[Review Anime] Majo No Takkyuubin

0
14

Kali ini aku akan mereview anime lawas banget dengan kisah yang sungguh menarik. Hmm, menariknya bagaimana sih? Langsung saja ke pembahasannya.

Judul : Majo no Takkyuubin
Tanggal Rilis : 29 Juli 1989
Episode : 1
Durasi : 1 Jam 45 Menit 
Genre : Adventure, Comedy, Drama, Magic, Romance, Fantasy
Sumber Cerita : Novel
Studio : Studio Ghibli, Studio Hibari

Sinopsis
Kiki seorang penyihir muda berusia 13 tahun, harus meninggalkan rumah selama setahun demi menjalani training untuk menjadi penyihir sesungguhnya. Kiki pun berkelana  bersama kucingnya, Jiji untuk menemukan kehidupan baru. Perjalanannya berakhir di sebuah kota dimana dia  diberi daerah tinggal oleh pasangan suami istri penjual roti yang baik hati, Osono dan Fukuo. Karena terbang yaitu satu-satunya kekuatan sihir yang beliau miliki, maka Kiki memutuskan untuk membuka layanan pengiriman melalui udara.

Jalan Cerita
Konsep ceritanya sangat amat sederhana banget, yaitu ihwal tradisi penyihir di mana ketika seorang penyihir sudah beranjak 13 tahun, maka ia akan pergi ke meninggalkan orang tuanya ke kota lain untuk melaksanakan masa pelatihan. Masa training di sini tidak dijelaskan rinciannya untuk melaksanakan apa, yang terperinci beliau akan tinggal kurang lebih selama setahun untuk tinggal sendiri dan mencari uang. Yap, sanggup dikatakan merantau ke kota lain. Namanya juga merantau, jadi tidak akan berjalan mulus sesuai ekspetasi. Dari awal pun aku tahu dan sudah sanggup menebak akan adanya rintangan yang dihadapi sang tokoh utama yang berjulukan Kiki. Hanya saja aku tidak sanggup menebak rintangan apa yang akan dihadapi Kiki. Awal kisah Kiki memulai perjalanannya ke kota lain, beliau masih belum ada citra akan pergi dan tinggal di kota mana. Hingga risikonya dalam perjalanan beliau kehujanan dan harus berteduh di dalam gerbong kereta, beliau pun tertidur hingga di kota yang mempunyai pemandangan bahari indah. Sesuai dengan harapan Kiki, yaitu kota dengan bahari di sampingnya. Kotanya sangat luas dan besar, hanya saja tidak menyerupai yang Kiki harapkan. Di sini penyihir sangat disambut dengan perasaan biasa. Dalam arti, warganya memang heran dengan penyihir tapi mereka tampak biasa saja dengan kehadiran Kiki. Di sini juga mau penyihir mau bukan, mereka harus mematuhi hukum kemudian lintas yang ada, menyerupai tidak terbang rendah di jalanan, mengganggu perjalanan kendaraan dan sebagainya. Karena ini yaitu kota besar yang sanggup dibilang cukup modern, jadi Kiki harus sanggup menyesuaikan diri di mana penyihir pun harus mempunyai identitas ketika harus tinggal disebuah penginapan. Karena Kiki tidak punya identitas jadi ia mengurungkan niatnya untuk tinggal, beliau pun menyusuri kota hingga risikonya beliau membantu pemilik toko roti berjulukan Bibi Osono untuk mengantarkan dot bayi yang tertinggal oleh pelanggan di toko rotinya. Sejak itulah kehidupan gres Kiki dimulai dengan menjadi penyihir jasa antar. Toko roti milik Bibi Osono pun menjelma toko roti dan jasa antar. Entah kenapa aku jadi ingat Flying Witch, di mana seorang penyihir akan meninggalkan orang tua/desanya ketika sudah menginjak umur tertentu dan menjalani training di luar kota.

