[Review Anime] Shimoneta To Iu Gainen Ga Sonzai Shinai Taikutsu Na Sekai

0
18

Shimoneta yakni anime dengan konsep yang unik. Penulis Light Novel-nya: Hirotaka Akagi dengan cerdas memposisikan Shimoneta sebagai karya sindiran mindset orang Jepang dikala ini. Mungkin ini sulit dipercaya oleh kalian tetapi Jepang, walaupun memproduksi JAV, Hentai, dan berbagai hal – hal berbau seks lainnya, yakni bangsa yang cukup konservatif untuk hal menyerupai ini.

Judul : Shimoneta to Iu Gainen ga Sonzai Shinai Taikutsu na Sekai

Tanggal Rilis : 4 Juli 2015
Episode : 12
Durasi : 23 Menit per Eps
Genre : Comedy, Ecchi, School
Sumber Cerita : Light novel
Studio : J.C.Staff

Sinopsis

Enam belas tahun sehabis “UU Ketertiban Umum dan Persus Pengasuhan Anak” yang melarang penggunaan bahasa garang di negeri ini diberlakukan, Okuma Tanukichi pun masuk ke sekolah yang populer dengan tingkat moralitasnya yang tertinggi di Jepang dan diundang ke dalam SOX oleh pendirinya sendiri, Kajou Ayame. Sebagai anggota yang dipaksa bergabung oleh Ayame, Tanukichi pun jadi ikut andil dalam perbuatan tidak senonoh terhadap ketua OSIS yang berbakat, yakni Anna (Orang yang Tanukichi taksir).

Jalan Cerita

Konsep kisah ini cukup unik, bila dibandingkan mungkin sama dengan Seitokai Yakuindomo. Maksud saya sama dalam hal joroknya. Namun hal joroknya terlalu ekstrim. Bagaimana tidak, anime ini bahkan lebih mendekati Hentai daripada hanya dibilang “Ecchi” atau sebut saja anime mesum dalam dosis sedang. Tapi ini …? Takarannya sudah tinggi, walaupun cuma sebatas berkata hal – jorok. Selain itu, maksud unik disini yakni kisah yang tidak mengecewakan tidak biasa. Dimana semua orang yang berkata/menyebut, menggambar, membentuk, melaksanakan hal mesum dalam bentuk apa pun akan ditangkap oleh pihak berwajib. Pemberlakuan ini sudah dilakukan selama satu dekade lebih. Namun, ada seorang teroris cabul yang disebut sebagai Medan Salju Biru. Dia yakni seorang perempuan yang menentang adanya aturan dilarang berkata jorok. Dalam aksinya, ia menutupi wajahnya dengan celana dalam, bahkan selalu berbicara kotor, tidak … lebih tepatnya melawak jorok. Selain itu ada perguruan tinggi Tokioka yang yakni perguruan tinggi moralisi paling elit di Jepang. Yang ternyata teroris tersebut yakni salah satu pelajar dari perguruan tinggi Tokioka, dan dimulailah agresi membuatkan hal mesum ke semua orang di Jepang.

Karakter

Dimulai dari sang tokoh utama, Tanukichi Okuma. Dia yakni berilmu balig cukup akal dengan tingkat moral dan moral terendah, dengan kata lain ia mengerti apa yang dibicarakan oleh sang teroris dikala berbicara kotor. Namun berkat itu, ia pribadi menjadi anggota OSIS yang diketuai oleh Anna yang dimana ia yakni perempuan yang memang ingin Tanukichi temui, lebih tepatnya Tanukichi kagumi. Makanya ia masuk perguruan tinggi Tokioka. Karakter Anna sendiri yakni abjad yang benar – benar polos, maksud saya ia sama sekali tidak paham mengenai hal yang tidak senonoh. Namun alasannya yakni kepolosannya tersebut, ia yakni bintang abjad di episode – episode berikutnya. Kalian niscaya bakal paham maksud saya bila sudah menontonnya!. Dan, ada juga Ayame Kajou, yang ternyata ia yakni “Medan Salju Biru”, si teroris. Karena ulahnya, Tanukichi pun kesudahannya menjadi rekannya dan resmi menjadi teroris dagelan selangkangan. Bahkan tidak hingga di situ, bergabung lagi satu abjad berjulukan Otome Saotome. Dia andal menggambar, bahkan oleh Ayame ia dimanfaatkan untuk menggambar hal tidak senonoh. Omong – omong, mereka (teroris) menyebut dirinya organisasi “SOX”. Selain itu, SOX pun tidak hanya merekrut satu anggota, di episode 7 jikalau tidak salah lihat dari cuplikannya muncul lagi perempuan berjulukan Kosuri Onigashira. Oh iya, saya lupa satu karakter, ia yakni Raiki Gouriki, yang sering dipanggil gorila. Dan yang paling mengejutkan di episode sekian sikapnya bermetamorfosis homo!

Art

Entah kenapa penggambaran abjad dari Anna Nishikinomiya menyerupai dengan anime Ore no Kanojo to Osananajimi ga Shuraba Sugiru. Atau cuma firasat saya saja? Saya lagi malas cek di MAL soalnya.

Ost

Lagu Pembuka: B Chiku Sentai SOX oleh SOX dan Lagu Penutup: Inner Urge oleh Sumire Uesaka. Entah kenapa saya lebih suka mendengarkan lagu penutupnya, meski saya tidak dapat menyampaikan bahwa lagu pembukanya tidak yummy didengar. Omong – omong, saya suka dikala adegan dipenghujung episode satu. Itu, lo, yang dikala proses penyatuan lalat. Di situ BGM-nya menggelegar, benar – benar bikin hidup.

Overall

Jalan Cerita : 9 / 10
Karakter : 8.5 / 10
Art : 7 / 10
Ost : 8 / 10
Shimoneta to Iu Gainen ga Sonzai Shinai Taikutsu na Sekai : 8 / 10

Meski anime ini diberi peringatan alasannya yakni banyak adegan yang terlalu ekstrem, tapi komedinya benar – benar bikin ngakak. Apalagi episode 4 yang benar – benar memperlihatkan bagaimana abjad Anna yang sesungguhnya.