Review Fate Apocrypha Episode 20 : Keberadaan Heavens Feel

0
187
Setelah satu ahad libur, Fate/Apocrypha kembali tayang dengan episode 20 yang menceritakan awal dari pertemuan terakhir para servant yang tersisa ini. Awal dongeng untuk episode kali ini dibuka dengan persiapan faksi hitam atau keluarga Yggdmillennia, para servant dan master dari faksi ini pergi ke suatu daerah yang sebelumnya telah mereka sewa untuk persiapan menyambut para servant dari faksi merah dan markas kini disetahkan kepada Gordes, mantan master dari Siegfried atau Saber Hitam.
Ada beberapa hal yang gres kita ketahui dari episode ini salah satunya yaitu kini para homunculus mempunyai nama dan ini terbukti saat Sieg akan pergi ia mengucapkan salam perpisahan kepada homunculus perempuan yang telah ia selamatkan dan homunculus itu berjulukan Turl dan Gordes yang sebelumnya membenci para homunculus itu mulai dapat menghargai hidup mereka meski ia aib untuk mengungkapkan perasaannya itu dan malah terlihat ibarat tokoh tsundere.
Sementara itu di faksi merah, Amakusa Shirou Tokisada mulai melaksanakan semacam ritual demi menyelamatkan umat insan dan caranya ini sangat mengejutkan dan kalau kalian ingin tahu silahkan tonton episode ini hingga habis sehabis ending song selesai diputar. Sebelumnya, Shirou menunjukkan perintah dengan Manta Perintah kepada William Shakespeare untuk tidak menuliskan kisah tragis yang akan terjadi, itu berarti Shirou sendiri tidak yakin akan selancar yang ia rencanakan untuk menyelamatkan umat insan itu.
Sayangnya, di episode ini kita tidak melihat kemana perginya Sisigo dan Modred dan apa yang dilakukan juga kita tidak tahu. Bagi saya kedua tokoh ini ibarat tersisihkan dan dianggap tidak penting bahkan di beberapa episode juga mereka tidak tampil sama sekali atau disebutkan oleh tokoh lain. Dan sementara itu, perang terakhir pun dimulai di episode 20 ini dan ibarat biasa para servant nampaknya akan berhadapan satu lawan satu. Chiron dengan Achilles, Atalanta dengan Jeanne, Semiramis dengan Astolfo, dan mungkin Modred akan melawan Karna. Lalu apa yang akan terjadi dengan William? Mungkin ia hanya akan menonton saja, mengingat ia juga tidak terlalu tertarik dengan pertemuan besar ini.
Dan secara mengejutkan, Amakusa Shirou tiba-tiba saja berada di daerah yang agak tidak aneh lagi. Tempat yang terbakar mengingatkan saya dengan insiden sehabis Fate/Zero dan mengejutkannya lagi, Shirou bertemu dengan seorang perempuan berambut putih dan bermata merah layaknya dari keluarga Einzbern dan ternyata benar saat saya cek di Wiki ia bernama Justeaze Lizrich von Einzbern yang merupakan ketua dari keluarga Einzbern yang menemukan konsep Perang Cawan Suci berabad-abad tahun yang lalu. Dan cara untuk menyelamatkan insan yang Shirou maksud yaitu melepaskan Sihir Ketiga yang berjulukan Heaven’s Feel.