[Review Anime] Tsugumomo

0
8

Konbanwa minna, kembali lagi di review anime saya. Kali ini saya akan review anime Tsugumomo. Seperti  sebelumnya, saya mengingatkan mungkin nantinya akan sedikit mengandung spoiler. Kaprikornus harap dimengerti untuk kalian yang belum menonton anime yang satu ini.  Oke tanpa banyak basa-basi eksklusif saja simak reviewnya^^

Judul : Tsugumomo
Tanggal Rilis : 2 April 2017
Episode : 12
Durasi : 24 Menit per Eps
Genre : Action, Comedy, Supernatural, Ecchi, School, Seinen
Sumber Cerita : Manga
Studio : Zero-G

Sinopsis

Karena mengingatkannya kepada mendiang ibunya, Kagami Kazuya selalu membawa obi peninggalan sang ibu bersamanya. Namun hanya sehabis ia diselamatkan dari serangan mendadak makhluk Amasogi, Kazuya kesudahannya bertemu kembali dengan Kiriha, gadis Tsukumogami atau jelmaan roh penghuni obi tersebut. Dengan adonan kekuatan mereka berdua, Kazuya dan Kiriha kemudian dipercaya oleh Dewi Kukurihime untuk menjalankan kiprah sebagai Susoharai yang harus mengalahkan setiap Amasogi yang muncul di kota mereka.

Jalan Cerita
Cerita anime ini tidak pernah terasa sedang bergerak maju menuju ke suatu ending. Sebagian besar episodenya hanya selalu berupa pertarungan Kazuya dan Kiriha sebagai Susoharai melawan aneka macam Amasogi. Dan juga tidak ada variasi yang cukup menarik pada penulisan kisah yang mengantarkan pertarungan tersebut. Benda yang menjadi asal-usul setiap Amasogi memang berbeda-beda, tetapi teladan jalan ceritanya hampir selalu sama.  Amasogi itu akan membuat kekacauan ibarat binatang liar yang mengamuk, kemudian Kazuya dan Kiriha selanjutnya akan tiba untuk mengalahkannya. Namun, meski ceritanya sendiri masih jauh dari yang terbaik, satu hal yang berhasil anime ini lakukan dengan tepat yakni membuat pondasi yang benar – benar kokoh. Sejak awal anime ini eksklusif membuktikan dengan terang dan singkat baik ihwal apa yang dimaksud Tsugumomo, Tsukumogami, dan seterusnya, maupun ihwal kiprah dan status dari seorang Susoharai. Alhasil, anime ini kemudian bebas mengubah atmosfernya dalam sekejap dari pertempuran yang serius menjadi pertempuran yang jenaka tanpa harus terkesan canggung atau membingungkan, dan hingga pada batas tertentu, hal ini bisa menutupi kekurangannya tadi dari segi teladan cerita. Bentuknya secara keseluruhan mungkin tetap terlalu sederhana dan monoton, tetapi kalau ia bisa terus mengelola dengan cermat bagaimana suasana yang tampilkan di setiap episode, hingga kapanpun anime ini tidak akan terlihat membosankan.

Karakter
Para tokoh anime ini sepertinya dirancang hanya untuk dua hal, yaitu membuat situasi harem di sekeliling Kazuya dan menyajikan komedi slapsticks. Sesekali anime ini mungkin ingin mengindikasikan bahwa terdapat pertumbuhan pada hubungan antara Kazuya dan Kiriha, tetapi selain dari jumlah jurus yang sanggup mereka gunakan, tidak pernah terlihat ada perubahan berarti pada bagaimana cara mereka berdua saling berinteraksi. …. Meski demikian, khusus untuk fungsi yang kedua. Dalam menyajikan komedi, anime ini bisa dikatakan telah menentukan abjad para tokohnya dengan tepat. Kiriha yang selalu berangasan serta dominan, dan Kazuya yang senantiasa siap berperan sebagai objek penderita. Kombinasi mereka mengakibatkan adegan – adegan slapsticks yang tiba kemudian terasa mengalir secara alami. Penonton seakan bisa eksklusif memahami bahwa kekerasan memang merupakan penggalan alami dari komedinya, dan dengan begitu tidak harus merasa kesal walaupun Kiriha terus menyiksa Kazuya. Lalu, dikala anime ini juga menyebarkan kombinasi serupa pada tokoh-tokohnya yang lain, anme ini pun berhasil membangun sebuah komunitas yang sangat pas bagi komedi slapsticks.

Art
Dengan kisah yang lebih cenderung mengutamakan pertarungan para tokohnya, visual yang mendukung tentu menjadi semakin krusial. Syukurlah, animasi dan sinematografi di anime ini bisa menunjukkan dengan baik gaya bertarung Kazuya dan Kiriha yang bergerak cepat dari jarak jauh, sehingga pertarungan mereka pun kemudian selalu terasa seru. Dan, barangkali alasannya sama – sama berdasar pada agresi kekerasan, keunggulan visual anime ini dalam menyajikan penggalan action tadi ternyata juga lantas memberi efek positif pada komedinya yang sebagian besar berwujud slapsticks.

Ost
Lagu pembuka anime ini dinyanyikan oleh Band Ja Naimon dengan Judul “Metamoriser”. Untuk pembukaan animenya cukup cocok dengan animenya, tapi berdasarkan saya , saya lebih pilih lagu Endingnya. Kenapa ? alasannya lagu Endingnya pas buat anime ini, dan lagunya sendiri elok banget berdasarkan saya. Lagu Endingnya dinyanyikan oleh MICHI dengan judul “I4U”. Michi sendiri pernah menyanyikan lagu pembuka buat anime ibarat Dagashi Kashi dan Rokka no Yuusha.

Overall
Jalan Cerita : 7.8 / 10
Karakter : 8 / 10
Art : 8.2 / 10
Ost : 8.5 / 10
Tsugumomo : 8.2 / 10

Anime ini tidak mempunyai kisah yang kompleks atau tokoh – tokoh yang menarik, tetapi hal itu bukan menawarkan bahwa anime ini kurang perencanaan. Bahkan sebaliknya, semenjak awal anime ini sepertinya sudah eksklusif menetapkan kalau hanya akan menyajikan agresi pertarungan dan komedi slapsticks yang menghibur, maka semua persiapan pun dimaksudkan khusus semoga tujuan tersebut sanggup tercapai. Ya, kalau menilainya secara menyeluruh, anime ini memang belum sebagus beberapa anime lain, namun dengan pondasi yang besar lengan berkuasa dan juga berkat proteksi visual yang baik, kalian seharusnya tetap bisa menikmati kombinasi Action dan Comedy yang ia suguhkan.