[Review Anime] Owari No Seraph

0
8

Owari no Seraph

Owari no Seraph atau sering di sebut dengan judul Seraph of the end ialah sebuah anime yang di pembiasaan dari sebuah manga populer yang berjudul sama juga. Apasih yang menciptakan anime ini sangat menarik untuk ditonton?. Silahkan simak reviewnya 🙂 Judul : Chuunibyou demo Koi ga Shitai! Ren.


Tanggal Rilis
: Apr 4, 2015
Type: TV
Genre: Action, Military, Supernatural, Drama, Vampire, Shounen
Durasi: 23 Menit per Eps
Episode: 12
Rating: 7.63
Sumber Cerita: Manga
Studio: Wit Studio

Sinopsis

Pada tahun 2012, dunia diduga telah berakhir lantaran virus buatan insan yang melanda penduduk dunia dan hanya menyisakan belum dewasa berusia di bawah tiga belas tahun. Di ketika yang sama vampir muncul. Mereka mengklaim telah menaklukkan dunia dan akan menjadi pelindung gres bagi manusia. “Perlindungan” ini harus dibayar dengan menyumbangkan darah kepada para vampir. Pada usia dua belas, Yuichiro, Mikaela dan teman-temannya dari Panti Asuhan Hyakuya berencana untuk melarikan diri dari para vampir. Namun, planning ini gagal dan menjadikan final hidup Mikaela dan lainnya yang mengorbankan diri semoga Yuichiro sanggup pergi. Kemudian Yuichiro diselamatkan oleh anggota Moon Demon Company, sebuah unit pemusnahan vampir milik Kekaisaran Iblis Tentara Jepang. Empat tahun kemudian, Yuichiro mendedikasikan hidupnya untuk menghancurkan vampir dan membalas dendam terhadap mereka untuk membunuh keluarganya.


PV

 

Jalan Cerita

Anime ini bercerita wacana balas dendam terhadap vampir. Bisa dibilang konsep kisah ibarat mirip Shingeki no Kyoujin … mungkin (?) Bedanya, ini wacana vampir yang menyerang kota dan memperbudak manusia. Untuk kisah anime ini berjalan terlalu lambat. Sangat sedikit hal penting yang terjadi di setiap episode, terkadang disebabkan oleh obrolan yang hiperbola dan terkadang pula lantaran anime terlalu sering mengangkat kembali masa kemudian Yuuichirou untuk sekadar menekankan rasa bersalahnya. Sementara pada ketika yang sama, anime ini juga tidak banyak menjelaskan seputar settingnya wacana virus misterius yang membunuh semua orang dewasa, wacana kemunculan para vampir yang datang – tiba, atau juga wacana asal – ajakan monster yang disebut Yonkisha. Namun, ada indikasi bahwa setting tersebut telah disusun dan ditulis dengan baik semenjak awal, maka jalan ceritanya yang lambat sepertinya merupakan upaya yang memang disengaja. Dua belas episodenya dimaksudkan sebagai satu chapter yang berkisar pada perpisahan dan kemudian pertemuan kembali antara Yuuichirou dan Mikaela, maka kisah yang semestinya sanggup dituntaskan dalam jumlah episode yang lebih sedikit kemudian diperlambat hanya semoga terkesan lebih panjang. Alhasil, jikalau melihatnya secara keseluruhan, kisah anime ini tetap punya daya tarik.

Karakter

Pengenalan huruf cukup baik, apalagi ditambah dengan beberapa kilas balik mengenai huruf utama ibarat Yuuichiro, Yoichi Saotome, dan Shihou Kimizuki. Meski begitu, saya masih ingin tau dengan Shinoa Hiiragi, beliau wanita yang cerdas, namun pengenalan mengenai dirinya masih kurang. Dalam kisah anime ini tujuannya ialah balas dendam, dan yang huruf yang bertekad untuk melaksanakan hal itu ialah Yuuichiro, Yoichi, dan Saotome. Masing – masing mempunyai masalahnya tersendiri, wataknya pun salin bertolak belakang, di mana Yuuichiro yang ngeyel, Saotome si pemarah, dan yang paling saya benci Si Alay Yoichi. Sebenarnya enggak alay sih, hanya saja, beliau sangat cengeng. Dan untuk Mikaela, saya tidak tahu dengannya, informasi mengenai dirinya pun tidaklah banyak. Sehingga agak sulit untuk ditebak.

Art

Adegan pertarungannya sanggup terlihat sangat bagus. Pergerakan para tokohnya halus serta lancar, dan visual effect-nya pun cukup indah. Namun sayang, adengan pertarungannya sangat sedikit, sehingga kualitasnya pada final ceritanya terasa kurang. Di sisi lain, anime ini sepertinya agak kesulitan dalam menggabungkan animasi dan gambar latarnya. Ada ketika ketika anime ini berhasil dengan baik, tetapi juga ada ketika ketika penggabungan tersebut gagal akhir penggunaan warna yang kontras hingga meninggalkan batas yang terang di antara keduanya. Sebenarnya bukan problem yang besar, terutama lantaran para tokoh di anime ini pun jarang berinteraksi dengan lingkungan di sekeliling mereka. biasanya hanya dengan perlengkapan mereka atau cuma di antara mereka sendiri.

Musik

Lagu Pembuka: X.U. by SawanoHiroyuki[nZk]:Gemie dan Lagu Penutup: scaPEGoat by SawanoHiroyuki[nZk]:Yosh. Jujur saja, saya benar – benar suka dengan lagu pembuka maupun penutupnya. Efek bunyi enggak ada yang Istimewa sih, cuma saya suka dengan efek bunyi ketika belahan cuplikan untuk episode selanjutnya.

Overall

Jalan Cerita: 8.8 / 10
Karakter: 8.5 / 10
Art: 8.5 / 10
Musik: 9 / 10
Owari no Seraph: 8.8 / 10

Impresiya anime ini cukup besar di episode satu, hingga berhasil menciptakan ingin tau akan episode selanjutnya. Namun, makin ke sini ceritanya makin pelan. Seperti bermain Game RPG, bila menginginkan sesuatu, maka harus melaksanakan sesuatu. Ibarat melaksanakan Quest berulang. Tapi, saya tidak bilang bosan ketika menontonnya.