Review Buku : Taktik Pembelajaran Pendidikan Karakter

0
12
A. Pendahuluan
Secara faktual, data realistik menawarkan bahwa moralitas maupun abjad bangsa ketika ini telah runtuh. Runtuhnya moralitas dan abjad bangsa tersebut telah mengundang banyak sekali peristiwa alam dan peristiwa di negeri ini. Musibah dan peristiwa tersebut meluas pada ranah sosial-keagamaan, hukum, maupun politik.
Musibah sosial-keagamaan sanggup ditelaah pada hilangnya etika kemanusiaan, sehingga penghormatan terhadap orang yang lebih tinggi derajatnya dianggap lebih penting daripada menghormati langsung manusia; goncangan aturan dan politik sanggup diamati pada perkara korupsi yang terjadi di setiap meja instansi, praktik money politik, dan sebagainya.
Kemendiknas tetapkan gerakan nasional berupa pendidikan abjad (2010-2025) melalui keputusan pemerintah Republik Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 11 Mei tahun 2010 wacana gerakan nasional pendidikan karakter. Gerakan sosial atas rapuhnya abjad bangsa ini.
Dalam pelaksanaannya, khususnya jalur pendidikan pembangunan abjad bangsa dilakukan melalui penataan pendidikan moral yang telah berlangusng semenjak usang di semua jenjang pendidikan (SD/MI sampai SMA/MA/SMK) dengan penamaan yang baru, yakni pendidikan karakter.
B. Pendidikan Karakter
Dalam kalimat pendidikan abjad terdapat 2 kata yakni pendidikan dan karakter. Pendidikan ialah upaya sadar dan bersiklus dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu biar tumbuh bermetamorfosis insan yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, berilmu, sehat dan berakhlak (berkarakter) mulia (UU No. 20 tahun 2003). Sistem pendidikan nasional (Sisdiknas) menegaskan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi membuatkan kemampuan dan membentuk tabiat serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi akseptor didik biar menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” (UU No. Tahun 2003 pasal 3).
Karakter merupakan nilai-nilai universal sikap insan yang mencakup seluruh acara kehidupan, baik yang bekerjasama dengan Tuhan, diri sendiri, sesama insan maupun dengan lingkungan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan menurut norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.
Dari konsep pendidikan dan abjad sebagaimana disebutkan diatas, muncul konsep pendidikan abjad (character education). Ahmad Ahmin (1980:62) mengemukakan bahwa kehendak (niat) merupakan awal terjadinya akhlak (karakter) pada diri seseorang kalau kehendak itu diwujudkan dalam bentuk adaptasi sikap dan perilaku.

C. Nilai-nilai Karakter

Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) telah merumuskan 18 nilai abjad yang ditanamkan dalam diri akseptor didik sebagai upaya membangun abjad bangsa. 18 nilai abjad tersebut telah diubahsuaikan dengan kaidah-kaidah ilmu pendidikan secara umum, sehingga lebih berkemajuan untuk diterapkan dalam praksis pendidikan, baik sekkolah maupun madrasah.
Selain itu, 18 nilai abjad tersebut telah dirumuskan dalam standar kompetensi dan indikator pencapaiannya di semua mata pelajaran, baik sekolah maupun madrasah. Dengan demikian, pendidikan abjad sanggup dievaluasi, diukur, dan diuji ulang.
Berikut ini akan dikemukakan 18 nilai abjad yang telah disusun oleh Kemendiknas melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum (Kementrian Pendidikan Nasional, 2010) :
1.      Religius.
2.      Jujur.
3.      Toleransi.
4.      Disiplin.
5.      Kerja keras.
6.      Kreatif.
7.      Mandiri.
8.      Demokratis.
9.      Rasa ingin tahu.
10.  Semangat kebangsaan.
11.  Cinta tanah air.
12.  Menghargai prestasi.
13.  Komunikatif.
14.  Cinta damai.
15.  Gemar membaca.
16.  Peduli lingkungan.
17.  Peduli sosial.
18.  Tanggung jawab.

D. Strategi Pembelajaran Bermuatan Karakter

Adapun taktik pembelajaran yang sanggup dipakai pendidik dalam membentuk abjad akseptor didik melalui mata pelajaran yang tersedia. Berikut ini ada 10 taktik pembelajaran aktif-menyenangkan bermuatan abjad yang sanggup diterapkan ke akseptor didik. Sebelum diuraikan kesepuluh taktik pembelajaran aktif-menyenangkan bermuatan karakter, terlebih dahulu akan dikemukakan definisi taktik pembelajaran.
Strategi Pembelajaran ialah langkah-langkah yang ditempuh guru untuk memanfaatkan sumber berguru yang ada, guna mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Kesepuluh taktik ini banyak disebut para jago pendidikan sebagai taktik pembelajaran paling akomodatif, sehingga memungkinkan dimasukinya nilai-nilai abjad atau muatan karakter.
Kesepuluh taktik pembelajaran akti-menyenangkan tersebut ialah
1.      Active Learning bermuatan karakter.
2.      Cooperative Learning bermuatan karakter.
3.      Contextual Teaching and Learning (CTL) bermuatan karakter.
4.      Strategi Pembelajaran Inkuiri bermuatan karakter.
5.      Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) bermuatan karakter.
6.      Strategi Pembelajaran Ekspositori bermuatan karakter.
7.      PAKEM bermuatan karakter.
8.      Strategi Pembelajaran Inovatif bermuatan karakter.
9.      Strategi Afektif bermuatan karakter.
10.  Quantum Learning bermuatan karakter.
  

E. Penutup

Sistem pendidikan nasional (Sisdiknas) menegaskan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi membuatkan kemampuan dan membentuk tabiat serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi akseptor didik biar menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demmokratis serta bertanggung jawab” (UU No. Tahhun 2003 pasal 3).

Dari konsep pendidikan dan abjad sebagaimana disebutkan diatas, muncul konsep pendidikan abjad (character education). Ahmad Ahmin (1980:62) mengemukakan bahwa kehendak (niat) merupakan awal terjadinya akhlak (karakter) pada diri seseorang kalau kehendak itu diwujudkan dalam bentuk adaptasi sikap dan perilaku.

Oleh : Silfi Rahmania
PAI UM Surabaya