Review Buku : Pendidikan Karakter, Penulis : Sri Narwanti, M.Pd

0
15


PENDIDIKAN KARAKTER
    1.      Pengertian Pendidikan Karakter
Pendidikan aksara yakni : suatu sistem penanaman aksara kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama maupun lingkungan.
Menurut T. Ramli (2003), pendidikan aksara mempunyai esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya yakni membentuk langsung anak, supaya menjadi insan yang baik dan warga masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat, yang secara umum sanggup diartikan sebagai nilai sosial tertentu yang banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakatdan bangsanya. Dengan demikia, hakikat dari pendidikan aksara dalam konteks pendidikan indonesia yakni pendidikan nilai, yakni pendidikan nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa indonesia dalam rangka membina kepribadian generasi muda.
    2.      Tujuan Pendidikan Karakter
Pendidikan aksara bertujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong-royong, berjiwa politik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman da takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut pancasila.
 
   3.      Fungsi Pendidikan Karakter
a.       Mengembangkan potensi dasar semoga berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik
b.      Memperkuat da membangun sikap bangsa yang multikultur
c.       Meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia

   4.      Media Pendidikan Karakter
Pendidikan karkater dilakukan melalui media yang meliputi keluarga, satuan pendidikan, masyarakat sipil, masyarakat politik, pemerintah, dunia usaha, dan media masa. Keluarga, merupakan distributor sosialisasi pertama bagi seorang individu, melalui pendengaran, penglihatan, serta pengamatan. Disinilah kiprah penting orangtua untuk turut membangun aksara nyata bagi anak. Sekolah, sebagai organisasi pendidikan formal, membantu seorang individu berguru berkembang. Sekolah tentu saja tidak hanya mengajarkan pengetahuan dan ketrampilan yang bertujuan membuatkan intektual saja, tetapi juga mempengaruhi kemandirian, tanggung jawab, dan tata tertib. 
   5.      Pilar Pendidikan Karakter
Ada banyak kualitas aksara yan harus dikembangkan, namun ada 9 pilar aksara utama nenurut INDONESIA HERITAGE FOUNDATION, yaitu :
a.       Cinta ilahi dan alam semesta beserta isinya
b.      Tanggung jawab, kedispilinan, dan kemandirian
c.       Kejujuran
d.      Hormat dan santun
e.       Kasih sayang, kepedulian, dan kerja sama
f.        Percaya diri, kreatif, kerja sama, dan pantang menyerah
g.      Keadilan dan kepemimpinan
h.      Baik dan rendah hati
i.        Toleransi, cinta damai, dan persatuan.
   6.      Nilai-nilai pembentuk karakter
Ada beberapa nilai pembentuk aksara yang utuh yaitu: menghargai, berkreasi, mempunyai keimanan, mempunyai dasar keilmuan, melaksanakan sintensa dan melaksanakan sesuai etika. Nilai pembentuk aksara yang bersumber dari agama, pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional, sentra kurikulum pengembangan dan pendidikan budaya & aksara membaginya sebagaimana yang digambarkan dalam tabel bawah berikut :
No
Nilai
Deskripsi
1.
Religius
Sikap dan sikap yang patuh dalam melaksanakan anutan agama yang dianutnya.
2.
Jujur
Perilaku yang dilaksanakan pada upaya menimbulkan dirinya sebagai orang yang taat dipercaya dalam perkataan dan perbuatan
3.
Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghadapi perbedaan agama, suku, etnis
4.
Disiplin
Tindakan yang memperlihatkan sikap tertib dan patuh aneka macam ketentuan
5.
Kerja keras
Perilaku yang memperlihatkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi aneka macam kendala berguru dan tugas
6.
Kreatif
Berfikir dan melaksanakan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil gres dari sesuatu yang telah dimiliki
7.
Mandiri
Sikap dan sikap yang tidak gampang tergantung pada orang lain dalam menuntaskan tugas
8.
Demokratis
Cara berfikir dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain
9.
Rasa ingintau
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang telah dipelajarinya
10.
Semangat kebangsaan
Cara berfikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan diri
11.
Cinta tanah air
Cara berfikir, dan bersikap yang memperlihatkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tingii terhadap bahasa, lingkugan
12.
Menghargai prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berkhasiat bagi masyarakat
13.
Bersahabat
Tindakan yang memperhatikan rasa bahagia berbicara, bergaul, dan bekerja sama
14.
Cinta damai
Sikap, dan perkataan, yang mengakibatkan orang lain merasa bahagia dan kondusif atas kehadirannya
15.
Gemar membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca aneka macam bacaan yang memperlihatkan kabjikan bagi dirinya
16.
Peduli lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam disekitarnya
17.
Peduli sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi pertolongan pada orang lain yang membutuhkan
18.
Tanggung Jawab
Sikap dan sikap seseorang untuk melaksanakan kiprah dan kewajibannya yang seharusnya ia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat maupun lingkungan.