Review Buku : Psikologi Pendidikan, Dengan Pendekatan Baru

0
13
PSIKOLOGI PENDIDIKAN, PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Psikologi ialah disiplin ilmu yang membahas sikap manusia, baik sebagai individu maupun klompok dalam hubungannya dengan lingkungan.
Pendidikan ialah proses menumbuhkembangkan seluruh kemampuan dan sikap insan melalui pengajaran .
Pendidikan merupakan konsep ideal,sedangkan pengajaran ialah konsep operasional,dan keduanya berhubungan  sangat erat menyerupai dua sisi koin yang tak mungkin terpisahkan.
Psikologi pendidikan ialah disiplin psikologi yang bekerjasama dengan masalah-masalah kependidikan .
Psikologi meliputi semua hal yang bersifat kependidikan trutama hal belajar, mengajar,dan mengajar belajar.
Psikologi pendidkan memiliki objek riset berupa siswa dan guru selaku peserta didik dan pendidik.
Psikologi pendidikan mula-mula muncul di Jerman berkat kepeloporan Johann Friedrich Herbart (1766-1841), seorang filosof dan psikolog yang namanya diabadikan sebagai aliran pemikiran pendidikan “Herbatianisme”.
Psikologi pendidikan berkembang berkat efek aliran psikologi lain, diantaranya yang menonjol ialah aliran humanism, behaviorisme dan psikologi kognitif.
Manfaat psikologi pendidikan ialah untuk membantu para guru dan calon guru dalam memahami proses dan persoalan pendidikan serta mengatasi persoalan tersebut dengan metode sainstifik psikologis.
Prinsip, konsep,dan metode psikologi pendidikan merupakan landasan berpikir dan bertindak bagi guru dalam mengelola proses mengajar –belajar yang selaras dengan keadaan dan kebutuhan siswa.
Guru seyogyanya memahami perkembangan dalam hubungannya denagan  belajar,mengajar,dan
Proses mengajar-belajar, cara berguru siswa, cara menghubungkan mengajar dengan belajar, cara mengambil keputusan untuk mengelola proses mengajar dan belajar.
 
PROSES PERKEMBANGAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN PROSES BELAJAR
Perkembangan pada asanya ialah tahapan perubahan psiko-fisik insan yang progresif semenjak lahir sampai simpulan hayat.
Proses perkembangan dihubungkan dengan tugas-tugasnya terdiri atas fase-fase : 1) bayi dan anak-anak. 2) anak-anak. 3) remaja. 4) pandai balig cukup akal awal. 5) setengah baya. 6) usia tua.
Kaidah umum /hukum perkembangan terdiri atas hukum-hukum, yaitu:1) konvergensi 2) pertahanan dan perkembangan diri, 3) keperluan belajar, 4) kesatuan anggota, 5) tempo, 6) irama, 7) rekapitulasi.
Perkembangan psiko-fisik terdiri atas 1) perkembangan motor, 2) perkembangan kognitif, 3) perkembangan sosial dan moral
Aspek-aspek fisisk yang berkembang ialah, 1) sistem syaraf 2) otot-otot, 3) fungsi kelenjar endoktrin , 4) struktur jasmani.
Proses perkembangan koknitif meliputi fase-fase 1) sensori–motor  2) pra operasional, 3) konkret-operasional, 4) formal operasional.
Skema sensor motor ialah sikap terbuka yang bersifat jasmaniah yang tersususn secara sistematis dalam diri bayi untuk merespon lingkungan, sedangkan denah kognitif ialah tatanan langkah akliah (cognitive operation) untuk memahami dan menyimpulkan lingkungan dan di respons.
Arti penting pengembangan kognitif siswa ialah untuk: 1) mengembangkan  kecakapan kognitif, 2) menyebarkan kecakapan apektif, 3) menyebarkan kecakapan psikomotor.
Prosese perkembangan sosial dan susila siswa berdasarkan teori Piaget meliputi fase-fase : 1) realisme moral, 2) otonomi realisme, dan resiprositas moral.
Prosese perkembangan pertimbangan susila berdasarkan teori kognitif versi Kohlbeg meliputi 3 tingkatan : 1) moraliatas prakonvesional, moralitas konvensional, moralitas pascakonvensional.
Prosudur pengembangan sikap sosial dan susila berdasarkan teori berguru sosial meliputi: 1) conditioning, 2) imitation (peniru) terhadap sikap model.

BELAJAR
Definisi berguru sanggup ditinjau dari sudut- sudut pandang: 1) kuantitatif, 2) institusional ,3) kualitatif.
Definisi berguru pada asasnya ialah : tahapan perubahan sikap siswa yang relative positif dan menetap sebagai hasil intraksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.
Belajar meimiki arti penting bagi siswa dalam: 1) melakukan kewajiban keagamaan, 2)meningkatkan derajat kehidupan, 3) mempertahankan dan menyebarkan kehidupan.
Dalam perspektif psikologi, antara belajar, memori, dan pengetahuan terdapat kekerabatan yang tak terpisahkan.
Dalam perspektif agama (Islam) berguru untu memperoleh pengetahuan yag mengguakan memori dan sensori itu hukumnya wajib.
Teori-teori pokok mengenai berguru terdiri atas: 1) koneksionisme, 2) pembiasaan klasik, 3) pembiasaan sikap respons, 4) teori berguru kognitif. Teori kesatu, kedua, dan ketiga bersifat behavioristik (perilaku jasmaniah saja) sedangkan teori yang keempat bersifat kognitif yaitu berguru ialah insiden mental bukan semata-mata behavioral.
Menurut aliran behaviorisme,setiap siswa lahir tanpa warisan / pembawaan apa-apa dari orang tuanya, dan berguru ialah acara reflex-refleks jasmani terhadap stimulus ang ada  (S-R theory) serta tidak ada hubungannya dngan talenta dan kecerdasan ata warisan pembawaan.
Menurut aliran kognitif, setiap siswa lahir deangan talenta dan kemampuan mental yang menjadi basis keiatan belajar. Faktor bawaan ini memugkinkan siswa untuk menentukan merespon atau tidak terhadap stimulus,sehingga berguru tidak besifat otoatis mirip robot.
Fase berguru berdasarkan Bruner , meliputi: 1) isu (penerimaan materi), 2) transformasi (pengubahan materi dalam memori), 3) penilaian (penilaian penguasaan materi)
Menurut Witting, fase berguru meliputi : 1) acquisition (perolehan materi, 2) storage (proses penyimpanan , 3) retrieval (memproduksi/mengungkapkan kembali materi dari memori.

