[Review Anime] Trinity Seven

0
15


Karena saya agak malas, jadi kemungkinan, banyak yang akan saya tidak bahas pada review kali ini, jadi saya ringkas.

Judul : Trinity Seven

Tanggal Rilis : 8 Oktober 2014
Episode : 12
Durasi : 24 Menit per Eps
Genre : Action, Harem, Comedy, Supernatural, Magic, Romance, Ecchi, Fantasy, School, Shounen
Sumber Cerita : Manga
Studio : Seven Arcs Pictures

Sinopsis

Trinity Seven bercerita ihwal Kasuga Arata, kehidupan yang tenang bersama sepupunya harus kandas alasannya yaitu fenomena gila yang ia sadari. Matahari berwarna Hitam yang ia lihat menyadarkan Arata bahwa ia tidak berada didunia yang sebenarnya. Dunia itu ternyata yaitu delusi dari sebuah Grimorie peninggalan sepupunya tersebut.
Lalu kedatangan seorang penyihir berjulukan Lilith Asami yang berasal dari Akademi Penyihir ternama dan menyadarkan Kasuga Arata bahwa sebetulnya Arata yaitu seorang yang dinobatkan untuk menjadi Raja Penyihir Kegelapan. Lilith Asami menunjukkan 2 pilihan kepada Arata, yaitu menyerahkan Grimorie tadi atau Mati. Namun Arata menciptakan pilihan ke 3, yaitu ikut bersama Lilith kedalam Akademi penyihir dan berguru sihir disana.
Akhirnya Lilith Asami menyetujui pilihan itu. Kasuga Arata pun memulai kehidupan barunya didalam sebuah Akademi penyihir. Didalam perguruan tinggi itu terdapat 7 penyihir berpengaruh dengan julukan “Trinity Seven”. Kasuga Arata dituntut untuk menemui ke 7 penyihir itu untuk sanggup berguru sihir dari masing-masig penyihir “Trinity Seven”.

Jalan Cerita

Jujur, saya sedikit lupa episode pertamanya ibarat apa. Yang saya ingat, alurnya terlalu cepat, tiba – tiba saja dimulai dengan kehancuran dunia, eh …, benar ‘kan? Sang tokoh utama dan seorang gadis, sebut saja Arata dan Hijiri sehabis sarapan pagi, tiba – tiba muncul fenomena aneh, kemudian Arata berusaha mencari Hijiri, namun gagal dan insiden itu menciptakan Arata berambisi untuk menyelamatkan Hijiri, alasannya yaitu Arata yakin bahwa Hijiri masih hidup. Kalau tidak salah sih begitu. Dan semua itu terjawab di episode terakhir. Cerita ini memakai alur maju, tidak ada kilas-balik, hanya beberapa adegan yang menciptakan kita berpikir, “Oh, jadi ibarat itu kebenarannya?”
Oh iya, anime ini masuk kategori ecchi. Makara jangan heran kalau tokoh utamanya sedikit sangat mesum.

Karakter

Hmm, sayangnya setiap aksara tidak mempunyai kilas-balik atau latar belakang kehidupannya, padahal kalau ditambah latar belakang, penonton mungkin sanggup lebih memahami “kenapa aksara ini sifatnya ibarat itu?”
Oh, ada salah satu aksara yang diperlihatkan latar belakangnya, yaitu Mira Yamana, tapi tidak panjang dan berdasarkan saya enggak greget. Tapi saya menyukai setiap karakternya, alasannya yaitu dibentuk dengan sifat yang berbeda.

Art

Saya suka Art nya, cara pengambilan gambarnya juga berbeda dari anime yang lain. Saya juga sempat berpikir, “latar belakang grafisnya ibarat 3D tidak, sih?”
Tapi saya suka cara pengambilan gambar ibarat itu. Selain itu, saya merasa beberapa adegan dimana sudut pandang kamera berubah-ubah, Makara kamera menyorot bab depan karakter, kemudian diubah ke bab atas, samping, maupun belakang karakter. Tentu saja sang aksara dalam posisi tidak bergerak, hanya kameranya saja yang berubah sudut pandang. Omong-omong, ini studio Seven Arcs, ya? Saya pikir Madhouse, Art nya sedikit ibarat dengan Mahou Sensou, mungkin alasannya yaitu ada unsur sihir kali, ya.

Ost

Saya menyukai lagu pembuka. Soalnya dibawakan oleh ZAQ dengan judul “Seven Doors”. Tapi untuk lagu epilog saya sering lewatkan, jadi resah mau bilang suka atau tidak. Ada 4 lagu penutupnya malas sebut satu – satu. Dan untuk imbas suara, saya menyukainya, tidak kaku, beberapa adegan juga ditambahkan BGM, meski masih juga ada adegan yang hanya bunyi aksara saja, jadi terdengar sepi.

Overall

Jalan Cerita : 7 / 10
Karakter : 8.2 / 10
Art : 8.5 / 10
Ost : 8.5 / 10
Trinity Seven : 8 /10

Kalau kalian menonton secara pribadi tanpa henti dari episode pertama sampai final niscaya kalian suka. Sayangnya saya nontonnya dulu diselingi dengan nonton Strike Witches. Selain itu, ceritanya juga terlalu cepat, apalagi diakhir episode, saya bahkan sempat berpikir, “Lo, hanya ibarat itu?”.

Tapi saya menikmatinya, yah … adegan mesumnya menjadi nilai plus. Oh iya, kalau kalian penasaran kelanjutannya silahkan nonton movienya yang berjudul Trinity Seven: Eternity Library To Alchemic Girl tapi endingnya gantung.