[Review Anime] Yosuga No Sora: In Solitude, Where We Are Least Alone.

0
19


Review kali ini aku akan membahas anime yang cukup unik lantaran terbagi dalam 4 cerita,berjudul Yosuga no Sora

Judul : Yosuga no Sora: In Solitude, Where We Are Least Alone.

Tanggal Rilis : 4 Oktober 2010
Episode : 12
Durasi : 25 Menit Per Eps
Genre : Drama, Ecchi, Harem, Romance
Sumber Cerita : Visual novel
Studio : feel.

Sinopsis

Setelah janjkematian mendadak kedua orangtua mereka di dalam suatu kecelakaan, Kasugano Haruka dan Sora meninggalkan Tokyo untuk kembali ke desa di mana mereka berdua dibesarkan. Di kawasan yang terpencil itu, ternyata kisah romantis di dalam kehidupan Haruka mulai berjalan. Dia menemukan cinta bersama seorang putri dari keluarga kaya, Kazuha, gadis pendeta dari kuil setempat, Akira, tetangganya yang setahun lebih tua, Nao, dan bahkan adik perempuannya sendiri, Sora.

Jalan Cerita

Anime ini terbagi dalm 4 bab cerita. Meski pendek, cerita-ceritanya disusun dan dikisahkan dengan cukup baik. Dan walaupun selalu berkisar pada hubungan romantis Haruka dengan tokoh – tokoh gadisnya, anime ini tidak selalu hanya berisi perihal persoalan cinta mereka, tetapi drama keluarga juga memberi variasi yang seimbang. Namun, ada sedikit kesalahan di anime ini yakni bahwa pada bab akhirnya atau di dongeng yang keempat, anime ini berusaha memberi suatu koneksi yang gila untuk cerita-ceritanya selain dari yang terdapat di permulaan, saat Haruka mempertimbangkan perasaan cintanya kepada gadis – gadis yang lain meski ia telah bersama dengan salah seorang gadis. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat tidak perlu, dan bahkan justru mengherankan, alasannya strukur yang sudah dibangun semenjak awal perihal beberapa dongeng yang mungkin terjadi mendadak menjelma empat dongeng yang seolah terjadi secara bersamaan. Walaupun disajikan dalam tampilan yang berbeda-beda, dongeng perihal tokoh – tokoh yang sama di dalam selang waktu yang sama bagaimanapun juga akan terlihat menyerupai pengulangan, dan pengulangan sampai empat kali selalu terlalu banyak.

Karakter

Semua tokoh di dalam anime ini bahwasanya mempunyai karakterisasi dasar yang cukup besar lengan berkuasa dan bervariasi, dari Akira yang periang sampai Sora yang tsundere, tetapi dengan reaksi yang berubah-ubah pada situasi yang serupa di dalam dongeng yang berbeda, tokoh – tokoh ini tidak pernah benar – benar dikembangkan. Dari bersikap aib – aib yang berganti menjadi biasa – biasa saja, atau dari lisan bersedih yang berganti justru bergembira. inkonsistensi ini mengakibatkan latar belakang yang sempat dijelaskan di porsi dongeng masing – masing menjadi tidak relevan, dan alhasil tokoh – tokoh ini hanya akan selalu tampak sebagaimana mereka pertama ditampilkan.

Art

Tidak ada persoalan dengan bab Artnya. Animasinya bisa mengantarkan jalan dongeng dengan lancar, sementara voice actingnya berhasil membantu membuat karakterisasi dasar dari tokoh-tokohnya.

Ost

Untuk music berdasarkan aku biasa saja,No coment. Opening berjudul “Hiyoku no Hane” dibawakan oleh eufonius dan Ending berjudul “Pinky Jones” oleh Momoiro Clover.
Overall
Jalan Cerita : 8 / 10
Karakter : 7.5 / 10
Art : 9 / 10
Ost : 7 / 10
Yosuga no Sora: In Solitude, Where We Are Least Alone. : 8 / 10

Pada akhirnya, anime ini sangat bergantung pada pendapat setiap orang terhadap tokoh-tokohnya. Jika kalian menyukai mereka, maka mendapat versi dongeng yang berbeda untuk masing – masing tokoh sanggup menjadi hiburan yang memuaskan. Tetapi sebaliknya jikalau kalian tidak mencicipi sesuatu yang istimewa, maka anime akan terasa membosankan.