Review Fate Apocrypha Episode 22 : Penyesalan Dan Sebuah Janji

0
160

Episode keduapuluh dua ini, dibuka dengan servant Archer dari faksi merah yang berjulukan Atalanta. Di episode ini, Atalanta tampaknya sangat putus asa bahkan ia hingga mengamuk dan memakai Harta Mulia (Noble Phantasm / Hougo) miliknya demi balas dendam kepada Jeanne d’Arc yang sudah membunuh para belum dewasa yang bermetamorfosis sebagai Jack the Ripper. Harta Mulia milik Atalanta yang berjulukan Arigus Metamorphosis yang merupakan sebuah bulu Babi Caledonia yang pernah diburu olehnya dan Harta Mulia ini menyatukan bulu tersebut dengan dirinya sendiri untuk mendapat kekuatan layaknya seorang servant kelas Berserker.

Di awal episode ini, memang saya sedikit kecewa dengan grafisnya yang sangat jelek bahkan berdasarkan saya sendiri grafis pada adegan pertarungan selama ini di anime Fate Apocrypha benar-benar sangat jelek bahkan jikalau dibandingkan dengan Fate stay night buatan Deen, Fate Apocrypha ini sangat jelek bahkan grafisnya itu sangat menyerupai dengan manga bergerak daripada sebuah anime. Meskipun begitu, adegan-adegan pertarungan ini dapat dikatakan epik jikalau tidak terlalu over power. Selain pertarungan Atalanta vs Jeanne, di episode ini kita juga melihat pertarungan Karna vs Siegfried yang tidak kalah epik dengan pertarungan sebelumnya. Meski awalnya Sieg yang bermetamorfosis menjadi servant kelas Saber ini sempat kewalahan tetapi Karna dengan sifatnya yang sangat bahagia memberi menghentikan sementara pertarungan itu dan sempat meminta kepada mantan master dari Frankenstein untuk menyelamatkan para master faksi merah terdahulu yang sedang ditahan oleh Amakusa Shirou di Kastil Terbang itu.

Sementara itu, pertarungan antara Atalanta dan Jeanne terpaksa harus diganggu oleh Achilles yang pernah berjanji akan melindungi servant yang selalu ia panggil dengan sebutan “Ane-san” (Nona) itu, dan kini Jeanne digantikan oleh Achilles. Di episode ini, tampaknya Achilles sangat kuat sebab sebelum pergi untuk menghadapi Atalanta ia menyerahkan sebuah Harta Mulia berupa Perisai kepada Astolfo untuk menyelamatkan masternya yakni Sieg.

Sama menyerupai pertarungan Atalanta, pertarungan antara Si Pembunuh Naga Fafnir dan Anak Dewa Matahari terpaksa harus mendapat gangguan oleh Astolfo. Meskipun begitu, Karna tidak pernah kesal kepada Astolfo yang menggangu pertarungannya itu. Akhirnya pun Karna harus gugur dalam pertarngan 2 lawan 1, dan sebelum gugur kita mendapat gosip penting kalau Caster Merah atau William Shakespeare akan menjadi lawan yang tangguh untuk Jeanne d’Arc. Bahkan dikala Jeanne akan berhadapan dengan Semiramis, Semiramis membiarkan Jeanne untuk menghadapi Caster. Sayangnya pertarungan itu harus kita tunggu di episode selanjutnya.

Selain Karna yang gugur di episode ini, Achilles dan Atalanta juga harus gugur dalam pertarungannya sendiri. Itu berarti jumlah antata dua faksi kini mulai seimbang. Dan kita juga masih belum tahu apa yang sedang dilakukan Modred dan masternya sebab mereka tidak mendapat tugas sedikit pun di episode ini.