[Review Anime] Taimadou Gakuen 35 Shiken Shoutai

0
41

Sebenarnya saya tidak ada niat untuk menonton anime ini. tapi lantaran ingin tau di salah satu group banyak yang nyebar spoiler ceritanya jadi saya kesannya saya tonton. Kenapa saya tidak tertarik lantaran Taimadou Gakuen 35 Shiken Shoutai  ini, lantaran anime ini bergenre Harem dan dan saya gak terlalu suka sama anime Harem. 

Judul : Taimadou Gakuen 35 Shiken Shoutai
Tanggal Rilis : 8 Oktober 2015
Episode : 12
Durasi : 23 Menit per Eps
Genre : Action, Ecchi, Fantasy, Harem, Military, Romance, Supernatural
Sumber Cerita : Light novel
Studio : Silver Link.

Sinopsis

Demi mengumpulkan uang, Kusanagi Takeru berlajar di Taimadou Gakuen untuk menjadi Itan Shinmonkan yang bertugas mengawasi para penyihir. Namun, dikala semua murid lain memakai senjata api, Takeru yang masih bertarung dengan mengandalkan ilmu pedang kesannya hanya selalu menjadi materi cemoohan, terlebih dengan Peleton 35 yang beliau pimpin juga belum pernah berhasil menuntaskan satu pun misi. Pada suatu hari, Peleton 35 datang – datang mendapatkan anggota baru, yaitu Ootori Ouka, seorang Itan Shinmonkan muda dan berbakat yang sedang dieksekusi dan diperintahkan kembali ke akademi, tetapi meski Takeru segera menerimanya sebagai rekan, Ouka cuma menanggap mereka rintangan dalam misi pribadinya untuk menghabisi semua penyihir.

Jalan Cerita
Apa yang istimewa dari Peleton 35? Hanya menurut judul anime ini, seharusnya ada sesuatu yang khas atau setidaknya menarik untuk diikuti pada mereka, bukan? Namun, di sini tidak ada. Jangankan kekhasan mereka, anime ini bahkan nyaris tidak mengungkap apapun wacana Peleton 35 … dan sempurna di situlah letak masalahnya. Setiap chapter di dalam dongeng sesungguhnya yaitu introduksi atas latar belakang para anggota Peleton 35, tetapi anehnya, anime ini tidak pernah benar – benar bicara wacana Peleton 35. Di sini mereka menyebutkan bahwa rekam jejak mereka sangat buruk, namun ternyata hal ini sama sekali tidak berarti apa – apa. Mereka tidak pernah menjelaskan mengapa rekam jejak tersebut bisa menjadi sangat jelek (apakah hanya lantaran Takeru memakai pedang?) ataupun menawarkan upaya Peleton 35 untuk memperbaikinya. Bahkan, juga tidak pernah menerangkan baik sistem yang mengatur Itan Shinmonkan dan Taimadou Gakuen maupun permusuhan mereka dengan para penyihir, sehingga keseluruhan setting-nya pun terasa meragukan. Mengapa para murid di sekolah tinggi bisa melaksanakan misi di lapangan dengan bebas layaknya Itan Shinmonkan yang profesional? Jika semua orang boleh menentukan misi apa saja yang mereka inginkan, apa gunanya ada akademi? Dan mengapa para penyihir begitu ditakuti hingga pasukan khusus Itan Shinmonkan harus dibentuk? Karena lebih terfokus pada drama personal daripada status para tokohnya, masing – masing chapter masih bisa menjadi kisah yang bagus, maka seandainya memakai setting yang lebih sederhana, anime ini barangkali juga akan jauh lebih baik. Namun, sebagai sebuah serial, secara keseluruhan anime ini tidak mempunyai cukup depth sehingga masih terkesan menyerupai karya amatiran yang dibuat dengan asal-asalan.

