[Review Anime] Re:Creators

0
11

Oke, ini merupakan salah satu anime yang saya tunggu – tunggu diawal perilisannya. Namun lantaran kesibukan jadinya tidak pernah sempat menontonnya, tetapi beberapa hari yang kemudian saya menyempatkan diri untuk menonton anime ini. 

Judul : Re:Creators
Tanggal Rilis : 8 April 2017
Episode : 22
Durasi : 24 Menit per Eps
Genre : Action, Sci-Fi, Fantasy
Sumber Cerita : Original
Studio : TROYCA

Sinopsis

Ketika Mizushino Souta sedang menonton anime Seireiki Soukyoku Vogelchevalier, seorang gadis misterius berseragam militer yang seharusnya tidak terdapat di dalam dongeng tiba – tiba saja muncul. Dia kemudian membawa sang tokoh utama, Selesia Upitiria ke dunia nyata, dan selanjutnya juga Meteora Osterreich dari game Tsuioku no Avalken, dan kemudian lebih banyak lagi tokoh – tokoh fiksi. Akhirnya menyadari bahwa ternyata penderitaan mereka selama ini hanya menjadi objek hiburan, para tokoh itu sekarang harus memilih, apakah mereka pasrah mendapatkan takdir tersebut, ataukah justru balas menghancurkan dunia para pencipta yang telah memaksa mereka menjalaninya.

Jalan Cerita
Status dari para tokohnya membingungkan, barangkali lantaran anime ini semenjak awal memang lebih cenderung hanya bermaksud memperkenalkan industri dan subkultur otaku yang mereka wakili daripada benar – benar bercerita ihwal sekelompok tokoh fiksi yang menjadi nyata. Singkatnya, konsep dan cakupan dari apa yang beliau sebut Ciptaan dan Pencipta tidak cukup jelas. Bukan sekadar produk dari imajinasi satu atau dua orang, ternyata hal yang paling penting bagi para Ciptaan yaitu persetujuan publik. Namun jikalau memang demikian, bukankah penulis dan ilustrator yang awalnya membuat mereka menjadi sama sekali tidak relevan lagi? Selama publik setuju, siapapun boleh menulis dan menggambar ilustrasi para tokoh tersebut. Lagi pula, batasan dari ‘persetujuan publik’ tersebut juga masih sangat kabur, maka ketika kapan tepatnya dunia para Ciptaan itu tercipta pun kemudian menjadi perlu dipertanyakan. Apakah ketika mereka mulai dirilis? Ataukah ketika sudah mendapatkan cukup followers? Terlebih sehabis anime ini menyebutkan bahwa, meski bersumber dari satu judul yang sama, tokoh Selesia yang berasal dari anime tidak tahu ihwal dunianya sendiri yang terdapat di Light novel. Jika yang menjadi ukuran yaitu persetujuan publik, dunia di dalam Light novel seharusnya juga sudah tercipta, maka apa yang terjadi dengan Selesia yang ada di sana? Dengan status yang membingungkan ibarat ini, kekerabatan antara Ciptaan dan Pencipta pun ikut tampak meragukan, lantaran hukum – hukum dasar yang semestinya mengikat keduanya dan membentuk sebuah setting yang gres tidak pernah mempunyai wujud. Pada cuilan dongeng yang cuma menunjukkan pertarungan di antara para Ciptaan sendiri, problem ini tidak akan banyak berpengaruh, tetapi cuilan yang bercerita ihwal interaksi mereka dengan para Pencipta mungkin masih akan terasa terlalu mengada-ada.

