[Review Anime] Juuou Mujin No Fafnir

0
9

Kali ini saya akan mereview sebuah pembiasaan dari novel ringan yang bergenre Fantasy. Adaptasi ini berjudul Juuou Mujin no Fafnir (銃皇無尽のファフニール, Unlimited Fafnir).

Judul : Juuou Mujin no Fafnir
Tanggal Rilis : 9 Januari 2015
Episode : 12
Durasi : 24 Menit per Eps
Genre : Fantasy, Harem, Romance, School
Sumber Cerita : Light novel
Studio : Diomedea

Sinopsis
Pada suatu hari, makhluk – makhluk raksasa misterius yang disebut Dragon tiba-tiba muncul dan membuat kekacauan di seluruh dunia. Dan pada dikala yang sama, beberapa gadis juga mendadak mendapatkan kekuatan yang serupa dengan Dragon. Gadis – gadis itu dinamakan Type Dragon atau D. Mereka semua kemudian dikumpulkan di sekolah khusus Midgar. Sebagai satu-satunya cowok yang ikut menjadi D, Mononobe Yuu juga dikirim oleh pasukan keamanan NIFL ke Midgar. Dari sinilah kisah Juuou Mujin no Fafnir bergulir.


PV


Jalan Cerita
Meski di satu sisi anime ini terbilang cukup teliti dengan memperhatikan beberapa detil menyerupai informasi dasar seputar sejarah Midgar, mulai dari tujuan awal pertama dibangun hingga mengapa kemudian menjadi sekolah khusus bagi D, namun pada dikala yang sama, anime ini juga meninggalkan banyak detil lain yang tidak terjawab. Mengapa para Dragon mencari pasangannya di antara para gadis manusia? Atau dengan kata lain, bila mereka yakni semacam binatang yang sekadar mengikuti insting, mengapa semenjak awal pasangan mereka berupa gadis – gadis manusia? Dan mengapa yang bertempur selalu hanya Yuu dan para murid di Kelas Brynhildr? Padahal bila semua D seharusnya mempunyai kekuatan yang sama, bukankah semua murid di Midgar juga bisa ikut serta dalam pertempuran? Sebenarnya detil – detil ini tidak begitu krusial, tetapi bagaimanapun juga, mereka membuat situasi tidak lazim yang membutuhkan penjelasan, dan kurangnya klarifikasi tersebut kesannya menyebabkan setting anime ini tampak meragukan. Namun, dari segi ceritanya sendiri, anime ini memperlihatkan teknik storytelling yang bagus. Pada intinya, kisah anime ini hanyalah perihal serangan demi serangan Dragon ke Midgar, yang kemudian dilanjutkan dengan usaha Yuu dan tokoh lainnya untuk mencegah mereka, tetapi anime ini bisa memberi cukup variasi sehingga tidak pernah ada yang terkesan berulang. Apakah itu pada kekuatan masing – masing Dragon ataukah alasannya dinamika di antara para tokoh di dalam Midgar, setiap pertempuran selalu terasa berbeda.

Karakter
Walaupun mereka selalu terlibat dalam setiap pertempuran, para tokoh gadis di anime ini tidak cukup berperan di dalam cerita, kecuali ketika mereka menjadi target yang dikejar-kejar oleh Dragon. Kily yang justru ingin mendapatkan sepenuh hati takdirnya sebagai calon Dragon memang memperlihatkan variasi yang menarik, namun gadis – gadis yang lain seolah hanya menyerupai bayangan yang menunggu hingga dikala bertempur tiba, ataukah justru menghabiskan waktu mereka berusaha mendekati Yuu. Akan tetapi, meski tidak mempunyai sudut pandang sendiri, anime ini masih berhati-hati untuk menyusun proses pedoman mereka. Dengan kata lain, para tokoh tersebut bukan begitu saja melaksanakan apa yang mereka lakukan, melainkan melalui serangkaian insiden yang masuk logika untuk menjelaskan mengapa mereka melakukannya, sehingga paling tidak, secara keseluruhan mereka cukup praktis dipahami.

Art
Jelas terlihat bahwa anime ini sangat kesulitan menjaga kualitas animasinya, bahkan hingga pada titik di mana beliau seolah dengan sengaja berusaha sebisa mungkin menghindar dari membuat animasi. Alhasil, banyak animasi yang seharusnya ada kesannya hilang, dan yang justru memenuhi anime ini yakni duduk kasus – duduk kasus menyerupai close-up yang dipaksakan (mungkin untuk menyembunyikan sisa gambar dari adegan tersebut), durasi suatu adegan yang lebih panjang beberapa detik daripada yang semestinya (mungkin alasannya adegan selanjutnya memang tidak dibuat), atau sound effects dan voice-acting yang tidak sesuai dengan gambar yang tampak, contohnya bunyi tawa pada wajah yang cemas. Semua duduk kasus ini tidak dijumpai ketika para tokohnya sedang bertempur, bahkan visual effects pada dikala itu sanggup dikatakan cukup baik, tetapi sayang, perbandingan jumlah visual yang jelek di anime ini terlalu besar untuk bisa dengan praktis ditebus oleh adegan tertentu yang hanya muncul beberapa kali.

Ost
Lagu dan efek bunyi yang dipergunakan cukup mendukung jalannya cerita, membuat para penontonnya sanggup dengan nyaman mengalun bersama dengan ceritanya. Lagu pembukanya berjudul “Flying Fafnir” yang dibawakan oleh TRUSTRICK menjadi pembuka yang apik dengan nada lagunya yang seolah menceritakan sesuatu. Lebih jauh lagi, epilog berjudul “Ray of bullet” yang dibawakan oleh dua pengisi bunyi dari anime ini, Rina Hidaka (Iris Freyja) dan Manami Nukamura (Mononobe Mitsuki), menjadi epilog penuh emosi yang dengan tepat membungkus anime ini.

Overall
Jalan Cerita : 7 / 10
Karakter : 7 / 10
Art : 6 / 10
Ost : 8.5 / 10
Juuou Mujin no Fafnir : 7 / 10

Apabila kalian bertanya apakah anime ini berupa anime Harem, jawabannya sudah niscaya ya. Namun, membatasinya cuma pada status tersebut yakni juga tidak adil. Sebab ceritanya tidak dibentuk secara asal-asalan untuk sekadar membuat situasi Harem tersebut, melainkan disampaikan dengan cara yang baik sehingga senantiasa menarik hingga pada episode terakhir. Memang bukan hal praktis untuk memaafkan visualnya yang penuh masalah, namun bila kalian bersedia melakukannya, anime ini mungkin masih bisa membalas kesabaran kalian.