Karakter

Karena Kiki masih berumur 13 tahun, jadi pikirannya masih belum jauh dan selalu menganggap semuanya gampang diatasi, pada dasarnya sih agak keras kepala. Padahal kehidupan di luar kota penuhlah rintangan. Untungnya Kiki cukup sanggup memahami situasi, dalam arti beliau terlihat cukup remaja untuk menemukan solusi dari duduk kasus yang ia hadapi. Ada pula Bibi Osono, sang pemilik toko roti. Dia orangnya dermawan, hingga mau memperlihatkan tumpangan tinggal untuk Kiki, bahkan beliau tidak memungut biaya apa pun pada Kiki. Lalu ada Tombo Kopoli, seorang laki – laki yang terlihat seumuran dengan Kiki, hanya saja Tombo ini sangat mengagumi langit. Dia ini ingin sekali terbang, makanya beliau sangat takjub ketika melihat Kiki sanggup terbang hanya dengan sapunya. Sedangkan Tombo sendiri terbang harus dengan membuat alat, yaitu sepeda terbang biar sanggup membantunya terbang.

Art
Anime ini mempunyai latar ceritanya dengan mengambil gaya barat, ini terlihat dari kota yang didatangi Kiki. Banyak bangunan bergaya barat, menyerupai menara jam, gang sempit, dan lainnya. Omong – omong studio yang menangani yaitu Ghibli, dan di sutradarai pribadi oleh penulis sekaligus pengarang novel ringan dengan judul yang sama oleh Hayao Miyazaki. Banyak film yang sudah ia kerjakan, lo. Diantaranya Princess Mononoke, Spirited Away, My Neighbor Totoro, dan beberapa film populer lainnya. Yang menakjubkan dari Studio Ghibli yaitu animasinya yang sungguh luar biasa. Padahal anime ini dikerjakan tahun 90 an, tapi hasilnya benar – benar menakjubkan. Karakter sampingan dalam film pun bergerak dengan alaminya. 

Ost
Dulu anime ini ditayangkan di Jepang pada bulan Juli 1989, kemudian Amerika di bulan Mei 1998, kemudian melanjutkan kesuksesannya di bulan November 2003. Karena itulah anime ini mempunyai dubbing dengan bahasa Inggris, begitu juga dengan musiknya, lagu pembuka dan penutupnya secara resmi mempunyai versi Inggrisnya, lo. Lagu Pembuka: Rouge no Dengon 「ルージュの伝言」oleh Yumi Arai (Versi Jepang), Soaring oleh Sydney Forest (Versi Bahasa Inggris) dan Lagu Penutup: Yasashisa ni Tsutsumareta nara 「やさしさに包まれたなら」 oleh Yumi Arai (Versi Jepang), I’m Gonna Fly oleh Sydney Forest (Versi Bahasa Inggris). Terlepas dari itu, dampak dan latar bunyi cukup bagus. Pengisi suaranya pun terdengar elok dalam memerankan karakternya. Minami Takayama, sang pengisi bunyi Kiki juga masih aktif hingga dikala ini, lo. Dia memerankan Conan Edogawa, malah pernah muncul di Movie Love Live sebagai penyanyi jalanan di New York.

Overall

Jalan Cerita : 8 / 10
Karakter : 7.5 / 10
Art : 10 / 10
Ost : 8 / 10
Majo no Takkyuubin : 9 / 10

Anime ini mempunyai konsep kisah yang sederhana dengan balutan drama ringan. Memperlihatkan sudut pandang seorang perantau yang melihat dunia baru, di mana apa yang tokoh utama rasakan, lihat, dan yang dipikirkannya tidak seindah yang ia bayangkan. Mulai dari sifat seseorang yang baik depan, tapi nyatanya di belakang beliau malas untuk mendapatkan sesuatu, bahkan untuk menemui orang terdekat. Tapi anime ini sangat cocok untuk dilihat ketika sedang santai, cocok untuk semua umur. Soalnya bagaimana pun juga sang tokoh utama sendiri masihlah berumur 13 tahun. Kita akan disuguhkan kisah menarik dengan grafis menakjubkan dari Studio Ghibli.