilakukan dengan memakai kertas transparan sehingga beberapa peta sanggup ditumpangsusunkan menjadi peta yang bertampalan. Beberapa peta sanggup dumpangsusunkan apabila skala petanya sama.
8. Tahap buffering
Buffering yaitu jenis analisis yang akan menghailkan buffer atau penyangga yang bisa berbentuk lkngkaran atau poligun yang mellingkupi suatu objek sebagai pusatnya, sehingga sanggup diketuahui luas objek dan jarak dari objek lainnya. Misalnya, untuk membuka perjuangan wartel, maka pelu dianalisis jumlah tentangan yang ada pada radius tertentu dari suatu lokasi.
9. Tahap pelaporan atau keluaran data
Tahap pelaporan atau keluaran data sanggup dilakukan dalam bentuk menampilkanpada layar monitor atau dicetak melalui printer atau plotter. Dalam laporan, semua warta hasi overlay harus ditampilkan secara menarika dengan pewarnaan yang sederhana tetapi sesuai dengan standar kartografis sehingga menampilkan bentuk/warna yang indah dan dengan divariasikan table/grafik/video pada setiap tempat yang diiginkan dan perlu penambahan informasi.
10. Informasi lewat jaringan
Jika perlu, pada tahap berikunya yaitu mengaitkan basis data dengan jaringan melalui internet biar sanggup diakses oleh orang lain. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua infromasi sanggup diakses dengan mudah, hal ini ada kaitannya dengan biaya yang telah dikeluarkan dalam menciptakan SIG, sehingga warta tersebut adakala harus dibeli atau dengan konfensasi lainnya.
D. MANFAAAT SIG DALAM KAJIAN GEOGRAFI

 Perkembangan teknologi yang semakin cepat serta diiringi oleh kebutuhan warta yang te SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) | Konsep Dasar SIG | Komponen SIG | Tahapan Kerja SIG | Manfaat SIG
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Pemanfaatan SIG terus meluas, tidak hanya oleh para jago geografi, tetapi juga dimanfaatkan oleh bidang keilmuan lainnya, menyerupai ilmu-ilmmu kebumian (geografi, tanah, geomorfologi, dan geofisika), perencanaan, pertanian, perikanan, kehutanan, dan lain-lain. Pada ketika ini hampir semua bidang ilmu memerlukan SIG, contohnya SIG untuk pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, SIG untuk perencanaan wilayah, SIG untuk pengelolaan hutan, SIG untuk pengelolaan pertanian, SIG untuk pengelolaan daerah pedoman sungai, SIG untuk penanganan tragedi alam, dan yang lainnya. Bahkan di Negara-negara maju, pemanfaatan SIG tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi sudah merambah ke banyak sekali bidang usaha. Misalnya, perusahaan-perusahaan real estate, perusahaan konstruksi, periklanan.
Kaitannya dengan geografi, SIG merupakan alat analisis yang handal, pemanfaatan SIG Menjadi penggalan penting dan bisa memperlihatkan analisis serta kesimpulan yang bisa diandalkan. Berikut ini beberapa kemampuan SIG :
1. Mencari dan memperlihatkan lokasi suatu objek tertentu beserta keterangan lainnya.
2. Mencari atau menentukan lokasi yang memenuhi criteria untuk mendirikan suatu tempat pemukiman, perkantoran, sentra pemerintahan, sentra perdagangan, dan perjuangan ekonomi lainnya.
3. Menyajikan kecendrungan perubahan atau perkembangan dari suatu fenomena, contohnya perubahan luas pemukiman, perkembangan kepadatan penduduk.
4. Menganalisis pola dari suatu fenomena tertentu, contohnya pola sebaran penyakit
5. Membuat model-model untuk keperluan penilaian kesesuaian lahan, peruntukan lahan, konservasi DAS, penanggulangan ancaman banjir, dan model-model lainnya.
Kemampuan-kemampuan SIG tersebut banyak dimanfaatkan dalam kajian geografi. Topik-topik geografi yang sanggup diolah dan dianalisis dengan Menggunakan SIG, antara lain sebagai berikut :
a. Manajemen tata guna lahan
Pemanfaatan dan penggunaan lahan merupakan bagiankajian geografi yang perlu dilakukan dengan penuh pertimbangan dari banyak sekali segi. Tujuannya yaitu untuk menentukan zonifikasi lahan yang sesuai dengan karakteristik lahan yang ada. Misalnya, wilayah pemanfaatan lahan di kota biasanya dibagi menjadi daerah pemukiman, industri, perdagangan, perkantoran, akomodasi umum, dan jalur hijau. SIG sanggup membantu pembuatan perencanaan masing-masing wilayah tersebut dan alhasil sanggup dipakai sebagai pola untuk pembangunan utilitas-utilitas yang diperlukan.
Lokasi dari utilitas-utilitas yang akan dibangun di daerah perkantoran (urban) perlu dipertimbangkan biar efektif dan tidak melanggar criteria-kriteria tertentu dan bisa menyebabkan ketidakselarasan. Contohnya, pembangunan tempat sampah. Kriteria-kriteria yang bisa dijadikan parameter antara lain : di luar area pemukima, berada dala  radius 10 meter dari genangan air, berjarak 5 meter dari dan sebagainya. Dengan kemampuan SIG yang bisa memetakan apa yang ada diluar dan didalam suatu area, criteria-kriteria ini nanti digabungkan sehingga memunculkan irisan daerah yang tidak sesuai, agak sesuai dan sangat sesuai dengan seluruh criteria.
b. Inventarisasi sumber daya alam
Secara sederhana manfaat SIG dalam data kekayaan summber daya alam ialah sebagai berikut L
1. Untuk mengetahui persebaran banyak sekali sumber daya alam, contohnya minyak bumi, batubaa, emas, besi dan barang tambang lainnya.
2. Untuk mengetahui persebaran tempat lahan, contohnya :
a. tempat lahan potensial dan lahan kritis
b. tempat hutan yang masih baik dan rusak
c. tempat lahanpertanian dan perkebunan
d. pemanfaatan perubahan penggunaan lahan
e. rehabilitasi dan konservasi lahan
c. Untuk pengawasan daerah tragedi alam
kemampuan SIG untuk pengawasan daerah tragedi alami, contohnya :
1. Memantau luas wilayah tragedi alam
2. pencegahan terjadinya petaka pada masa datang
3. Menyusun rencana-rencaa pembangunan kembali daerah bencana
4. penentuan tingkat ancaman erosi
5. prediksi ketinggian banjir
6. prediksi tingkat kekeringan.
d. bidang sosial
Selain dalam inventarisasi sumber daya alam dan perencanaan pola pembangunan, SIG juga sanggup dimanfaatka dalam bidang sosial. Dalam bidang sosil SIG dimanfaatkan pada hal-hal berikut :
1. mengetahui potensi dan persebaran penduduk
2. Mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya
3. Untuk pendataan dan pengembangan jaringan transportasi
4. Utuk pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan
5. Untuk pendataan dan pengembangan pemukiman penduduk, tempat industri, sekolah, rumah sakit, sarana hiburan dan rekreasi serta perkantoran.

Tag: SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS, SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS, SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS, SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS, SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS, SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS, SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS, SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS, SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS, SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS, SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS, SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS, SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS,SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS