[Review Anime] Sora No Method

0
15

Kali ini aku akan mereview Sora no Method yang katanya “Anime membosankan”. Yah, pendapat setiap orang berbeda-beda. Saya juga belum sanggup bilang bila anime Sora no Method bagus, sih.

Judul : Sora no Method
Tanggal Rilis : 5 Oktober 2014
Episode : 13
Durasi : 24 Menit per Eps
Genre : Slice of Life, Drama, Fantasy, School
Sumber Cerita : Original
Studio : Studio 3Hz

Sinopsis
Komiya Nonoka dan ayahnya kembali ke Kota Kiriyako sehabis tujuh tahun. Di rumah usang mereka, seorang gadis kecil misterius berjulukan Noel sudah menunggu. Dia tampaknya mengenal Nonoka, tetapi Nonoka merasa tidak pernah bertemu dengan gadis tersebut. Sampai kemudian ingatannya mendadak terbawa ke hari terakhir sebelum mereka sekeluarga pindah ke Tokyo. Tepatnya ketika Nonoka dan empat orang temannya (Togawa Shione, Shiihara Koharu, Mizusaka Yuuzuki dan Mizusaka Souta) melaksanakan suatu ritual di observatorium renta biar permohonan mereka terkabul. Sejak hari itulah, Noel dan sebuah cakram raksasa muncul di Kiriyako. Dan alasannya kini Nonoka telah kembali, akibatnya datang ketika bagi Noel untuk mengabulkan permohonan tersebut.

Jalan Cerita
Memang pada awalnya sedikit …, tidak, banyak hal yang menciptakan aku bingung. Tapi aku mulai paham ketika melihat Shione Togawa. Dia yakni huruf menjengkelkan disetiap episode. Tapi aku mengerti perasaannya. Perkenalan dongeng berdasarkan aku agak kurang, soalnya penonton masih dibentuk galau dan dipaksa untuk memikirkan, “Ini sebetulnya dongeng apa?”. Masuk episode 3 mulai paham, dengan dimulainya Nonoka yang telah mengingat sedikit demi-sedikit bila beliau pernah tinggal. Kalau dibandingin, mungkin ceritanya menyerupai anime Ano Hi Mita Hana no Namae wo Bokutachi wa Mada Shiranai. Dimana Meiko Honma (Menma) akrab dengan Jinta. Sedangkan di Method sendiri, Menma = Noel, dan Jinta = Nonoka, dimana keberadaan Nonoka sulit diterima oleh teman-temannya, sama halnya dengan Jinta di Ano Hana. Hanya saja, berbeda konflik, di Method lebih ke duduk kasus pertemanan. Dan berdasarkan aku cukup, tidak elok banget atau jelek, tapi cukup.

Karakter
Sifat huruf agak sulit ditebak, soalnya pengenalan yang kurang. Makara penonton dipaksa menebak dongeng dari setiap karakter. Saya ambil teladan Yuzuki Mizusaka, huruf tersebut datang – datang saja mempunyai duduk kasus tanpa adanya sebuah klarifikasi yang signifikan. Dan pada akhirnya, duduk kasus terselesaikan dengan cukup gampang namun dengan cara yang sulit alasannya memang sifat Yuzuki yang egois. Belum lagi huruf lain, yaitu Shione Togawa, yang mempunyai duduk kasus tanpa tahu pemicunya. Tapi bila aku boleh menebak. Ini soal kedekatan Shione dengan Nonoka, 7 tahun lalu, mereka sangat dekat, bahkan sampai episode 6, Shione masih menyimpan foto 7 tahun kemudian di rumahnya. Hanya saja, foto itu terbalik, seakan Shione tidak ingin melihatnya dan berusaha melupakan. Intinya, Shione membenci Nonoka yang 7 tahun kemudian datang – datang menghilang (pindah tanpa memberitahu) dan kini datang – datang muncul kembali di kota itu, dan melupakan semua temannya. Bahkan ketika Nonoka mulai mengingat teman-temannya, Nonoka tetap melupakan kenangan yang dilalui bersama Shione. Oh iya. Sampai lupa wacana Noel. Noel yakni huruf yang sampai episode 6 belum tahu sebetulnya apa tujuannya. Tapi, bila dilihat tampaknya Noel mempunyai suatu “rahasia” yang belum terungkap.

Art

Soal grafis aku enggak mau banyak kata – kata, pada dasarnya grafisnya The Best! Lah. Dan yang paling aku suka yakni backgroundnya yang dipenuhi dengan pemandangan indah.

Ost
Saya suka lagu pembukanya, “Stargazer” yang dibawakan Larval Stage Planning. Begitu juga lagu penutup, “Hoshikuzu no Interlude” oleh fhána. Efek bunyi yang diberikan juga tidak terlalu ekstrim, mungkin alasannya ini anime wacana drama persahabatan.

Overall
Jalan Cerita : 8 / 10
Karakter : 7 / 10
Art : 9.5 / 10
Ost : 7 / 10
Sora no Method : 8 / 10

Bagaimana ya bilangnya …, aku nonton tapi banyak perasaan jengkel yang keluar, alasannya sifat huruf yang lamban dan ngeyel. Tapi, berdasarkan aku masih lebih baik ini dibanding Glasslip yang sampai kini aku masih belum mengerti jalan ceritanya secara signifikan.