MENGAJAR.
Mengajar pada asanya ialah acara menyebarkan seluruh potesi ranah psikologis melalui penataan lingkungan sebik-baiknya dan menghubungkannya kepada siswa semoga terjadi proses belajar.
Secara kuantitatif mengajar berarti memberikan pengetahuan sebanyak-banyaknya . secara institusional mengajar berarti mengadaptasikan tehnik mengajar seuaindengan bakat, kemampuan dan kebutuhan siswa. Secara kulitatif mengajar berati membantu memudahkan siswa dalam membentuk makna dan pemahamannya sendiri.
Panadangan mengajar sebagai ilmu hanya menekankan pada pentingnya penguasaan guru atas pelbagai pengetahuan, sedangkan pandangan mengajar pada seni menganggap talenta keguruan sangat penting dari pada pengetahuan .
Rumpun model mengajar terdiri atas : information processing,social,personal, dan behavional.
Metode mengajar ialah cara yang berisi prosodur baku utuk melakukan penyajian materi pelajaran .
Metode mengajar terdiri atas metode-metode, ceramah, diskusi, demontrasi, dan ceramah plus (cp) seperti: cptt, cpdt, dan cpdp.
Strategi SPELT ialah sebuah taktik modern yang ditransfer kepada siswa semoga memjadi : pemikir dan pemecah persoalan , pemilik taktik berguru yang efesien , lebih sadar akan kemampuan mengendalkan proses terjauh berpikrnya sendiri (kesadaran metacgnitive)
Peroses mengajar terdiri atas tahapan-tahapan : prainstrusional termasuk acara pre test, instruksional (penyajian materi) dan penilaian dan tindak lanjut termasuk kegatan pos test dan pinjaman tugas.
Setiap metode mengajar memilki kelemahan-kelemahan disamping keunggulan-kunggulannya sendiri. Oleh alasannya ialah itu guru perlu bijaksana dalam menentukan atau memodifikasi metode yang hendak dipakai .
Pendekatan pembelajaran yang inovatif sanggup diimplementasikan dalam pelbagai pendekatan contohnya Pikem dengan menata kelas alam banyak sekali bentuk antara lain dalam bentuk leter U.

GURU DAN PROSES MENGAJAR DAN BELAJAR.
Guru ialah tenaga pendidik yang kiprah utamanya mengajar, dalam arti menyebarkan ranah cipta,rasa dan karsa siswa sebagai implementasi konsep ideal mendidik.
Di Negara maju pendidikan keguruan (preservice education) diselenggarakan secara seimbang antara acara kelas dengan acara beberapa forum pendidikan keguruan yang hampir seluruh kegiatannya diselenggarakan di skolah-sekolah daerah praktik.
Karakteristik keperibadian guru meliputi : fleksibelitas kognitif dan keterbukaan psikologis.
Kompetensi guru ialah kemampuan dan kewenangan guru dalam mlaksanakan profesinya, sedangkan profsionalisme berarti kualitas dan sikap khusus yang menjadi ciri khas guru professional. Kaprikornus guru yang prpfesional ialah guru yang kompeten dan melakukan kiprah mengajar sebagai satu-satunya profesi utama yang wajib dilaksanakan.
Kompetensi guru meliputi : kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor
PMB ialah sebuah kesatuan acara yang integral dan resiprokal antara guru dan siswa dalam situasi instruksional. Dalam situasi ini, guru mengajar dan siswa belajar
PMB sanggup berlangsung dalam komuniasi multi arah dan dua arah antara guru dan siswa.
Sasaran PMB terdiri atas sasaran-sasaran jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Sedang tujuan-tujuannya meliputi: tujuan instruksional,kurikuler,institusional,nasional, universal.
PMB sanggup dilaksanakan dengan proses sistem : inquiri-discovery, expository, learning for mastery, dan humanistic edication.
Faktor-faktor yang menghipnotis PMB ialah : karakteristik siswa, karakteritik guru, intraksi,dan metode, karakteristik kelompok, kemudahan fisik, mata pelajara,dan lingkugan.
Ragam kepemimpinan dalam PMB terdiri atas: otoriter, laissz faire, demokrati, dan otoritatif. Guru ragam ke-1 dan ke-2 dianggap yang tidak ideal.

Oleh : Suhadi Tawar Gayo
Judul Buku : Psikologi Pendidikan, Dengan Pendekatan Baru
Penulis Buku : Muhibbin Syah