[Review Anime] Neon Genesis Evangelion

0
13

Neon Genesis Evangelion, Salah satu anime mecha yang sangat populer di Jepang pada kurun 90-an, hingga sekarang. Anime yang terlalu dalam untuk dimengerti oleh banyak orang,.  Anime ini tidak terlalu populer di Indonesia, maka dari itu, fandomnya sangat sedikit di negara ini. Dan pada kali ini, saya akan mereview anime ini yang masih menjadi perdebatan di kalangan fandomnya.

Judul : Neon Genesis Evangelion
Tanggal Rilis : 4 Oktober 1995
Episode : 26
Durasi : 24 Menit per Eps
Genre : Action, Sci-Fi, Dementia, Psychological, Drama, Mecha
Sumber Cerita : Original
Studio : Gainax, Tatsunoko Production

Sinopsis
Pada tahun 2015, para malaikat berukuran besar dan sangat kuat, mesin perang alien, muncul di Tokyo untuk kedua kalinya. Satu-satunya keinginan bagi kelangsungan hidup umat insan ialah Evangelion, mesin tempur humanoid yang dikembangkan oleh NERV,sebuah forum khusus PBB. Kelemahan Evangelion, yaitu terbtasnya jumlah orang yang bisa untuk mempiloti mereka. Hanya segelintir remaja, yang lahir empat belas tahun lalu, sembilan bulan sehabis Malaikat pertama muncul. Salah satunya ialah Shinji Ikari, seorang anak dari orang yang memimpin NERV. Terjebak di dalam pusaran pertempuran dan insiden yang tidak beliau mengerti, Shinji dipaksa untuk tidak hanya berperang, tetapi juga bertahan hidup, atau beliau akan kehilangan segalanya.

Jalan Cerita
Hanya satu kata saja untuk mendeskripsikan story dari Neon Genesis Evangelion, kompleks. Neon Genesis Evangelion memang sangat, sangat kompleks bahkan bagi Fandomnya sendiri (Bahkan hingga sekarang, masih banyak perdebatan mengenai dongeng pada anime ini). Pada episode awal, mungkin anime ini akan terlihat menyerupai anime mecha kebanyakan, melawan monster setiap minggu. Tapi, semua berubah sehabis Hideako Anno, sang sutradara mengganti ceritanya menjadi problem psikologis, dan alasannya ialah itu anime ini bisa dibilang sangat kompleks. Actionnya sendiri sangat thrilling bagi saya, tapi yang saya tidak mengerti ialah unsur psikologisnya. Nanti saya akan jelaskan di bab karakter. Pada seri ini, terdapat 2 ending yang berbeda, yaitu Ending TV (Episode 25 dan 26) dimana pada ending ini, hanya berisi anutan dari setiap karakter. Dan Ending animenya, The End of Evangelion (Episode 25′ dan 26′) yang menghadirkan dongeng yang lebih Action.

Karakter
Di Neon Genesis Evangelion, terdapat 3 huruf utama, yaitu  Shinji Ikari, Rei Ayanami, dan Asuka Langley Souryuu. 3 huruf ini mempunyai sifat – sifat yang berbeda juga, misalnya Shinji yang terlihat suka depresi, Rei yang terlalu dingin, dan Asuka yang egois. Saya sendiri susah merelasikan mereka satu dengan yang lain. Selama jalannya cerita, huruf – huruf ini bertumbuh semakin baik hingga pada pertengahan seri, dimana hampir semua huruf mengalami depresi. Supporting castnya sendiri tidak terlalu banyak, tapi hanya sedikit yang berperan penting dalam dongeng ini.

Art
Bagi kalian yang jarang menonton anime lawas, mungkin akan menganggap bahwa kualitas animasi pada anime ini mungkin sedikit jelek. Tapi bagi beberapa orang, animasi ini terlihat realistik untuk anime yang tayang pada tahun 90-an. Bagi saya sendiri, Art pada animasinya sendiri tidak terlalu unik, hampir sama menyerupai studio kebanyakan. Hideako Anno memang menciptakan Art pada anime ini supaya terlihat dark supaya setara dengan genrenya, dan memang Art yang gelap memang terlihat cocok dengan anime ini. Saat menjelang selesai episode, Studio Gainax mendapat pemotongan budget dan kritikan dari para produser (TV Tokyo) sehingga animasi pada endingnya direvisi habis-habisan, bahkan ceritanya sendiri diganti. Original Endingnya kembali diangkat menjadi Film The End of Evangelion yang animasinya lebih anggun daripada TV Endingnya.

Ost
Seiyuu para MC sudah cocok dengan karakternya masing – masing, tapi ada satu seiyuu yang berdasarkan saya kurang dalam berakting, yaitu seiyuu  dari Ikari Gendou. Kenapa? Karena pada beberapa scene menyerupai berteriak dll, entah kenapa intonasi suaranya sama saja menyerupai tidak berteriak. Pada versi DVDnya (mungkin berlaku pada bersi BD dan TVnya), unsur Stereo bisa dikatakan terlalu berat. Maksudnya ialah saat huruf sedang berbicara pada sebelah kanan scene dan huruf itu jauh dari kameranya, maka suaranya juga terikut ke kanan dan mengecil, alasannya ialah karakternya jauh. Hal ini sedikit mengganggu saya alasannya ialah setiap kali hal ini terjadi, saya harus mengatur ulang volumenya lagi. Background Musicnya sendiri sudah cocok dengan scene – scene di anime ini, dan sangat membantu dalam meningkatkan ketegangan di setiap scene. Lagu Opening dari Neon Genesis Evangelion, A Cruel Angel’s Thesis sangat populer pada tahun 90an alasannya ialah lagunya yang catchy dan yummy di dengar, bahkan masuk dalam artikel “Top 25 Best Anime Opening Songs of All Time” di MyAnimeList. dan untuk Lagu endingnya sendiri, Fly Me to the Moon bagi saya sangat yummy didengar, alasannya ialah unsur swing-jazznya sehingga bisa menenangkan orang sehabis menonton anime ini.

Overall
Jalan Cerita : 5 / 10
Karakter : 8 / 10
Art : 8 / 10
Ost : 7 / 10
Neon Genesis Evangelion : 6.8 / 10

Meskipun dongeng yang kompleks dan kualitas animasi yang menurun sepanjang berjalannya cerita, saya sendiri suka dengan seri ini. Sampai – hingga saya menonton Tetralogi dari Rebuild of Evangelion (Versi Remake dari anime ini, nanti saya akan ulas sehabis menonton ketiga filmnya). Tapi mungkin beberapa orang tidak akan menonton anime ini alasannya ialah terlihat aneh. Saya sendiri tidak mempunyai rencana untuk me-rewatch anime ini kembali. Seri ini akan selalu dikenang oleh saya dan fandom Evangelion alasannya ialah endingnya yang absurd. Bagi kalian yang suka dengan anime Mecha, Psychological, maupun Action mungkin akan tertarik dengan anime yang mengubah persepsi mecha pada tahun 90-an ini.