[Review Anime] Harmony

0
17

Kali ini saya akan mereveiw anime Movie yang judulnya paling gampang diingat berjudul Harmony. Oke, tanpa banyak basa-basi pribadi saja simak reviewnya.

Judul : Harmony
Tanggal Rilis : 13 November 2015
Episode : 1
Durasi : 1 Jam 59 Menit 
Genre : Sci-Fi, Psychological
Sumber Cerita : Novel
Studio : Studio 4°C

Sinopsis
Di masa depan, Utopia risikonya telah dicapai berkat nanoteknologi medis dan sopan santun yang besar lengan berkuasa kesejahteraan sosial dan saling pertimbangan. dunia yang tepat ini tidak sepenuhnya sempurna, dan tiga gadis-gadis muda untuk kebaikan totaliter dengan obat-super , mencoba bunuh diri dengan kelaparan. Namun tidak berhasil, tapi salah satu gadis -Tuan Kirie- tumbuh menjadi anggota dari Organisasi Kesehatan Dunia. Sebagai krisis mengancam keharmonisan dunia baru, Tuan menemukan kembali anggota lain dari pakta bunuh diri, dan bahu-membahu mereka harus membantu menyelamatkan planet ini … dari dirinya sendiri.

Jalan Cerita
Saya masih belum begitu paham inti dongeng yang disampaikan. Tapi kesimpulan yang saya dapat, di anime ini semua orang terpasang WatchMe, alat itu menyerupai mengendalikan organ dalam insan bila ada keadaan yang tidak normal. Yang intinya, sudah tidak ada yang namanya penyakit. Semuanya sehat. Bahkan umur 70-an tahun masih terlihat segar. Tapi, membuat insan tepat tanpa penyakit yakni hal tidak mungkin dilakukan, soalnya penyakit tetap muncul, tapi lebih ke menyerang mental. Entah apa penyebabnya, masih banyak yang melaksanakan tindakan bunuh diri dan melaksanakan hal diluar kebiasaan atau yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat sosial.  Oh, iya, di sini cukup menarik di mana semua dilakukan secara online, jadi jikalau ketemu orang enggak usah tukar kartu nama, secara otomatis mata kiri yang terpasang alat lensa atau apa pun itu, akan memindai dan mengetahui nama, umur, bahkan riwayat lain. Tapi seram juga, sih. Kaprikornus alat yang terpasang itu sanggup berfungsi sebagai kamera, jadi jikalau ada yang meninggal, akan diselidiki lewat alat itu. Nah, yang seram yakni bukankah itu sama saja mengawasi privasi setiap insan seumur hidup? Rasanya jadi enggak ada yang namanya kemerdekaan. Oh, iya, meski begitu pun, lensa kameranya sanggup dinonaktifkan, jadi apa yang kita lihat enggak akan terkirim ke server pusat. Tapi, bukankah itu bakal jadi masalah? Pasti akan ada banyak pertanyaan pada si individu yang melakukannya. Terlepas dari semua itu, saya kecewa dengan sanksi simpulan ceritanya.

Karakter
Dalam anime ini, ceritanya berfokus pada Tuan Kirie, Cian, dan Miach. Tentu saja Tuan yang paling sanggup sorotan, soalnya ia memang pemain film utamanya. Miach yakni dalang dalam cerita, sedangkan Cian yakni huruf yang bagaikan tokoh pendukung. Soalnya apa yang dilakukannya tidak mencolok. Tapi dari dialah, awal kisah dimulai.

Art
Lumayan untuk animasi 3D-nya. Selain itu saya suka cara pengambilan gambarnya. Contohnya ketika adegan makan antara Tuan dan Cian, sudut pandang kameranya tidak terfokus pada mereka berdua, tapi bergerak mengelilingi sekitar. Tentu, gambar utama yang ditangkap tetap Tuan dan Cian.

Ost
Enggak banyak yang sanggup saya jelaskan wacana Openingnya, yang terperinci jangan terlalu berharap banyak. Soalnya manis diawal-awal ketika adegan kejar-kejaran pesawat saja, dampak suaranya menyerupai sedang menonton anime penuh aksi. Tapi, ke sananya enggak ada yang “WAH” lagi. Mungkin sanggup saya sebut ini merupakan genre drama. Tapi saya suka lagu penutupnya, bunyi pistol yang menggema pun membuat penonton ikut terbawa suasana.

Overall

Jalan Cerita : 7 / 10
Karakter : 8 / 10
Art : 7.5 / 10
Ost : 7 / 10
Harmony : 7.3 / 10

Meski enggak penuh aksi, tapi ceritanya bikin ingin tau dan patut untuk diikuti. Setidaknya itulah yang saya pikirkan sehabis nonton anime ini.