[Review Anime] Sukitte Ii Na Yo.

0
16

Kali ini saya akan mereview anime Romance trend Fall 2012, satu trend dengan anime Romance lainnya menyerupai Chuunibyou Demo Koi ga Shitai dan juga Sakurasou no Pet na Kanojo. Oh iya, anime Romance kali ini mempunyai Drama yang cukup kental, jadi kalau kalian bukan tipikal pecinta Drama, mending gak usah nonton anime ini haha…

Judul : Sukitte Ii na yo.
Tanggal Rilis : 7 Oktober 2012
Episode : 13
Durasi : 24 Menit per Eps
Genre : Romance, School, Shoujo
Sumber Cerita : Manga
Studio : Zexcs

Sinopsis
Anime ini bercerita perihal Tachibana Mei yang sudah menjomblo selama 16 tahun. Boro – boro punya pacar, punya temen aja kaga. Tapi yang dilakukannya ini bukanlah tanpa alasan. Ini semua terjadi sesudah suatu insiden di masa kecilnya, Tachibana Mei tetapkan bahwa beliau tidak membutuhkan teman-teman yang hanya akan berkhianat demi menyelamatkan diri mereka sendiri. Namun semuanya berubah ketika negara api menyerang bertemu dengan Kurosawa Yamato, perjaka gahoel yang paling terkenal di sekolahnya, lewat suatu pertemuan yang unik. Lewat pertemuannya dengan Yamato, perlahan-lahan Mei pun sadar kalo di dunia ini masih ada orang yang bisa beliau percaya. Maka Mei kemudian mulai berguru untuk membuka diri kembali, meskipun, alasannya sudah terlalu usang tertutup, beliau tidak pernah berhenti curiga bahwa suatu ketika Yamato juga akan meninggalkannya.

Jalan Cerita 

Ntah sudah berapa banyak anime diluar sana yang mengambil tema percintaan antara perjaka yang terkenal dengan cewek penyendiri ataupun sebaliknya, begitupun dengan Sukitte Ii na Yo. Oke kini saatnya bahas aspek yang membedakan anime ini dengan anime Romance lainnya. Jika anime Romance pada umumnya itu mempunyai konsep dongeng perihal “bagaimana menjalin suatu hubungan”, maka ada sedikit perbedaan dengan Sukitte Ii na Yo, alasannya anime ini membahas perihal “bagaimana menjaga suatu hubungan”. Oleh alasannya itu, dari 13 episode yang ada, Sukitte Ii na Yo punya cukup banyak konflik yang mereka coba sajikan ke penonton. Hanya saja, konflik – konflik tersebut cenderung dangkal dan gampang untuk diprediksi. Tidak ada sesuatu yang “wah” yang menciptakan anime ini gampang diingat. Namun, dibalik konflik tersebut, mereka mencoba menyajikan hal yang menarik untuk ditonton, yaitu perihal “seperti apa sih bahu-membahu sobat itu”. Dan ini maknanya cukup dalam, alasannya menyangkut problem yang sering kali terjadi di kehidupan sehari-hari. Dikhianati, dipermalukan, dimanfaatkan, ada banyak alasan bagi seseorang untuk menutup diri dan tidak percaya dengan orang lain di sekitarnya. Meski sekilas terlihat hanya menyerupai kisah romantis biasa, anime ini bahu-membahu punya dongeng yang lebih dalam, yaitu perihal orang – orang yang tersakiti, menyerupai Mei yang dijadikan kambing hitam atas final hidup kelinci di sekolahnya, Asami yang diolok-olok alasannya bentuk tubuhnya, atau Aiko yang diduakan oleh kekasihnya. Anime ini bercerita perihal bagaimana mereka berguru menumbuhkan rasa percaya kepada diri mereka sendiri dan juga kepada orang lain. Memang masih terdapat tanda – tanda umum dari suatu kisah romantis biasa, menyerupai tokoh – tokoh gres yang mendadak muncul untuk menjadikan problem yang dibuat-buat, tetapi seolah mengerti bahwa hal ini hanya akan berdampak buruk, anime ini segera membatasi tugas tokoh – tokoh tersebut, sehingga ceritanya pun lebih cenderung terasa colourfull daripada terlalu dipanjang-panjangkan. 

