[Review Anime] Tari Tari

0
6

Gak diragukan lagi, Anime bertema musik ini ialah salah satu anime terbaik tahun 2012. Formulanya klasik, yaitu Slice of Life dan School. Jangan tertipu! Anime ini ialah salah satu anime dengan setting dan tema biasa – biasa aja, namun bisa diolah dengan amat sangat baik di tengah serbuan anime – anime yang mengandalkan tema Ecchi, Harem, Loli, dan Moe. Ibarat makanan, sebenernya materi utamanya biasa – biasa aja, gak mahal dan extravagant. Tapi sebab dibumbui dan dimasak dengan sempurna, maka rasanya hmmm…maknyuuuss!! 

Judul : Tari Tari
Tanggal Rilis : 1 Juli 2012
Episode : 13
Durasi : 24 Menit per Eps
Genre : Music, Slice of Life, School
Sumber Cerita : Original
Studio : P.A. Works

Sinopsis

Meski telah menjalani tahun terakhirnya di SMU, tanggapan kesalahan fatal yang beliau lakukan tahun lalu, Miyamoto Konatsu tidak juga diizinkan tampil bersama paduan bunyi sekolahnya. Dia kesudahannya tetapkan membentuk klub sendiri, namun untuk itu beliau membutuhkan empat orang lagi sebagai anggota. Maka, Konatsu pun berusaha mengajak bergabung Sawa yang sedang bingung dengan masa depannya di olahraga berkuda, Wakana yang sudah meninggalkan segala hal ihwal musik, Taichi yang sementara mempersiapkan diri tampil di turnamen badminton, dan Atsuhiro yang gres saja pindah dari Wina.

Jalan Cerita
Menyentuh dan menginspirasi. Meskipun berisi plot yang sudah sangat familiar ibarat membentuk klub gres dan mengumpulkan jumlah minimal anggota, apakah itu sebab unsur urgensi dari waktu yang terbatas ataukah alasan para karakternya yang sederhana, anime ini barangkali merupakan yang pertama yang benar – benar bisa terhubung dengan penontonnya, menciptakan siapapun membayangkan berada di posisi tokoh – tokohnya, memahami perasaan mereka, sehingga kemudian keputusan untuk membentuk klub gres menjadi sangat masuk akal. Temanya yang ihwal paduan bunyi juga cukup unik, setidaknya sanggup memisahkan anime ini dari anime – anime bertema musik lain yang lebih sering menampilkan suatu grup band atau grup idol. Lalu dengan caranya menyelipkan dagelan – dagelan simple namun selalu efektif dan menggabungkan lima dongeng yang berbeda menjadi satu tanpa pernah memutus alur cerita, anime ini mempunyai kualitas storytelling yang sangat memuaskan.

Karakter
Karakterisasi ialah inti yang memungkinkan anime ini berputar. Masing – masing tokohnya mempunyai dongeng sendiri, tetapi juga menjadi salah satu gerigi dari mesin yang menjalankan keseleruhan cerita. Setiap tokoh merupakan satu individu, tetapi pada ketika yang sama merupakan pecahan dari suatu komunitas. Mereka semua sederhana, tetapi juga terasa kompleks sekaligus. Tidak ada yang terlalu menonjol dan tidak ada yang akan seketika mengumpulkan penggemar, Namun interaksi di antara mereka bekerja laksana mantra yang bisa mengundang penonton masuk lebih jauh. Mulai dari Konatsu, anime ini dengan hebatnya memperkenalkan tokoh – tokoh yang lain dalam cara yang begitu halus sehingga perpindahan fokus dari satu tokoh ke tokoh lain terasa benar – benar alami. Singkatnya, anime ini tidak pernah terasa ibarat rangkaian lima dongeng dari lima tokoh berbeda yang tersusun berurutan, tetapi satu struktur dongeng dengan lima sisi yang selalu saling terhubung.

Art
Visual anime ini sangat sempurna. Meski tidak ada apapun yang secara khusus mencolok ataupun unik, animasinya mengalir lancar, backgroundnya mendetil dan proporsional, sementara sinematografinya selalu terasa tepat. 

Ost
Karena tema animenya ialah ihwal musik (dan fokus ke temanya itu benar – benar bagus), maka jangan heran jika kalian akan menemui banyak lagu yang indah di anime ini. Gak cuma Opening atau Endingnya, beberapa insert song yang ada pun nggak kalah bagusnya. Banyak lagu yang dinyanyikan bareng – bareng ala choir, dan itu nilai tambah buat saya. Dreamer dari AiRI juga berhasil menguasai playlist saya. 

Overall
Jalan Cerita : 10 / 10
Karakter : 10 / 10
Art : 9.2 / 10
Ost : 9.5 / 10
Tari Tari : 9.8 / 10

Sederhana dan sudah biasa, ialah mungkin kesan pertama yang anda dapatkan dari anime ini. Namun justru dari kesederhanaan tersebut anime ini kemudian mengatakan kualitas storytelling yang sangat jarang ditemukan di dunia anime. Kemampuannya untuk mengangkat lima abjad sekaligus sebagai inti dongeng sambil tetap menjaga mereka dalam satu kesatuan yang tidak terpisahkan merupakan suatu hal yang tidak gampang dicapai.