[Review Anime] Jinrui Wa Suitai Shimashita

0
18

Kali ini saya akan mereview anime Fantasy  berjudul “Jinrui wa Suitai Shimashita”. Tanpa membuang waktu lagi soalnya saya lagi buru – buru, pribadi saja simak reviewnya.

Judul : Jinrui wa Suitai Shimashita
Tanggal Rilis : 2 juli 2012
Episode : 12
Durasi : 23 Menit per Eps
Genre : Comedy, Fantasy, Seinen
Sumber Cerita : Light novel
Studio : AIC A.S.T.A.

Sinopsis
Umat insan telah melewati masa kejayaannya dan sedang menuju kepunahan. Kini dunia didominasi oleh kaum peri yang sanggup berkembang biak secara pesat hanya dengan bersenang-senang. Karena kemampuannya berkomunikasi dengan peri, seorang gadis mewakili insan dan bekerja sebagai perantara di antara umat insan dan kaum peri. Pekerjaan tersebut ternyata kemudian membawanya jauh ke dalam dunia peri yang aneh dan penuh kejutan.


PV


Jalan Cerita
Menyebut ceritanya dengan kata “unik” rasanya masih belum cukup untuk menggambarkan anime ini secara tepat. Segala sesuatu mengenai ceritanya sangat jauh berbeda dari sebagian besar, atau bahkan semua anime yang lain. Temanya bukan wacana orang, tempat, atau kejadian tertentu, melainkan lebih wacana satu periode waktu, wacana perubahan – perubahan yang terjadi pada umat manusia, peradaban mereka, dan juga hubungan mereka dengan lingkungan sekeliling jauh di masa depan. Lalu, timeline dari satu chapter ke chapter berikut disusun berjalan mundur, mengizinkan anime ini untuk tetap menjaga fokus ceritanya pada dunia di sekeliling sang protagonis dan bukan justru mengikuti kehidupan protagonis tersebut. Sekilas hal ini mungkin terkesan akan membingungkan, tetapi ternyata sama sekali tidak begitu, alasannya yaitu daripada berupa tahapan – tahapan dalam cerita, chapter – chapter tersebut lebih menyerupai kepingan jigsaw puzzle. Sejak pertama anime ini pribadi menawarkan puzzle yang sudah sekitar 80 persen selesai, sebelum kemudian menutup lubang-lubangnya satu persatu dengan kepingan – kepingan yang tersisa. Namun sayangnya, keunikan ini yang pada kesannya juga menghambat anime ini. Laksana menemukan suku gres di suatu dunia baru, ceritanya yang hanya mengangkat karakteristik demi karakteristik dari dunia yang kini didominasi kaum peri tidak akan memuaskan kecuali mereka yang berasal dari bidang antropologi atau sejarah, sedangkan mereka yang mencari thrill dari eksplorasi kemungkinan akan mendapati anime ini terlalu datar tanpa daya tarik yang khusus.

Karakter
Watashi, sang huruf utama sekaligus narator, yaitu mungkin penggambaran paling sempurna dari perilaku umat insan jikalau suatu hari kita punah secara alami. Pasrah, tetapi tidak mau berpangku tangan. Tanpa masa depan, tetapi tetap ingin mencari tahu dan meninggalkan pengetahuan. Dan oleh lantaran itu, ia yaitu sudut pandang yang paling pas untuk mewakili penonton dalam melihat wujud gres dari sebuah dunia yang familiar. Pemberian identitas yang samar dengan cuma memakai panggilan menyerupai watashi (saya), joshu-san (asisten), dan Y juga menjaga supaya dunia tersebut selalu lebih menonjol daripada para huruf anime ini, sehingga ketika ceritanya berakhir, mereka pun tidak pernah terasa lebih daripada sekedar salah satu penonton.

Art
Warna – warna pastel yang cerah mengingatkan kita pada buku dongeng anak – anak, seketika memicu perasaan rindu yang dalam namun dari sisi yang menyenangkan. Ini sangat sesuai dengan anime ini yang, meskipun bersetting pada masa kepunahan manusia, tidak bermaksud menawarkan apa yang pernah ada, tetapi justru apa yang kini menggantikannya.

Ost
Lagu Openingnya tidak mengecewakan catchy. Sayang, saya gak punya waktu banyak pas nontonnya, jadi dengan sedikit terpaksa hampir selalu saya skip. Sementara audio untuk adegan di ceritanya juga bagus. Kadang ada Ost yang kesannya dramatis, terus mendadak diganti jadi Ost depresi ngikutin apa yang dinarasikan Watashi. Terus saya juga suka bunyi yang dihasilkan seiyuu – seiyuu di anime ini. Mulai dari Watashi yang kadang saya rasa suka bicara dengan monotone, tapi dengan kesan yang sama sekali tidak datar. Atau kalau perlu saya bilang, itu yaitu charm yang ia miliki sebagai tokoh monotone yang hobi bernarasi.

Overall
Jalan Cerita : 7 / 10
Karakter : 8.5 / 10
Art : 8 / 10
Ost : 8 / 10
Jinrui wa Suitai Shimashita : 8 / 10

Apa yang akan kalian lakukan ketika menghadapi kepunahan? Tidak ada perang ataupun zombie, hanya waktu kita saja yang memang sudah habis. Ada dunia gres di luar sana, dunia para peri yang penuh misteri, maka mengapa tidak nikmati saja?. Dan dengan identifikasi huruf yang disamarkan, anime ini menempatkan kalian di bangku terdepan. Sayang sekali bahwa ceritanya ternyata kemudian tidak menawarkan cukup hal dari dunia tersebut untuk memuaskan semua orang, tetapi jikalau bersedia bersabar, kalian mungkin masih akan terpikat oleh salah satu storytelling paling unik di anime.