Karakter
Bagaimana cara menyelamatkan seorang gadis dari Stalker? Menurut Yamato, cium beliau di depan umum. Bagaimana cara menghibur seorang gadis yang gres saja diputuskan? Menurut Yamato, tidur dengannya supaya beliau tidak merasa tidak berharga. Meskipun kemudian coba dijelaskan sebagai kenaifan dalam memahami hati perempuan, prinsip ‘kebaikan hati’ Yamato tersebut lebih menyerupai ‘kelicikan’ yang memanfaatkan situasi, sehingga rasanya benar – benar konyol ketika anime ini justru ingin menggambarkannya sebagai sesuatu yang romantis. Begitupun dengan Tachibana Mei, digambarkan sebagai cewek yang bersikukuh untuk tidak mencari teman, alasannya beliau punya prinsip bahwa kalau punya sobat itu akan menyakitinya, dari sini kita bisa liat bahwa akan ada development yang menarik pada diri Mei. Namun disisi lain, sifat terlalu pemaaf dari Mei ini menciptakan konflik yang ada menjadi terlihat sangat sepele. Okelah bisa dimengerti kalau Mei menyerupai itu alasannya beliau tidak mau “kehilangan korelasi pertamanya”, namun disisi lain gak tau kenapa cara beliau memaafkan si brengsek Yamato itu asing banget. Namun ini hanyalah sebagian kecil, sementara di bab lain anime ini berhasil menjelaskan para karakternya dengan sangat baik. Masing – masing diberikan latar belakang dan cukup alasan sehingga keresahan mereka begitu gampang dimengerti. Dan walaupun tema bullying mungkin akan terasa terlalu sering dan berulang-ulang, hal tersebut justru hanya menjadikan kecenderungan mereka untuk berkumpul dan saling mencari derma semakin masuk akal.

Art
Ada 1 hal yang cukup mengganggu bagi saya, yaitu desain huruf untuk huruf perjaka (Kurosawa Yamato & Takemura Kai), tepatnya pada bab rambutnya. Sebenernya rada gak penting dibahas juga sih, tapi gak ada salahnya juga kan?. Well saya ngerti kok kalau ini anime Shoujo, jadi cukup masuk akal kalo huruf perjaka dibentuk untuk menarik perhatian dari fans cewek. Tapi kan setting kawasan anime ini yaitu di suatu sekolah, harusnya desain karakternya menyesuaikan dengan setting kawasan yang diambil. Jujur saja, pas nonton saya selalu ngegerutu sendiri, “Loh emang sekolah di Jepang gak ada peraturan soal rambut ya”. Gak tau kenapa kenapa saya cukup terganggu dengan hal sepele menyerupai itu. Disamping hal itu tidak ada yang terlalu istimewa dengan visual anime ini, tetapi anime ini tetap berhasil mendukung ceritanya dengan baik, terutama dari segi emosional. Tatapan hambar dari belakang bahu, atau dingklik kesepian di tengah koridor, sinematografi bisu semacam ini bisa membantu penonton untuk memahami keterasingan yang diderita para karakternya. 

Ost
Opening Theme: “Friendship for Sukitte Ii na yo” by Ritsuko Okazaki dan Ending Theme: “Slow Dance” by Suneohair. Saya cukup menyukai lagu OST dari anime ini, terutama lagu Openingnya. Terdengar cute banget.

Overall

Jalan Cerita : 6.5 / 10
Karakter : 6 / 10
Art : 7 / 10
Ost : 8 / 10
Sukitte Ii na yo. : 6.8 / 10

Terlepas dari kekurangannya, Sukitte Ii na yo tetap enjoyable untuk ditonton kok. Terutama bagi kalian para pecinta anime bergenre Romance dan Drama. Hanya saja, kalau berdasarkan saya pribadi, tidak ada hal istimewa yang menciptakan Sukitte Ii na yo bernilai lebih bila dibandingkan dengan anime Romance lainnya.