[Review Anime] Saijaku Muhai No Bahamut

0
22

Anime yang akan saya review kali ini, Saijaku Muhai no Bahamut, memang sekilas sangat menyerupai dengan Infinite Stratos, terutama sebab mereka juga memakai semacam mecha battle suit yang disebut dengan Drag-Ride.

Judul : Saijaku Muhai no Bahamut

Tanggal Rilis : 11 Januari 2016
Episode : 12
Durasi : 23 Menit per Eps
Genre : Action, Harem, Supernatural, Romance, Ecchi, Fantasy, Mecha, School
Sumber Cerita : Light novel
Studio : Lerche

Sinopsis

Menceritakan wacana Lux, mantan pangeran Kerajaan Arcadia yang digulingkan melalui perebutan kekuasaan lima tahun sebelumnya. Lux yang kini menjadi pesuruh demi membayar hutang kepada Kerajaan gres untuk pengampunan atas nyawanya, kini melaksanakan pelanggaran di tempat permandian asrama wanita, ia melihat Putri Kerajaan Baru Lisesharte telanjang, dan membuatnya sangat marah. Lisesharte kemudian menantang Lux untuk duel Kiryuu. Kiryuu yaitu senjata mekanik lapis baja kuno yang telah digali dari reruntuhan di seluruh dunia. Lux dulu disebut sebagai Drag-Knight terkuat, tapi kini ia dikenal sebagai Drag-Knight yang “paling lemah dan tak terkalahkan”. Hal tersebut di sebab ia benar-benar tidak menyerang dalam pertempuran. Setelah duel dengan Lisesharte, Lux balasannya masuk menjadi murid di perguruan tinggi perempuan yang melatih darah biru menjadi Drag-Knight.

Jalan Cerita

Bercerita wacana Lux Arcadia yang mantan pangeran dan mempunyai kekuatan suci yang tiba ke sekolah khusus perempuan untuk bekerja, eh malah jadi murid. Oh, iya, hingga lupa. Setiap murid di sekolah itu mempunyai yang namanya Drag-Ride. Jujur saja saya galau bagaimana menjelaskan inti ceritanya, yang terang sih Si Lux ini mengkhianati kerajaannya dengan cara membantainya, cuma ia ini mempunyai alasan yang tidak sanggup dijelaskan. Tentu, Lux ingin semua yang dilakukannya harus tanpa korban, namun kakaknya ketika itu menyerupai tidak peduli. Nah, semenjak itu Lux selalu berhati-hati bila bertemu kakaknya, mungkin sanggup dibilang ia ingin balas dendam ke kakaknya.

Karakter

Karena ini anime harem, jadi semua aksara menyerupai dipaksakan untuk menyukai satu tokoh. Dan, saya enggak habis pikir hingga melaksanakan hal yang ektrim. (Kiss) Tunggu, kenapa ektrim? Karena meski harem pun biasanya jarang ada adegan menyerupai itu. Saya jadi ingat Ore no Kanojo to Osananajimi ga Shuraba Sugiru . Ini juga termasuk ekstrim, tapi semua aksara menerima bagiannya, meski saya enggak terlalu suka sama tamat ceritanya. Oke, segitu saja, Saya enggak akan bahas sifat aksara satu – satu. Yang terang ada yang tsundere, kali saja dengan saya menyebutkan itu jadi ada yang tertarik untuk menontonnya.

Art

Jujur saja, Art nya lebih elok IS dibanding Saijaku Muhai no Bahamut. Selain itu, ketika adegan bertarung juga pas setiap tokoh berbicara, muka si tokoh yang sedang bicara tersebut diperbesar. Makara kesannya kayak buat menghemat adegan bertarungnya. Soalnya penonton difokuskan ke gambar muka yang muncul, malah setengah layar ditutupi muka si tokoh yang lagi bicara. Apalagi bila adegan bertarungnya lagi seru-serunya, malah jadi nutupin. Tapi sisi baiknya, penonton jadi tahu verbal para tokoh. Tapi, yah …. Saya akui di episode 11 dan 12 ketika adegan bertarung tidak mengecewakan seru dan bagus, meski masih banyak adegan yang dilewatkan.

Ost

Jujur sih enggak ada yang spesial, tapi saya kaget dengan lagu penutupnya. Soalnya dibawain sama nano.RIPE. Efek suaranya tidak mengecewakan sih bila disaat adegan bertarungnya. Selain itu biasa. Lagu Pembuka berjudul Hiryuu no Kishi dibawakan oleh TRUE dan Lagu Penutup berjudul Lime Tree oleh nano.RIPE

Overall

Jalan Cerita : 8.5 / 10
Karakter : 8.5 / 10
Art : 9 / 10
Ost : 8 / 10
Saijaku Muhai no Bahamut : 8.2 / 10

Di episode 10 saya berhenti menonton selama lima hari. Dalam lima hari itu saya nonton 3 macam anime jadi, ceritanya saya agak lupa. Jadi, silakan kalian nilai sendiri elok atau tidaknya.