[Review Anime] Tokyo Esp

0
17

Anime ini hampir ibarat anime Tokyo Ghoul dimana insan dan siluman tidak bisa hidup berdampingan. Hanya saja jikalau Tokyo ESP bukan siluman, melainkan insan esper, yaitu insan yang mempunyai kekuatan supernatural.

Judul : Tokyo ESP
Tanggal Rilis : 12 Juli 2014
Episode : 12
Durasi : 24 Menit per Eps
Genre : Action, Sci-Fi, Comedy, Super Power, Supernatural, Shounen
Sumber Cerita : Manga
Studio : Xebec

Sinopsis
Cerita ilmiah fantasi Tokyo ESP dimulai dari Rinka, seorang gadis Sekolah Menengan Atas sangat miskin yang hidup bersama ayahnya di Tokyo yang modern. Suatu hari, sepulang sekolah, ia ingin sekali mempunyai “pinguin terbang” alasannya ialah itulah ia mengejarnya hingga ke puncak  Menara Tokyo hanya, namun di sana datang – datang muncul “ikan berenang di udara“. Salah satu ikan melewati Rinka dan memberinya kekuatan luar biasa melampaui insan normal, terutama kemampuan untuk menembus benda benda padat.

Jalan Cerita
Ceritanya sendiri anggun cuma kilas balik yang terlalu panjang, episode pertama ialah puncak kisah dilanjutkan episode dua hingga sebelas kilas balik, aku berpikir kenapa tidak dimulai dari episode dua saja? Kan akhirnya ada Kilas Balik didalam Kilas Balik. Yah, tapi berkat itu juga kita jadi menerka-nerka episode dua hingga puncak.

Karakter
Saya pikir setiap abjad mempunyai kekuatan yang berbeda ibarat Hamatora, tapi tidak. Kekuatan tembusnya Rinka saja ada yang memiliki, kemudian kekuatan teleportasi milik Kyoutarou juga dimiliki oleh Minami. Oh, ada juga abjad yang tidak masuk nalar ibarat Peggy si penguin terbang. Dan panda yang ternyata ialah guru dari Ayahnya Rinka. Saya sendiri suka melihat abjad Murasaki Edoyama dan Ayumu Oozora, Murasaki sendiri ialah gadis dari anak geng durjana yang mempunyai kekuatan sanggup melihat masa kemudian dari benda mati dan menyalin gerakan dari orang yang menggunakan benda mati tersebut dimasa lalu, sedangkan Ayumu ialah laki – laki anak dari Ibu yang sekaligus orang yang menentang adanya Esper, Ayumu sendiri mempunyai kekuatan persepsi masa depan, namun hanya beberapa detik masa depan.

Art
Xebec sudah melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Penggambaran abjad juga bagus, bahkan Ayahnya Rinka digambar ibarat mirip X-MAN, tapi itu bagus. Namun, adegan bertarung terkadang ada yang diulang. Seperti gerakan menghindar, menghunuskan senjata, dan beberapa adegan lainnya.

Ost
Menurut aku musiknya tidak ada yang spesial, pengaruh bunyi yang kebanyakan bunyi mesin dan senjata – senjata militer sudah anggun dengan bisa menghidupkan suasana. Mungkin lagu epilog episode pertama yang menciptakan aku terkesan, soalnya terdengar ngeRock.

Overall
Jalan Cerita : 8.5 / 10
Karakter : 8.5 / 10
Art : 7.8 / 10
Ost : 7 / 10
Tokyo ESP : 8 / 10

Saya langsung agak kesal dikala tahu ternyata episode dua dan seterusnya merupakan kilas balik, tapi entah kenapa aku tetap menikmati jalan ceritanya. Soalnya tiap simpulan episode suka bikin ingin tau penonton dan dikala nonton juga enggak sadar sudah 20 menit berlalu. Oh, iya anime ini butuh season 2.