[Review Anime] Mononoke Hime

0
9

Anime lawas bukan berarti karya yang harus “Terlupakan” tapi sebaliknya, karya – karya anime lawas ini harus tetap dipertahankan di zaman kini ini. Berhubungan dengan hal tersebut, saya akan mereview sebuah anime atau lebih tepatnya review anime lawas berjudul Mononoke Hime yang rilis pada tahun 1997 silam, wah jadul banget bukan?. Uniknya, ternyata dari segi visual atau grafisnya sangat anggun bahkan sanggup disandingkan dengan anime – anime yang rilis di tahun 2005 – 2007.

Judul : Mononoke Hime
Tanggal Rilis : 12 Juli 1997
Episode : 1
Durasi : 2 Jam 10 Menit
Genre : Action, Adventure, Fantasy
Sumber Cerita : Original
Studio : Studio Ghibli

Sinopsis
Kisahnya berawal ketika Ashitaka yang terkena kutukan ketika melawan babi hutan yang menjadi iblis ketika menyelamatkan desanya. Ia lalu berkelana untuk mencari tahu bagaimana menyembuhkan kutukan tersebut. Di tengah perjalanan, ia mendapat info kalau ilahi rusa sanggup membantu menyembuhkannya. Namun semakin ia berjalan lebih dalam, Ashitaka secara perlahan terseret ke dalam konflik antara Mononoke Hime dan sebuah desa pabrik besi yang mengancam kehidupan di sekitar hutan tersebut.

PV


Jalan Cerita
Dari segi cerita, saya suka banget alasannya sangat sederhana dan tak akan menciptakan kalian pusing menyerupai sedang menonton Durarara, Baccano, atau Steins;Gate (Yah untuk sebagian orang sih). Meski judulnya yaitu Mononoke Hime, tapi ternyata secara keseluruhan ceritanya terfokus pada huruf laki – laki yaitu Ashitaka. Anime ini juga direkomendasikan banget untuk kalian yang suka bertema Youkai menyerupai Natsume Yuujinchou atau GeGeGe no Kitarou. Latar kawasan di anime ini juga sangat jadul, kalau di Indonesia agak menyerupai dengan zamannya Raja Angling Darma. Kalau kalian bertanya “ada romancenya atau tidak?” maka jawabannya “ada, tapi sedikit”, alasannya sepenuhnya fokus pada dongeng konflik antar beberapa kubu. Tapi kalian sanggup melihat beberapa scene kebersamaan kedua huruf utama kita yaitu Ashitaka dan San (Mononoke Hime) yang erat tapi tidak romantis. Ceritanya juga sangat erat dengan kisah Dewa, Monster, Iblis, Manusia, dan lainnya.

Karakter
Karena ceritanya yang sederhana tapi seru, huruf di dalam anime ini terbilang sedikit. Lagi – lagi sangat jauh dengan anime Durarara contohnya yang mempunyai banyak huruf dengan ceritanya masing – masing. Lagipula kalau anime movie menyerupai ini diberikan huruf penting sebanyak Durarara rasanya waktunya tak akan cukup untuk menceritakan semuanya. Dari segi karakter, saya melihat beberapa huruf unik di sini menyerupai San dan Ashitaka. Kalau berbicara ihwal seiyyuu-nya sih masih kaku dan berkesan datar gitu. Kaprikornus penghayatannya kurang berdasarkan saya, tapi masih sanggup menciptakan kita terhibur tentunya, maklumlah anime lawas.

Art
Mari kita lihat dari sudut pandang animelovers ihwal grafis Mononoke dan anime – anime kini ini, tentu sangat beda jauh mengingat Mononoke Hime rilis pada tahun 1997, beberapa dari kalian mungkin belum lahir. Meski termasuk anime lawas, tapi ternyata grafisnya cukup halus dan sanggup disandingkan dengan anime – anime tahun 2000-an menyerupai yang telah saya sebut tadi. Tapi masih ada kesan jadulnya menyerupai layar goyang – goyang dikit, yah kalian niscaya tahulah kalau pernah nonton warkop DKI dulu. Namun selain itu, overall anime ini masih tetap memperlihatkan pengalaman nonton yang masih layak bahkan untuk tahun kini ini. Kaprikornus sanggup disimpulkan bahwa grafis yang digarap oleh salah satu Studio legend yaitu Ghibli Studio ini merupakan anime dengan grafis terbaik dizamannya.

Ost
Sayang banget di movie satu ini tidak terdapat lagu Opening dan lagu Endingnya juga sekedar lagu melow yah biasa – biasa saja. Sedangkan untuk insert song sih lumayan, sangat cocok dengan tema Fantasy dan suasana alam yang kental. 

Overall
Jalan Cerita : 8.2 / 10
Karakter : 7.7 / 10
Art : 7 / 10
Ost : 7 / 10
Mononoke Hime : 7.8 / 10

Secara keseluruhan anime ini sangat unggul dari segi cerita. Sedangkan untuk music dan juga grafis rasanya tidak seistimewa anime – anime kini ini, tapi tentu saja berbeda kalau anime ini diulas di tahun keemasannya. Selain dongeng yang menarik, anime ini juga mempunyai beberapa adegan yang memperlihatkan kekasaran dan mengundang rasa “Jijik” namun hanya sedikit saja. Anime ini lebih cocok untuk kalian yang suka anime bertema Yokai dengan suasana Fantasy yang keren.