Karakter
“Demi mengalahkan musuh, apakah kamu bersedia membuang kemanusiaanmu?”…. Pertanyaan dari Lapis ini bukan pertanyaan yang gampang. Kecuali telah memikirkannya dengan matang dan mempunyai tekad yang sudah bulat, seharusnya berat bagi siapapun untuk menjawab. Maka, dikala Takeru kemudian menyetujuinya hanya untuk Ouka, seketika muncul rasa heran. Kenapa Takeru melakukannya? Apakah Ouka yaitu seseorang yang begitu penting baginya? Anime ini tentu akan mengiyakan, tetapi ternyata Takeru menganggap Ouka cuma sebagai rekan seperjuangan, dan bagaimanapun anime ini berusaha meyakinkan yang sebaliknya, sulit mendapatkan bahwa Takeru memang punya alasan yang cukup kuat, terlebih lantaran Ouka sendiri gres saja masuk menjadi anggota Peleton 35. …. Pada akhirnya, pertanyaan tadi tidak berperan banyak, alasannya yaitu juga tidak pernah dijelaskan bagaimana sesungguhnya Takeru membuang kemanusiaannya, namun ini yaitu menerangkan awal bahwa anime ini sangat memaksakan pandangan gres wacana rekan seperjuangan. Takeru merupakan yang pertama, kemudian dilanjutkan Ouka yang eksklusif bisa mengabaikan dendam yang sudah usang beliau simpan, Mari yang mendadak melupakan janjkematian teman – teman yang begitu beliau sayangi, dan seterusnya. Tidak ada dilema seandainya Peleton 35 memang sudah semenjak usang berjuang bersama, tetapi cara anime ini yang dengan begitu simpel menggunakannya sebagai pemicu perubahan pada para tokohnya terasa sangat menyepelekan aksara mereka. Yang semakin patut disesalkan, tokoh – tokoh tersebut bekerjsama mempunyai kisah latar yang cukup mendalam dan bahkan emosional, namun bila semua hal yang menghantui mereka dan semestinya menciptakan mereka senantiasa resah ternyata sanggup segera diatasi cukup dengan menjadi anggota Peleton 35, kisah latar itu pun seketika kehilangan makna pentingnya.

Art
Adegan pertarungannya cukup memuaskan, terutama dengan visualisasi dari kekuatan sihir yang terlihat indah, tetapi ironisnya, untuk gerakan yang lebih sederhana, anime ini justru seolah tidak bisa menampilkannya dengan baik. Pada sebagian animasi CG, contohnya, gerakan para tokohnya tampak asing dan bahkan membingungkan. Namun, meski demikian, mengingat bahwa ceritanya lebih cenderung ke arah drama, anime ini bekerjsama tidak membutuhkan visual yang luar biasa, maka baik kelebihan maupun kekurangannya pada kesannya tidak kuat banyak.

Ost
Saya gak terlalu suka dengan Openingnya, tapi saya suka dengan lagu penutupnya yang dibawakan Itou Kanako, “Calling My Twilight” menjadi salah satu lagu favorit saya, bukan hanya lantaran tema yang dibawakannya. Iramanya kayak, betul – betul pas sebagai epilog tiap episode. Untuk kualitas audionya yang benar – benar kuat, baik dari segi seiyuu maupun BGM.

Overall
Jalan Cerita : 6.2 / 10
Karakter : 6 / 10
Art : 7.8 / 10
Ost : 8.8 / 10
Taimadou Gakuen 35 Shiken Shoutai : 7 / 10

Potongan – potongan dongeng yang mengungkap masa kemudian para tokohnya memang masih lumayan, tetapi gabungkan mereka ke dalam satu serial, dan kekurangan anime ini pun akan segera tampak. Setting yang tidak terang menimbulkan bahkan keberadaan Peleton 35 terasa meragukan, dan aksara tokohnya yang berubah dengan sangat simpel mengakibatkan masa kemudian tadi hampir sama sekali tidak berarti apa – apa. Meski kalian mungkin tetap bisa menemukan sesuatu untuk dinikmati, anime ini tidak akan pernah bisa memberi kepuasan secara menyeluruh.