[Review Anime] Mikakunin De Shinkoukei

0
18

“Mikakunin de Shinkoukei” Jika diterjemahkan, arti frasa tersebut termasuk aneh. Kenapa? Karena kata ‘shinkoukei’ di sini sebenernya yaitu suatu istilah dalam grammar, memperlihatkan suatu bentuk continuous/progresif (misalnya, continuous tense kalo dalam English). Entah apakah dalam bahasa Jepangnya sendiri kata tersebut lebih umum dipakai ibarat itu, saya nggak tau. Tapi kalau ya, maka si pembuat manga originalnya sudah berhasil membuat suatu abnormalitas tingkat mistik di dunia perjudulan. So if we take it purely literal, maka artinya yaitu “Continuous Aspect by the Unconfirmed”. (what the…?). Tapi demi perdamaian dunia dan keselamatan umat manusia, judul official-nya dalam bahasa Inggris menjadi Engaged to the Unidentified. Dalam bahasa Indonesia, Bertunangan dengan Makhluk Tak Teridentifikasi/Tak Diketahui. Panjang juga kalo diterjemahin. @__@

Judul : Mikakunin de Shinkoukei
Tanggal Rilis : 9 Januari 2014
Episode : 12
Durasi : 23 Menit per Eps
Genre : Slice of Life, Comedy, Romance, School
Sumber Cerita : 4-koma manga
Studio : Doga Kobo

Sinopsis
Yonomori Kobeni, cewek yang gres saja berulang tahun yang ke-16, menerima sebuah “hadiah” istimewa. Tak disangka-sangka, hadiah tersebut yaitu sebuah pertunangan dengan seorang pemuda seusianya, Mitsumine Hakuya. Hakuya pun pindah dari kampungnya dan menetap serumah dengan Kobeni, membawa serta adik perempuannya, Mitsumine Mashiro. Tapi… ada sesuatu yang mencurigakan di balik pertunangan tersebut!

Jalan Cerita
Meski jumlah anime bergenre komedi romantis sangat banyak, sulit menemukan ada yang bisa menjaga keseimbangan kedua sisinya dengan baik. Apakah sisi komedinya ditampilkan begitu intens sehingga kepingan romantis ibarat berfungsi hanya sebagai bumbu moe, ataukah justru sisi romantisnya disajikan begitu dramatis sehingga kepingan komedi ibarat berperan hanya sebagai hiburan tambahan. Bukan maksudnya bahwa kedua komposisi tersebut tidak cukup bagus, hanya saja sepertinya anime ini kesannya berhasil menemukan formula yang paling seimbang. Komedinya diatur dengan cendekia biar sanggup muncul dari hal – hal yang sederhana dan mendasar, semisal penggambarkan emosi Hakuya atau hubungan antara Mashiro dan Benio, sehingga nuansa comedy bisa terus bertahan di sepanjang durasi anime ini. Pada ketika yang sama, dengan menggambarkan bahwa Hakuya berasal dari keluarga yang mempunyai hukum ketat dan sudah hampir punah, baik pertunangannya maupun prospek pernikahannya dengan Kobeni secara otomatis menjadi lebih realistis. Hal ini selanjutnya mengakibatkan nuansa romantis yang aktual dan serius senantiasa mengisi setiap ketika dari anime ini, lantaran Hakuya dan Kobeni selalu terasa bagai sedang melangkah menuju suatu momen penting. Sekali lagi, tidak harus berarti bahwa anime ini secara khusus lebih istimewa dibandingkan anime lain. tetapi entah mengapa sesudah menontonnya, genre komedi romantis terasa seakan-akan semakin mendekati bentuk sempurna.

Karakter
Kombinasi tokoh – tokoh di anime ini telah dipetakan dengan cermat. Hampir semua huruf mempunyai lebih dari satu dimensi, yang kemudian seketika membuat beberapa hubungan sekaligus. Contoh yang paling jelas, kekaguman Suetsugi Konoha pada Benio menjadikannya bermusuhan dengan Mashiro yang justru tidak menyukai Benio. dan lantaran mereka ‘sejenis’, ia punya alasan berpengaruh untuk menginginkan Hakuya menjadi suaminya, maka secara tidak pribadi ia menjadi tentangan Kobeni, adik dari Benio yang ia kagumi. kemudian alasannya ia juga menyimpan diam-diam yang sama ibarat Mashiro dan Hakuya, pertemanan Konoha dengan Oono yang berusaha mengungkap diam-diam tersebut menempatkannya di posisi yang rumit. Lebih hebatnya lagi, setiap hubungan terasa tercipta dengan alami. tidak ada yang seolah dipaksakan muncul untuk sekadar menambah kompleksitas yang pada kesannya hanya membuat penonton bingung. Hal ini memperlihatkan bahwa memang ada perencanaan matang yang dilakukan di balik setiap tokoh anime ini. Mereka tidak akan dimasukkan ke dalam dongeng sebelum terlebih dahulu dipastikan bahwa mereka bisa menjaga kombinasi yang ada senantiasa indah.

Art
Bicara soal Artwork, saya sebenarnya…SUKA BANGET. desain huruf – huruf (kecuali Hakuya) terasa dahsyat level moenya. Gambar – gambar yang ditaruh sebagai eyecatch juga lucu – lucu banget!. anime ini juga cendekia dalam memanfaatkan visual untuk secara efektif memberikan komedinya. Bunga – bunga di sekeliling Hakuya sebagai ungkapan perasaan senang di balik ekspresti wajahnya yang datar bisa mengundang tawa setiap kali tanpa memerlukan klarifikasi ibarat apapun. Dan meski bukan yang paling mendetil, anime ini tetap memperlihatkan perhatian yang cukup banyak pada pergerakan para tokohnya sehingga mereka selalu tampak begitu alami. 

Ost
Opening themenya “Tomadoi Recipe” serta Ending themenya “Masshiro World” sukses masuk playlist saya hingga hari ini. Tomadoi Recipe terdengar ringan, catchy, dan lucu, plus liriknya terasa manis lantaran menyebutkan beberapa jenis pastry. Masshiro World, berhubung dinyanyikan oleh Yoshida Yuuri sebagai vokalis utama, maka jadinya ya… too damn adorable! Junky, sang composer, memang jago kalo udah berurusan membuat lagu yang unyu manis-manis gini. Saya juga merekomendasikan SEMUA lagu yang ada di single OP dan EDnya untuk didengarkan. 

Overall
Jalan Cerita : 9 / 10
Karakter : 9 / 10
Art : 8.5 / 10
Ost : 9 / 10
Mikakunin de Shinkoukei : 8.9 / 10

Mungkin ini yaitu salah satu anime yang bisa dikatakan “asal tembak”. Random choice. Tapi anime ini sukses memikat hati saya hanya dalam beberapa episode awal!! Dengan cuteness nyaris di tiap episodenya, sayapun jadi ngikutin hingga akhir.