Review Fate Apocrypha Episode 9 : Kemunculan Matou Zouken

0
91
Episode kali ini dibuka dengan asal undangan dari Perang Cawan Suci Besar ini, kita jadinya mengetahui perbedaan dongeng antara Fate stay night dan Fate Apocrypha. Dalam Fate Apocrypha ini, Darnic yang merupakan pemimpin faksi hitam sekaligus master dari Lancer pergi ke Jepang, daerah cawan suci berada dan merebutnya. Kita juga melihat beberapa abjad dalam Fate stay night dan Fate Zero, yang paling terang ialah kemunculan Matou Zouken yang merupakan pemimpin klan Matou sekaligus kakek dari Matou Shinji.
Kemunculan Matou Zouken berdasarkan saya ialah sebagai promosi film Fate stay night : Heaven’s Feel yang akan segera tayang di bioskop. Jika kalian ingin tahu Zouken akan memegang tugas penting dalam film tersebut. Dan akan menjadi salah satu master dari perang cawan suci kelima. Selain itu, dalam film yang akan dibagi menjadi tiga potongan tersebut servant kelas Assassin akan muncul menjadi dua versi, yaitu Kojirou Sasaki dan Hassan-i Sabbah.
Dalam Fate Apocrypha, peperangan kali ini para servant sepertinya mulai bertarung satu lawan satu. Dan jadinya kita melihat kehebatan dari William Shakespeare dengan kehebatannya sebagai kelas Caster. Meskipun begitu, berdasarkan saya Semiramis lebih cocok menjadi kelas Caster daripada William Shakespeare bahkan Astolfo sempat salah menyebut kelas Semiramis dan menduganya sebagai Caster.
Keterampilan bertarung Kotomine Shirou juga sempat kita lihat yang didampingi oleh Caster dikala berhadapan dengan Frankenstein. Keterampilan master Assassin itu hampir sama dengan Kotomine Kirei yang sama-sama memakai teknis tiga pedang yang dipegang layaknya sebuah cakar dalam satu genggaman.
Kita juga disuguhi dengan kisah murung Frankenstein sebelum dipanggil menjadi servant kelas Berserker. Frankenstein yang merupakan sebuah ciptaan yang gagal bagi Victor Frankenstein. Sepertinya Frankenstein akan tunduk kepada Shirou sebab rayuannya dan menggantikan Spartacus.
Tidak menyerupai episode sebelumnya yang bagi saya terdapat kesalahan pada beberapa frame, di episode ini kita tidak lagi melihat frame yang belum diwarnai. Dan entah kenapa saya sudah terbiasa dengan sound effect yang terdapat di anime ini meski dulu bagi saya ini cukup menganggu, animasinya pun bagi saya sekarang terlihat anggun dan cukup detail.
Alstolfo dalam episode sembilan kali ini berusaha menyerang kastil terbang milik Semiramis namun harus berakhir dengan kekalahan dan jatuh dari Gryphon-nya. Andai saja Astolofo itu bukan pria mungkin saya sudah jatuh hati kepadanya sebab sifat dan perilakunya yang menggemaskan.
Untuk episode kali ini, jangan hingga kau meninggalkan satu adegan di selesai episode sesudah ending song selesai. Ada satu adegan yang cukup menarik bagi saya di mana Sieg jadinya menantang Mordred untuk bertarung demi membela Rider, entah apa yang akan terjadi di episode selanjutnya. Tetapi saya akan beri satu bocoran jika nantinya Seigfried akan kembali muncul.