[Review Anime] Zetsuen No Tempest

0
9

Zetsuen ada Tempest (絶園のテンペスト), Atau dalam bahasa inggris The Civilization Blaster yaitu seri manga Jepang yang ditulis oleh Kyo Shirodaira dan diilustrasikan oleh Arihide Sano dan Ren Saizaki. Hingga ketika ini disesuaikan menjadi sebuah serial anime oleh Bones yang mulai ditayangkan pada tanggal 5 Oktober 2012 lalu.

Judul : Zetsuen no Tempest
Tanggal Rilis : 5 Oktober 2012
Episode : 24
Durasi : 24 Menit per Eps
Genre : Action, Mystery, Psychological, Drama, Magic, Fantasy, Shounen
Sumber Cerita : Manga
Studio : Bones

Sinopsis 

Takigawa Yoshino, seorang siswa Sekolah Menengan Atas biasa yang mempunyai teman misterius berjulukan Mahiro. Mahiro menciptakan akad dengan seorang penyihir berjulukan Hakaze untuk memburu pembunuh adik perempuannya. Namun, ketika Yoshino bertemu kembali dengan Mahiro yang telah usang pergi, mereka terlibat dalam kejadian supernatural yang sanggup menghancurkan seluruh dunia. Pertempuran yang melampaui batas ruang dan waktu pun dimulai.

Jalan Cerita
Zetsuen no Tempest benar – benar mempunyai kisah yang menarik, dari awal episode sudah terdapat misteri – misteri yang benar – benar menciptakan penasaran. Tak lupa dengan Actionnya yang sangat epic dibalut dengan genre Magicnya sehingga menghasilkan pertarungan sihir yang sangat keren. Dengan tema kisah yang benar – benar menarik, yaitu perihal balas dendam seorang abang siscon dan seorang jomblo yang ditinggal mati sang pacar yang tentunya anti mainstream.  Dengan inti duduk kasus perihal dunia yang hancur alasannya permusuhan antara Hajimari no Ki dengan Zetsuen no Ki (pohon raksasa) walau dengan asal-usul yang kurang terperinci menciptakan unsur Fantasy di dunia faktual dalam anime ini semakin anggun saja. Dengan kisah yang terinspirasi dari karya Shakespeare yaitu perpaduan dari Hamlet yang bercerita perihal kisah balas dendam dan The tempest yang bercerita perihal penyihir menghasilkan perpaduan kisah yang menarik, belum lagi ditambah dengan kutipan – kutipan dari dua karya Shakespeare tersebut menambah daya tarik dari anime ini. Ditambah lagi dengan alurnya yang maju mundur yang dikerjakan dengan mudah sehingga tidak menciptakan penonton gundah dan juga di beberapa episode diselibkan scene flashback perihal Aika-chan yang memperkuat genre Mystery dari anime ini. Namun alasannya anime ini mempunyai dua klimaks, dimana titik puncak pertama di episode 12 sehingga menciptakan keseruan kisah turun drastis. Lalu pada episode selanjutnya kisah mereda menjadi lebih santai. Lalu menyongsong episode selesai kisah kembali memanas dimana semua misteri perihal Aika-chan terungkap dengan terperinci dan semua duduk kasus pun teratasi sehingga membawa ending yang memuaskan. Namun alasannya anime ini menekannkan pada obrolan – obrolan tokoh untuk mengerakkan roda cerita, sehingga kalian harus memperlihatkan penghayatan ekstra pada setiap obrolan – obrolan pada anime ini. Juga ditambah dengan Story teeling yang agak jelek mungkin menjadi kekurangan dari anime ini.

Karakter 

Meski mempunyai tokoh – tokoh yang tidak terperinci menyerupai Evangeline dan Junichirou, setidaknya empat tokoh utamanya ditulis dengan sangat baik. Seperti yang telah disebutkan, drama di antara Yoshino, Mahiro, Aika, dan Hakaze pantas untuk diikuti hingga beberapa kali. Ini yaitu alasannya huruf mereka disusun saling melengkapi. Sifat Mahiro yang bergairah berlawanan dengan sifat Yoshino yang pasif, namun laksana kutub Urara-Selatan magnet mereka juga secara alami saling tarik-menarik satu sama lain. Hal yang serupa juga terjadi antara kepolosan Hakaze dengan Aika yang sedikit licik. Lalu, jikalau Aika menemukan apa yang ia butuhkan pada Yoshino dan Mahiro, Hakaze juga menemukan apa yang tidak ia miliki pada mereka berdua. Sebagaimana banyak karya Shakespeare diingat hingga hari ini alasannya tokoh-tokohnya, keempat tokoh ini dan relasi di antara mereka pulalah yang akan paling usang bertahan di dalam benak penonton. 

Art
Walaupun anime ini rilis pada ekspresi dominan Fall 2012, namun anime garapan studio Bones ini bisa menyuguhkan grafis yang anggun dan elegan. Hal yang paling aku suka dari grafis anime Zetsuen no Tempest ini ialah bisa menyuguhkan efek – efek sihir yang memukau mata. Juga grafis yang dikerjakan dengan detail ini bisa memperlihatkan suasana yang pas pada setiap scene yang berbeda.

Ost
OP berjudul “Spirit Inspiration” dari Nothing’s Carved in Stone dan ED berjudul “Happy Ending” dari Kana Hanazawa yang juga merupakan seiyuu dari Aika Fuwa (eps 1-12), cukup berhasil membangun feel dan image dari anime ini. Untuk OST, mulai dari eps 13, dihadirkan lagu OP dan ED yang baru, yakni “Daisuki na no ni” dari Kylee untuk OP, dan “Bokutachi no Uta” dari Tomohisa Sakou sebagai ED nya. Menurut aku OP-ED gres ini merupakan kombinasi yang anggun dalam menggambarkan kisah gres dari Zetsuen no Tempest  yang mulai memasukkan unsur Romance dalam ceritanya, dan Bokutachi no Uta masuk dalam salah satu favorit aku kini ^^. Untuk backsound, sering dipakai lagu  -lagu instrumental bernuansa klasik ala opera.

Overall
Jalan Cerita : 8.5 / 10
Karakter : 8 / 10
Art : 8.5 / 10
Ost : 8.5 / 10
Zetsuen no Tempest : 8.5 / 10

Zetsuen no Tempest merupakan anime yang STANDARD, plot twist yang menarik yang terkadang mempermainkan logika, sayang penceritaan yang serba tanggung dan kurang maksimal menjadikannya mempunyai beberapa plot hole yang mengurangi kualitas cerita.