[Review Anime] Kokoro Ga Sakebitagatterunda.

0
18

Mumpung lagi di pojokan (wifidotid), sebelum pulang dan sebelum diusir satpam saya review dulu. Karena 3 hari kemudian gres saya tonton anime Movie ini. Masih lupa – lupa-ingat juga, sih. Biar enggak kelamaan mikir, jadi eksklusif saja simak reviewnya.

Judul : Kokoro ga Sakebitagatterunda.

Tanggal Rilis : 19 September 2015
Episode : 1
Durasi : 1 Jam 59 Menit 
Genre : Drama, Romance, School
Sumber Cerita : Original
Studio : A-1 Pictures

Sinopsis
Anime ini mengambil latar di sebuah kota di Jepang berjulukan Chichibu, di mana dongeng berpusat pada seorang gadis muda berjulukan Jun Naruse. Dia yaitu seorang gadis yang dikenal sebagai tukang celoteh, selalu mengungkapkan apa pun yang ia kehendaki. Dia selalu bermimpi untuk sanggup diundang ke sebuah kastil yang ada di atas gunung, yang bergotong-royong merupakan hotel cinta. Suatu hari, saat ia tiba ke hotel tersebut, ia melihat ayahnya bersama seorang perempuan lain gres saja keluar dari hotel tersebut. Dia kemudian menceritakan hal ini kepada ibunya, dan kesannya kedua orang tuanya bercerai. Ibunya memaksa ayahnya untuk meninggalkan rumah dan saat Jun ingin mengucapkan selamat tinggal kepada ayahnya, ayahnya menyalahkan Jun atas perceraian tersebut. Hal ini menciptakan Jun sedih. Saat ia menangis, sebuah telur peri muncul dan menutup rapat mulutnya, mengunci kemampuan berbicaranya sehingga ia tidak bisa lagi melukai orang lain dengan kata-katanya.

Jalan Cerita
Anime ini ceritanya cukup menarik. Makara ceritanya perihal gadis yang banyak bacod, jadi ia ini enggak bisa diam. Ngomong terus. Ada apa – apa sedikit eksklusif ribut, eksklusif nyerocos. Nah, suatu hari si gadis ini liat bapaknya lagi berduaan di hotel sama perempuan lain. Tahu, ‘kan, maksudnya berduaan di hotel? Nah, ini eksklusif bilang ke Ibunya, gara – gara itu orang tuanya cerai. Si gadis, ah, sebut saja Jun Naruse, ia eksklusif mengutuk dirinya supaya mulutnya dikunci, enggak ngomong lagi. Eh, pas di SMA. Kutukan itu malah bikin sial lagi, Ibunya sering digosipin punya anak pendiam, enggak pernah ngomong. Terus, di Sekolah Menengan Atas ini perlahan kehidupan Jun mulai berubah dengan banyak sekali drama yang dilaluinya. Makara pada dasarnya perihal perjalanan hidup Jun Naruse yang dulunya bawel tapi kini jadi susah ngomong. Mungkin dengan ini kalian ada bayangan dongeng ibarat ini apa ini? Oh, soal romansa terang ada. Soalnya drama ibarat ini apalagi kutukan kan biasa sembuhnya sama cinta. 

Karakter
Nah, di sini sempat saya kecewa dengan sifat para tokoh-tokohnya. Saya hanya akan membicarakan empat tokoh saja, antaranya Jun Naruse, Natsuki Nitou, Daiki Tasaki, Takumi Sakagami. Nah, soal Jun saya lewat deh, sudah saya bicarakan di tag Cerita. Untuk Nitou Natsuki ini, ia merupakan cewek yang bisa dibilang biasa saja, tapi punya dua muka. Dia ini kayak suka mengkritik orang lain, padahal ia sendiri enggak mau gerak. Pasif, ‘gitu. Terus, si Sakagami Takumi ini yang mengubah kehidupan Jun, ia pacarnya Natsuki. Sayangnya mereka ini kayak enggak pacaran, soalnya memang membisu – diam. Si Natsuki pun enggak mau gerak, jadi apa yang diinginkan ya enggak dibicarain sama Sakagami. Sakagami pun sama, kayak membiarkan Natsuki. Bahkan jika Natsuki punya pacar pun, Sakagami seakan tidak peduli. Terakhir, Daiki Tasaki, ia pemain klub bisbol. Soal ini saya enggak bicara. Tapi yang jelas, entah apa yang terjadi, tangannya terluka. Makara ia enggak bisa ikut latihan, dan selama latihan suka dicibir sama pemain lainnya. Intinya sih, ia ini kayak preman. Pas mengadakan drama musikal pun ia yang paling menolak. Tapi nanti ia berubah bersamaan dengan perjalanan Jun Naruse. Oh, soal kecewa tadi. Begini, si Daiki ini kan kayak preman. Pas lagi galau-galaunya, dengan santainya ia mengajak Natsuki ke hotel (Tahu, ‘kan, maksudnya?). Nah, di sini saya mulai agak malas mengikuti kelanjutannya. Kayak enggak mikir banget, ‘gitu. Yah, meski ini cuma keegoisan saya pribadi, keegoisan penonton. Tapi untungnya Natsuki tahu diri, dan enggak kehasut. Oh, iya, saya kasih spoiler. Natsuki sama Sakagami ini pacaran. Dan yang mengubah hidup Jun yaitu Sakagami. Terus Sakagami? Yah, pokoknya itu. Selamat menebak.

Art
Saya liat di MAL, anime ini dikerjakan oleh staf yang memproduksi anime Ano Hi Mita Hana no Namae wo Bokutachi wa Mada Shiranai di tahun 2011. Latar tempatnya juga diambil dari Kota Chichibu, prefektur Saitama. Karena yang buat yaitu para staf AnoHana, jadi berdasarkan saya gerakan-gerakannya tidak mengecewakan realistis. Kenapa saya bilang lumayan? Karena khusus untuk Jun Naruse di sini gerakannya terlalu berlebihan, meski memang sudah dalam porsi yang pas, dan jika saya pikir ada orang ibarat ia mungkin bakal berperilaku ibarat itu. Meski kemungkinan itu sangat kecil, sih. Untuk penggambaran latar berdasarkan saya sudah bagus, keren, warbyazah.

Ost
Buset, makin mepet mau di usir satpam, makin gundah mau ngetik apa. Yang jelas, sih, pas bab simpulan nyentuh banget. BGM-nya juga pas, imbas – imbas bunyi saya no comment. Oh, iya, saya gres tahu jika si Natsuki disulih suarakan oleh Mbak Sora Amamiya, seiyuu Aqua Konosuba.

Overall
Jalan Cerita : 8.5 / 10
Karakter : 7 / 10
Art : 9 / 10
Ost : 9 / 10
Kokoro ga Sakebitagatterunda. : 8 / 10

Hmm, jika memang kalian suka drama ibarat AnoHana, saya sarankan tonton anime ini. Tapi jika enggak, mending enggak usah. Takut kokoro-mu enggak kuat.