Karakter
Para tokohnya tampak terlalu gampang mendapatkan fakta bahwa mereka muncul di dunia aktual (atau, bagi mereka, negeri para dewa), yang semakin kuat mengindikasikan bahwa anime ini memang bukan ingin bercerita ihwal orang – orang yang mendadak menyadari bahwa dunia mereka ternyata cuma produk hasil imajinasi di dalam dongeng fiksi, melainkan sekadar mengumpulkan beberapa tokoh dari banyak sekali macam genre dongeng sekaligus. Sebagaimana yang juga ditunjukkan oleh proses perpindahan mereka ke dunia aktual yang tidak pernah bisa dijelaskan dengan baik, anime ini kelihatannya tidak menaruh banyak perhatian pada elemen dongeng ihwal sekumpulan tokoh fiksi yang mendadak berkembang menjadi manusia. Jika anime ini sekilas terkesan telah berusaha memberi mereka emosi dan pendapat pribadi, semua hal tersebut sesungguhnya hanya hiasan di permukaan yang tidak berfungsi apa – apa, kecuali barangkali untuk menentukan pada sisi mana setiap tokoh akan berpihak ketika mereka kemudian mulai saling bertarung. Dan meskipun, harus diakui, menyaksikan pertarungan yang tidak lazim antara seorang penyihir dari game RPG dengan gadis Mahou Shoujo memang punya daya tarik tersendiri, pada jadinya para tokoh di anime ini tidak pernah menjadi lebih dari sekadar representasi dari genre mereka masing – masing.

Art
Animasi gerakan para tokohnya tampak halus dan effects dari kekuatan mereka terlihat indah. Visual di anime ini sangat manis sehingga setiap adegan pertarungannya benar – benar merupakan sebuah pertunjukan yang patut disaksikan. Namun ironisnya, ketika mereka tidak sedang bertarung, anime ini justru segera bisa menjadi begitu membosankan. Penyebab utamanya yaitu obrolan yang, selain panjang dan bertele-tele, sepertinya lebih ditujukan sekadar untuk menunjukkan bahwa anime ini memang punya sangkutan dengan industri dan subkultur otaku daripada sebagai cuilan dari cerita. Alhasil, ucapan – ucapan para tokohnya kemudian terkesan terlalu dipaksakan.Para Pencipta seringkali tiba – tiba saja akan menggambarkan betapa sulit pekerjaan mereka, atau para Ciptaan akan menyampaikan sesuatu hanya biar mereka terdengar keren layaknya tokoh – tokoh di dalam manga dan semacamnya. Sebagian penonton mungkin tetap akan bahagia mendengarnya, tetapi secara umum, obrolan di anime ini akan terasa ibarat momen – momen hampa.

Ost
Lagu pembuka yang dibawakan oleh Sawana Hiroyuki sukses membawakan dongeng ini menjadi seru. Lagu ini yaitu lagu yang akan dijual bersamaan dengan single terbarunya ‘Rubicon’. Lagu Opening Re:Creator yang berjudul ‘Gravity Wall’ terdengar menggairahkan dan menggugah rasa semangat dengan hentakan – hentakannya yang konsisten. Lagu ini sangat menyenangkan, mempunyai sentuhan simbolis dengan dibarengi oleh penampakan aksara dari setiap dunia yang berbeda-beda. 

Overall
Jalan Cerita : 8 / 10
Karakter : 7.8 / 10
Art : 8 / 10
Ost : 9.5 / 10
Re:Creators : 8.6 / 10

Bagaimana seandainya tokoh – tokoh di dalam anime dan manga tiba – tiba tiba ke dunia nyata? Atau bahkan, pada perspektif yang lebih luas, bagaimana seandainya para makhluk ciptaan bisa mempertanyakan takdir mereka kepada sang pencipta? …. Sebuah pertanyaan yang sangat menggugah rasa ingin tahu, tetapi jikalau anda mencari pembahasan yang juga sama serius, di sini bukan tempatnya. Sebab ternyata, dongeng para tokoh tersebut bahwasanya hanyalah dalih bagi anime ini untuk mengumpulkan dan membuat mereka saling bertarung di dalam sebuah event kerja sama terbesar yang pernah ada. Tentu saja, hal ini kemudian menjanjikan suatu pertunjukan visual yang menakjubkan, maka selama anda tidak berharap lebih, anime ini tetap layak untuk ditonton.