[Review Anime] Kill Me Baby

0
8

Berawal dari aku cari anime yang lucu buat ditonton, sobat aku pun merekomendasikan salah satu anime koleksinya berjudul Kill Me Baby, sebuah anime chibi perihal keseharian dua cewek dekat namun mempunyai kepribadian yang berbeda.

Judul : Kill Me Baby
Tanggal Rilis : 6 Januari 2012
Episode : 13
Durasi : 24 Menit per Eps
Genre : Comedy, School, Seinen
Sumber Cerita : 4-koma manga
Studio : J.C.Staff

Sinopsis

Selain sebagai murid SMU, Sonya juga bekerja sebagai pembunuh bayaran. Namun, hal tersebut tidak menghalangi Oribe Yasuna yang selalu mencoba berteman dengannya, meskipun untuk itu ia harus selalu siap mencicipi penderitaan secara fisik.

Jalan Cerita
Komedi anime ini bukannya tidak bagus, tetapi anime ini terlalu banyak mengulang-ulang konsep kisah yang sama. Semua ceritanya hampir selalu akan dimulai dengan Yasuna yang mengungkapkan idenya, kemudian Sonya menyiksanya alasannya inspirasi tersebut, dan sesekali Agiri akan muncul dengan alat-alat ninjanya. Anime ini berusaha memperlihatkan variasi pada inspirasi – inspirasi Yasuna, alat – alat ninja Agiri, dan cara Sonya menyiksa Yasuna, tetapi inspirasi – inspirasi tersebut tidak pernah cukup ‘gila’ untuk jadi menarik. Alat – alat tersebut tidak pernah cukup asing untuk menciptakan terkejut, dan apakah dengan cara memukul wajah ataukah dengan cara memelintir tangan, komedi slapstick tetap saja hanya komedi slapstick. Memang masih ada belahan – belahan yang benar – benar tidak terduga dan impulsif bisa mengundang tawa, tetapi jarak antara belahan – belahan ini terlalu jauh sehingga pada sebagian besarnya, anime ini mungkin akan terasa membosankan.

Karakter
Kombinasi antara Yasuna yang naif dan Sonya yang pemarah benar – benar berhasil dengan baik. Hanya saja dengan karakterisasi yang sesederhana itu, jenis komedi yang bisa tercipta di antara keduanya juga sangat terbatas, dan tanpa adanya aksara perhiasan yang bisa memberi dimensi gres ke dalam cerita, komedi di anime ini pun terasa sangat monoton. Lalu bagaimana dengan Agiri? Sayangnya, alasannya baik karakterisasinya maupun hubungannya dengan aksara – aksara lain tidak pernah mendapat wujud yang jelas, meski diperkenalkan sebagai aksara utama yang ketiga, Agiri tidak mempunyai banyak fungsi selain menambah alasan bagi Yasuna dan Sonya untuk bertengkar. Maka tetap saja, anime ini selalu hanya bercerita perihal dua aksara tersebut.

Art
Dari segi artwork lumayanlah, soalnya diubahsuaikan oleh studio J.C. Staff. Desain aksara yang dibentuk chibi bisa mensupport kisah kesaharian mereka yang dibalut bumbu komedi.

Ost
Untuk Soundtrack, ini nih yang bikin greget, soalnya cocok dideger sambil hepi hepi-an. Dari OP sampe ED bisa bikin mood jadi oke, *anak jaman kini menyebutnya “moodbooster”*. Dan yang gak kalah lagi ialah dance Yasuna  dan Sonya pas waktu Ending. 

Overall
Jalan Cerita : 6 / 10
Karakter : 6.5 / 10
Art : 8 / 10
Ost : 9 / 10
Kill Me Baby : 7.5 / 10

Entah mengapa dalam semua aspek, anime ini menyerupai mencegah dirinya sendiri dari menjadi sebuah karya yang bagus. Komedinya sangat repetitif, jumlah karakternya terlalu sedikit, dan dikala belahan musiknya memperlihatkan kualitas yang cukup baik, anime ini justru merusaknya sendiri dengan perhiasan – perhiasan yang sama sekali tidak perlu.