[Review Anime] Shigatsu Wa Kimi No Uso

0
6

Sebenernya anime ini udah aku tonton episode 1-nya pas ongoing. Namun sebab firasat aku menyampaikan ‘ada hal buruk di sini’ (pikiran aku ke arah netorare, PHP, atau friendzone yang nyebelin), makanya aku stop nonton sesudah episode 1. Setelahnya aku masih donlot sampe episode 7, TAPI nggak ditonton juga.
Berhubung libur, aku eksklusif langsung nonton maraton 22 episode. Saya bener – bener nggak menyesal nonton dalam sekali hantam. Firasat buruk aku juga runtuh total sebab terbukti nggak ada satu pun elemen yang aku sebutkan tadi.

Judul : Shigatsu wa Kimi no Uso

Tanggal Rilis : 10 januari 2014
Episodes : 22
Duration : 22 min per Eps
Genres : Drama, Music, Romance, School, Shounen
Sumber Cerita : Manga
Studio : A-1 Pictures

Sinopsis

Shigatsu wa Kimi no Uso atau kalau di terjemahkan kedalam bahasa indonesia yaitu Kebohonganmu di Bulan April . Diadaptasi dari manga yang ditulis oleh Naoshi Arakawa, serta di garap oleh studio A-1 Pictures sebagai seri anime TV. Anime ini telah mendapat banyak kebanggaan dan kesan yang baik dari penonton, apalagi kejutan kejutan di final anime. Anime ini mengisahkan seorang pelajar Sekolah Menengan Atas yang berjulukan Kousei Arima. Dia yaitu siswa yang cerdas, waktu kecil beliau yaitu anak yang berbakat dalam permainan piano, Kousei telah banyak memenangkan kompetisi dan lomba bermain piano, ibunya yang seorang guru piano sangat keras dalam mendidik anaknya. Sampai jadinya ibunya meninggal, Sejak ketika itu Kousei tidak pernah berani menyentuh piano.Tapi suatu hari, Kousei di ajak oleh ke dua temannya untuk bertemu dengan seorang gadis manis yang cendekia bermain biola, beliau yaitu Kaori Miyazono. Kaori sangat tertarik kepada Kousei, sebab Kousei sebelumnya yaitu idola dari para pemain musik. Sejak pertemuan itu, kehidupan Kousei menjadi lebih rumit, sebab Kaori selalu memaksa Kousei untuk kembali bermain piano lagi.

Jalan Cerita

Awalnya aku kira anime ini hanya menceritakan romantis antara protagonist dengan heroin sebab ketika di awal – awal kita diperlihatkan bagaimana terjadinya kisah romantis “Triangle love” antar sahabat. Lamban kian waktu jadinya muncul juga inti kisah anime ini, kita diperlihatkan bagaimana cara seorang protagonist kembali kedunia musisinya dengan santunan sang heroin. Belajar dari awal, berkompetisi dari awal itulah yang kita rasakan dalam anime ini. Pengembangan karakternya cukup bagus pada protagonist ini, dari yang stress berat berat hingga dapat melupakan dan bermain piano lagi. Banyak sekali kejadian yang tidak terduga pada sang protagonist, kejadian – kejadian tersebut menimbulkan rasa kesedihan didalam hati kita sebab menjadi seorang profesional pianist itu tidak segampang yang kita bayangkan (Jangan melihat buku dari sampulnya). Seiring berjalannya waktu kisah “menjadi seorang pianist” hilang seketika kita diahlikan ke kisah romansa para sahabat dan tentunya difokuskan ke heroin. Tidak diperlihatkan bagaimana pengembangan dari masing – masing karakter, cuma sebentar dan itu kurang ditangkap bagi para penonton. Cerita terasa dingin di tengah jalan …, tadinya kita diperlihatkan bagaimana menjadi seorang pianist dan violin kemudian hingga jadinya ceritanya bermetamorfosis sebuah “kebohongan” yang dijalankan pada sang heroin.

Karakter

Ada 4 protagonist dalam anime ini, yakni Arima,Kaori,Tsubaki dan Ryouta. Awal kisah kita diyakinkan bahwa Arima itu seorang profesional dan memiliki talenta semenjak kecil namun sebab kejadian yang tidak terduga ia mengalami stress berat berat dan hingga jadinya ia tidak dapat mendengar bunyi piano yang dimainkannya. Dua tahun sudah berlalu, ia sudah Sekolah Menengah Pertama ditemani dengan Tsubaki dan Ryouta yang juga merupakan sahabat masa kecilnya. Hari demi hari mereka lewati bersama tanpa ada problem sekalipun namun suatu hari ketika mereka pulang bersama Tsubaki memberitahu kepada Arima bahwa dunia yang sedang dialami Arima yaitu dunia tanpa warna sebab Arima tidak tahu kemana masa depannya, ia berhenti menjadi pemain piano tapi ia menyukai lagu/suara piano yang sedang dimainkan oleh orang lain, itu sama saja dengan samar – samar. Suatu hari munculah wanita violin yang manis berjulukan Kaori, dengan kehadiran wanita tersebut kehidupan Arima lebih menjadi bewarna. Tiap kali ada kompetisi yang berkaitan dengan piano dan biola niscaya Arima akan diseret ole Kaori.

Art

Masih nggak puas dengan Art dari studio A-1 Pictures yang cerah berwarna-warni plus penggambaran background yang luar biasa?. Desain karakternya juga baiklah – oke, dengan ekspresi yang lebih realistis dibanding anime kebanyakan (yang seringkali lobang mulutnya super imut). Buat yang nggak suka, itu murni problem selera.

Ost

Opening theme 1 yang berjudul “Hikaru Nara” dari Goose House, sukses bikin aku jatuh hati dalam sekejap. Di antara soundtrack opening dan ending, aku pribadi paling suka dengan yang ini. Bukan berarti sisanya buruk – jelek, cuma kuping aku menentukan OP 1 sebagai yang paling lezat untuk didengerin. Ditambah lagi dengan ED 2 yang berjudul “Orange” dari by 7!! Yang menciptakan orang mendengarnya bakal dibentuk baper habis-habisan.

Overall

Jalan Cerita : 9.5 / 10
karakter : 9.2 / 10
Art : 9.2 / 10
Ost : 9.7 / 10
Shigatsu wa Kimi no Uso : 9.5 / 10

Anime ini sangat direkomendasikan untuk para pecinta anime drama, penikmat anime bertopik musik, serta siapapun yang lagi nyari anime yang mampu bikin nangis penontonnya.