[Review Anime] Wakaba*Girl

0
8

Anime ini menarik perhatian saya gara – gara grafisnya yang lucu, yang dalan pikiran saya ini niscaya bergenre keseharian yang menyegarkan. Anggap saja pengganti Kiniro Mosaic, dan di episode awal ternyata benar, eh malah dikejutkan dengan ending yang sangat cepat. Saya enggak lihat durasi ketika nonton, gara – gara terlalu nikmati alur ceritanya. Baiklah, pribadi saja simak reviewnya.

Judul : Wakaba*Girl
Tanggal Rilis : 3 Juli 2015
Episode : 13
Durasi : 7 Menit per Eps
Genre : 4-koma manga
Sumber Cerita : Comedy, School, Slice of Life
Studio : Nexus

Sinopsis
Bercerita wacana keseharian seorang putri dari keluarga Wakaba ialah Wakaba Kohashi yang mulai berteman dengan Moeko, Nao dan Mao. Bagaimanakah kisah selanjutnya?

Jalan Cerita
Namanya genre keseharian, niscaya asyik dan setiap episode itu selalu disuguhkan kisah gres yang segar, tapi masih berkelanjutan dari kisah sebelumnya. Anime ini bercerita wacana seorang gadis kaya raya berjulukan Wakaba Kohashi yang tidak punya teman. Dan bertekad untuk mencari kehidupan gres dengan mempunyai sahabat ketika masuk SMA. Dan pertama masuk sudah sanggup tiga teman. Oh, iya, Wakaba ini ingin hidup layaknya gadis Sekolah Menengan Atas pada umumnya, ia sendiri menyebutnya “Gyaru”. Meski banyak adegan lucu, tapi terkadang memperlihatkan kisah yang sedikit memilukan.

Karakter
Ada empat tokoh yang sering disorot, yah … bagaimana pun juga ini memang kisah wacana Wakaba dan tiga temannya, diantaranya: Wakaba Kohashi, ia gadis kaya raya. Tapi ia agak kurang dipelajaran, terutama matematika. Sifatnya lucu, mengingatkan saya pada Tsumugi Kotobuki dari K-ON yang selalu ingin melaksanakan hal yang orang “biasa” lakukan. (biasa: dalam arti bukan orang kaya). Ada juga Mao Kurokawa, tampangnya seolah-olah Maki di Love Live, asem jadi kangen main Game-nya. Sifatnya agak tomboi tapi bahwasanya terlihat tomboi itu gara – gara jahilnya, ia pun orangnya malas dan blak-blakan. Kalau main ke rumah teman, ia suka asyik sendiri dengan main – main bagaikan rumahnya sendiri, padahal gres pertama kali ke rumah temannya. Tapi ia sopan, kok. Cuma blak-blakan. Yang ketiga ada Nao Mashiba, biasa dipanggil “Shiba-san”. Dia juga yang paling bersahabat dengan Mao. Shiba ini hampir sama kayak Mao, cuma tomboinya enggak kayak Mao yang masih memperlihatkan kefeminimannya. Shiba sangat suka bermain game, pernah ia bilang waktu Sekolah Menengah Pertama main sepak bola. Cara bicaranya pun kayak cowok, tapi anehnya ia D-Cup!. Dan yang terakhir Moeko Tokita, saya kepincut sama suaranya yang imut. Dia ini benar  -benar tokoh yang paling feminim, ia juga cendekia menciptakan kue, tapi kurang dalam pelajaran olahraga. Enggak ada sifat khusus sih, mungkin sanggup dibilang ia yang paling normal?

Art
Seperti yang bilang sebelumnya, anime ini sanggup jadi pengganti Kiniro mosaic, benar entah kenapa saya merasa grafisnya rada – rada mirip. Bahkan suaranya Moe-chan seolah-olah dengan Alice, tapi ternyata beda pengisi suara.

Ost
Karena berdurasi pendek, jadi cuma ada lagu pembuka berjudul “Hajimete Girls!” oleh Ichinen Fuji-gumi (Ari Ozawa, Mikako Izawa, Mao Ichimichi, Rie Murakawa). Aih, enggak bosen – bosen dengerinnya. Untuk efek bunyi bahwasanya biasa saja, enggak ada yang gila maupun spesial. Soalnya ini anime keseharian, jadi cocoklah dan pas jikalau ada adegan lucu. (Semoga paham maksud saya)

Overall
Jalan Cerita : 8 / 10
Karakter : 9 / 10
Art : 8.5/ 10
Ost : 9.2 / 10
Wakaba*Girl : 8.5 / 10

Saya sangat menikmati setiap adegannya, dan yang paling disayangkan itu cuma satu hal; durasinya kurang!!!