[Review Anime] Mahou Sensou

0
15

Mahou Sensou ialah salah satu anime yang tayang tahun 2014, diubahsuaikan dari Light novel. Seperti namanya, Mahou Sensou menjanjikan petualangan magis dari sekelompok anak SMU yang terjebak dalam situasi yang salah di waktu yang salah. 

Judul : Mahou Sensou
Tanggal Rilis : 10 Januari 2014
Episode : 12
Durasi : 24 Menit per Eps
Genre : Action, Fantasy, Magic
Sumber Cerita : Light novel
Studio : Madhouse

Sinopsis
Sejak disalahkan atas kecelakaan yang menimpa adiknya, Nanase Takeshi tidak pernah lagi merasa betah berada di rumahnya sendiri dan selalu berharap sanggup pergi ke kawasan yang jauh. Pada suatu hari, sehabis tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis berjulukan Aiba Mui dan membantunya lolos dari kejaran sekelompok orang, keinginan Takeshi balasannya terkabul. Terlibat dalam problem Mui menjadikan kekuatan sihir yang tertidur di dalam diri Takeshi bangkit, maka ia pun kemudian diharuskan tinggal di Houkai Sekai, sebuah dunia paralel yang sekarang berada di ambang kehancuran jawaban peperangan besar di antara para penyihir.

Jalan Cerita
Anime ini mempunyai dongeng yang sangat linear. Anime ini mencoba menambahkan beberapa twist di sana-sini, menyerupai contohnya perseteruan eksklusif Takeshi dan Gekkou, tetapi pada balasannya tidak lebih daripada berupa pertempuran antara kebaikan melawan kejahatan, dan semua twist tersebut tidak memberi cukup banyak perubahan terhadap jalan dongeng yang semenjak awal sudah bisa ditebak. Anime ini juga mencoba menambahkan bumbu komedi dan romance untuk sesekali memberi rasa berbeda, tetapi hal ini hanya menjadi upaya yang sia – sia. Baik sisi komedi, yang paling banyak tiba dari kesalahan Kazuma ketika memakai sihirnya, maupun sisi romance, yang diangkat melalui kejadian – kejadian canggung ala anime genre harem, keduanya terasa sangat dipaksakan, tidak dipersiapkan dengan cermat semoga sejalan dengan dongeng utamanya ataupun diatur supaya muncul dengan timing yang tepat. Namun setidaknya, anime ini bisa menulis kisah latar wacana dunia yang terbagi dua dan persaingan antar kelompok penyihir dengan cukup baik, sehingga meski tidak punya daya tarik tertentu, ceritanya tetap terang dan gampang dimengerti.

Karakter
Sebagian huruf di anime ini tidak dipersiapkan cukup matang untuk mempunyai korelasi yang kokoh dengan ceritanya. Contoh yang paling gampang terlihat ialah pada Takeshi, Kurumi, dan Kazuma. Mereka yang memang tinggal di Houkai Sekai masih bisa dimaklumi, tetapi harus ada alasan yang jauh lebih besar lengan berkuasa bagi orang – orang menyerupai mereka bertiga yang tinggal dengan kondusif di dunia yang hening untuk pindah ke dunia yang sedang dilanda perang. Alasan semacam keengganan Takeshi pulang ke rumah alasannya ialah pertengkaran dengan keluarganya terasa terlalu dibesar-besarkan, sementara keinginannya untuk membantu Mui hanya berlaku pada bab awal cerita. Dengan kata lain, meski mulanya Takeshi terdorong oleh rasa tenggang rasa terhadap problem yang dihadapi Mui, ketika problem tersebut telah terselesaikan, seharusnya ia tidak punya alasan lagi untuk terus bersamanya di Houkai Sekai. Dan sebagai konsekuensinya, selain alasan bahwa mereka cuma ingin menemani Takeshi itu sendiri sudah sangat lemah, begitu Takeshi kehilangan alasannya, Kurumi dan Kazuma juga semakin tidak punya tujuan yang terang di Houkai Sekai. Tampaknya, anime ini menyusun tokoh-tokohnya mulai dari tugas mereka di dalam cerita, tetapi ketika kemudian dituntut untuk menjelaskan bagaimana mereka hingga bisa mengisi tugas tersebut, anime ini tidak sanggup menyediakan jawaban memuaskan.

Art
Memang terdapat momen – momen ketika kekuatan sihir para tokohnya ditampilkan dengan baik hingga kedahsyatan mereka bisa segera terasa, tetapi jumlah momen semacam ini masih terlalu jarang. Lebih sering, kualitas animasi gerakan tokoh – tokoh tersebut berada pada level rata – rata atau bahkan di bawahnya. Yang paling disesalkan ialah bahwa anime ini bergotong-royong tidak kekurangan kesempatan untuk menjadi sesuatu yang luar biasa. Ada cukup banyak pertarungan sihir yang terjadi di sepanjang cerita, namun anime ini tidak memanfaatkan semua kesempatan tersebut, sudah merasa puas hanya dengan beberapa bulat sihir dan permainan cahaya yang sederhana. Alhasil, meski dengan semua potensi yang ia simpan anime anime ini, visual anime ini justru lebih cenderung menjadi sisi negatifnya.

Ost
Yang paling saya suka dengan anime ini ialah Ostnya. Opening berjudul  “Senkou no Prisoner” by Yuuka Nanri dan untuk Ending berjudul “Born to be” by Nano. Tapi, yang paling saya suka ialah BGM dan dampak suaranya, udah cukup pas dengan adegan bertarungnya. 

Overall
Jalan Cerita : 7 / 10
Karakter : 6.5 / 10
Art : 7 / 10
Ost : 8 / 10
Mahou Sensou : 7.2 /10

Ide dasarnya anime ini sederhana saja. Ada sekelompok penyihir baik yang sedang bertempur melawan sekelompok penyihir jahat. Namun anime ini kemudian berusaha mengembangkannya lebih rumit, dengan menambahkan bumbu komedi romantis ke dalam ceritanya dan diam-diam – diam-diam eksklusif pada tokoh-tokohnya. Sayangnya, semua upaya tersebut tidak pernah dilakukan dengan benar, sehingga mereka balasannya hanya menjadi hiasan yang tidak perlu atau bahkan sebaliknya justru cuma mengganggu.