[Review Anime Movie] Kaze Tachinu

0
17

Kaze Tachinu

Pada kesempatan ini saya mencoba mereview anime Movie buatan Maestro Hayao Miyazaki dari Studio Ghibli, yang berjudul “Kaze Tachinu/The Wind Rises” yang dirilis pada tanggal 20 Juli 2013 dan masuk di Indonesia melalui Blitzmegaplex yang ditayangkan perdana tanggal 13 Maret 2014.


Tanggal Rilis
: Jul 20, 2013
Type: Movie
Genre: Drama, Historical, Romance
Durasi: 2 Jam 6 Menit
Episode: 1
Rating: 8.20
Sumber Cerita: Manga
Studio: Studio Ghibli

Sinopsis

Jiro Hirokoshi terinspirasi oleh visi dari insinyur aeronautical asal Italia, Giovanni Battista Caproni, yang diulas dalam majalah penerbangan yang ia dapatkan dari gurunya di sekolah. Itulah yang membuatnya termotivasi untuk semangat dalam sekolah dan meneruskan cita-citanya dalam merancang pesawat terbang. Dalam perjalanan karirnya Jiro Hirokoshi bertemu dan dekat dengan Kiro Honjo yang juga seorang perancang pesawat tipe bomber pada perusahaan yang sama yaitu Mitsubishi. Banyak halang rintang yang terjadi dalam perjalanan mewujudkan impiannya, mulai dari Gempa Dahsyat Kanto pada tahun 1923, Great Depression pada tahun 1930, hingga Perang Dunia Kedua.


PV

 

Jalan Cerita

Sebenarnya sulit menyampaikan jalan ceritanya menarik atau sangat bagus, alasannya yaitu dalam alurnya terdapat sebuah kekurangan, semisal alur yang selalu melompat jauh ke depan hingga mengakibatkan kebingungan para penonton dan menuntut perhatian lebih dalam untuk memahaminya. Cerita yang serba tanggung juga menjadi kekurangan disini, mulai dari kisah asmara yang belum tepat diceritakan yang mana jikalau saja dilakukan akan menjadi lebih baik lagi, usaha dalam menghadapi duduk masalah yang hanya diperlihatkan sekilas dan tidak begitu berkesan, hingga endingnya juga belum begitu sempurna. Selain kisah bagaimana Naoko sanggup jatuh cinta kepada Jirou, motivasi huruf lain kurang begitu diperlihatkan, bahkan Jirou yang bermimpi untuk menciptakan pesawat saja masih terkesan terlalu terburu-buru. Terlepas dari semua itu, secara keseluruhan ceritanya cukup baik untuk sebuah biografi dari seorang tokoh, Hayao Miyazaki cukup berhasil membawakannya dalam ‘Kaze Tachinu’ ini. Perjuangan yang dilakukan Jirou semenjak kecil ditampilkan bagaimana adanya dalam anime ini tanpa harus melebih-lebihkan sang tokoh utama.

Karakter

Penokohan huruf juga terlihat cukup sederhana, namun entah kenapa begitu kuat. Jalinan asmara antara Jirou dan Naoko yang tampak diceritakan kurang begitu sempurna, namun entah mengapa mereka masih sanggup menyentuh hati para penonton.

Art

Karakter yang sederhana namun dengan kualitas animasi yang mumpuni tetap menjadi nilai lebih bagi studio Ghibli, di periode yang mana telah banyak anime yang memakai efek 3DCG, Hayao Miyazaki tetap tidak merubah bentuk animasinya layaknya anime lain yang dirilis pada tahun 80-an. Bukannya hal ini menjadi kerugian, tidak. Karena hal berani inilah Studio Ghibli mempunyai makna tersendiri bagi penggemarnya. Sebagai contoh, dalam menawarkan adegan bencana, penonton dibawa mencicipi bagaimana mengerikannya tragedi tersebut tanpa harus memakai efek – efek berlebih.

Musik

Secara keseluruhan sound editing/effect masih tetap detil disini, namun dalam efek bunyi dikala bencana, gempa dan kebakaran kurang begitu kasatmata dan menjadikannya nilai kurang bagi anime ini.

Overall

Jalan Cerita: 7.5 / 10
Karakter: 8 / 10
Art: 9 / 10
Musik: 8 / 10
Kaze Tachinu: 8 / 10

Jika dilihat sekilas, Kaze Tachinu ini terasa ibarat film ‘Habibie Ainun’-nya Jepang, yang sama – sama berkisah perihal seorang perjaka jenius yang berusaha mewujudkan impiannya dalam menciptakan pesawat guna memajukan negerinya dengan ditemani oleh sang kekasih tercinta dalam melewati segala cobaan dan rintangan.