[Review Anime] Kimi No Na Wa.

0
21

Anime ini merupakan salah satu karya source original yang ke empat sutradara Makoto Shinkai. Seperti garapan anime sebelumnya Byousoku 5 Centimeter (2007), The Place Promised in Our Early Days (2004) and The Garden of Words (2013). Makoto Shinkai bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis ceritanya. 

Judul : Kimi no Na wa.
Tanggal Rilis : 26 Agustus 2016
Episode : 1
Durasi : 1 Jam 46 Menit 
Genre : Supernatural, Drama, Romance, School
Sumber Cerita : Original
Studio : CoMix Wave Films

Sinopsis
Mitsuha ialah siswa Sekolah Menengan Atas wanita yang tinggal di sebuah pinggiran kota terletak jauh di pegunungan. Ayahnya ialah walikota dan jarang berada dirumah, dan beliau tinggal dengan adiknya yang masih berada sekolah dasar dan juga neneknya. Taki ialah siswa Sekolah Menengan Atas pria yang tinggal di sentra kota Tokyo. Dia menghabiskan waktu dengan teman-temannya, bekerja paruh waktu di sebuah restoran Italia, dan tertarik dengan arsitektur dan seni rupa. Suatu hari, Mitsuha mendapat sebuah mimpi di mana beliau ialah sebagai seorang pemuda. Taki juga mempunyai mimpi di mana beliau ialah siswa Sekolah Menengan Atas wanita di sebuah kota akrab pegunungan yang belum pernah ia kunjungi. Apakah belakang layar dari mimpi yang mereka alami? dan bagaimana perjalanan cinta mereka? apakah mereka sanggup bertemu dan mewujudkan mimpi indahnya didunia nyata?

Jalan Cerita
Jika dilihat secara sederhana, Kimi no Na wa ialah kisah asmara fantasi berlatarbelakangkan dunia modern. Bagi beberapa penonton, mungkin ada yang menyampaikan ini “shoujo ala Makoto Shinkai”. Dengan disuguhkan tema – tema simbolisme ibarat “musubi” (ikatan), dongeng yang diangkat tentunya membawa penontonnya kepada ikatan antara Taki dan Mitsuha dengan cara yang asing dan bisa-bisa sangat luas. Untungnya luasnya wangsit dari Makoto Shinkai bisa dijinakkan oleh staff lainnya ibarat produser Genki Kawamura (Boy and The Beast) dan desain abjad oleh Masayoshi Tanaka (Ano Hana, Ano Natsu). Beberapa hal yang mungkin menjadi highlight dari Kimi no Na wa ialah dari segi cerahnya konsep dan karakter, pemakaian tema supernatural yang digabungkan dengan penceritaan paralel, dan berakhir dengan pengemasan yang membawa penontonnya menikmati anime ini sebagai sebuah anime yang luar biasa.

Karakter
Karena ini anime Movie, sebagian abjad mempunyai kepribadian yang sangat sederhana. Kedalaman abjad dikorbankan untuk dongeng yang menyeluruh, hasilnya mengarah ke abjad utama yang mempunyai kepribadian yang lebih dalam, dengan abjad sisi kiri belakang. Jangan kebingungan ya. Untuk format, kedalaman abjad yang mereka hasilkan memang luar biasa. Petunjuk kecil yang dicampurkan ke dalam banyak adegan, diskrit memberikan latar belakang dan kepribadian karakternya.

Art
Seperti yang diperlukan dari movie Makoto Shinkai, karya seni yang indah. Kualitas produksi ialah dari grafiknya. Dalam Art itu sendiri sudah cukup untuk memunculkan air mata, ibarat yang dilakukan untuk saya selama menonton trailernya. Pilihan warna dan penggunaan gerakan dan sangat fokus dalam frame benar – benar membantu kalian untuk memperhatikan apa yang kalian butuhkan untuk diperhatikan, selain itu juga tidak skimping dan menyisakan keluar dari kerincian kalau mata kalian tetapkan untuk menyimpang, yang saya sarankan untuk kalian lakukan ketika menonton setiap movie yang dikeluarkan oleh Makoto Shinkai untuk setiap blur, cahaya falre dan particle floating di sepanjang layar benar – benar menambah jumlah yang luar biasa dari emotion untuk setiap adegannya.

Ost
Opening Theme: #1: “Yume Tourou” by RADWIMPS #2: “Zen Zen Zense (前前前世)” by RADWIMPS dan Ending Theme: “Nan Demonai ya” by RADWIMPS. Untuk Ost saya suka semuanya, tapi yang paling saya suka ialah Endingnya, Beuuhh… mantab Feel-nya sanggup banget. saya juga Insert song yang berjudul “Sparkle” by RADWIMPS, pas banget pada ketika meteor jatuh. pada dasarnya semuanya sangat pas dengan animenya

Overall
Jalan Cerita : 9.5 / 10
Karakter : 9.8 / 10
Art : 10 / 10
Ost : 9.5 / 10
Kimi no Na wa. : 9.8 / 10

Setidaknya saya merasa saya menikmati setiap adegan di movie ini, kepribadian, kenikmatan yang dibentuk benar – benar menakjubkan. kehidupan semua orang berbeda dalam cara yang berbeda, sesuatu terjadi dalam mimpi dan dilupakan pada hari berikutnya, hal yang terjadi dalam realitas dan dilupakan seumur hidup. Saya sangat respect pada usaha Taki dan Mitsuha sepanjang movie untuk saling membantu, dan sebanyak itu menciptakan saya kagum hingga air mata di mata saya keluar, saya menikmati pertanyaan perihal berapa banyak kenangan yang kita buat, hingga memberi pertanyaan lagi “siapa kita?”.