[Review Anime] Hanayamata

0
8

Kali ini anime yang saya bahas yakni anime yang bergenre dance and dreams come true. Kayak Love Live! gitu kira – kira.

Judul : Hanayamata
Tanggal Rilis : 8 Juli 2014
Episode : 12
Durasi : 24 Menit per Eps
Genre : Slice of Life, Comedy, School
Sumber Cerita : Manga
Studio : Madhouse

Sinopsis

Sekiya Naru yakni seorang gadis berumur 14 tahun yang selalu mengagumi dongeng – dongeng dongeng, khususnya para tokoh utamanya. Ia selalu berharap biar bisa hidup di dunia yang indah menyerupai mereka. Suatu hari, harapannya pun terwujud. Hana N. Fountainstand, bule mungil dari Amerika yang gres saja pindah ke Jepang, menariknya dari dunia yang biasa saja ke ‘dunia yang lain’. Ya, ke dunia ‘Tarian Yosakoi’. Seiring berjalannya waktu, ada tiga orang lain yang melengkapi duet Hana-Naru : Si tsundere cerdas Sasame Yaya, sang putri kelas atas Nishimikado Tami dan si kacamata yang tegas Tokiwa Machi. Dan inilah mereka, Ha Na Ya Ma Ta — Hana, Naru, Yaya, Machi, Tami. Lima puspa, lima cerita, satu irama. Menari dalam harmoni, menemukan jati diri.

Jalan Cerita
Meski memakai tema yang sangat unik, anime ini tidak memanfaatkannya untuk menghasilkan dongeng yang unik pula. Daripada membahas seputar tarian Yosakoi yang kemungkinan besar masih belum diketahui oleh kebanyakan penonton, anime ini hampir seluruhnya hanya berupa drama ihwal persahabatan antara lima orang gadis. Tentu saja, hal ini tidak kemudian secara otomatis merupakan kelemahan, tetapi bagaimanapun juga, rasanya ada potensi menjanjikan pada anime ini yang karenanya tersia-siakan begitu saja. Dan ketiadaan tersebut, bahwa anime ini seharusnya punya sesuatu yang gres dan luar biasa menarik untuk dibicarakan namun menentukan untuk mengabaikannya, terasa kian patut disesalkan alasannya ternyata drama di anime menjadi terlalu berat. Dengan sebagian besar hanya berasal dari Hana, bab komedinya lama-kelamaan tidak lagi bisa mengimbangi kisah – kisah dari gadis lain yang terus-menerus menekankan ihwal pentingnya mengejar impian, hingga karenanya mereka lebih cenderung terkesan mendesak penonton daripada sekadar menyemangati. Penggunaan Yosakoi sebagai variasi dan pengalih perhatian seharusnya akan bisa menjaga nuansa ‘membara’ dari dramanya berada dalam batas yang masuk akal tanpa perlu menghalangi pesan yang hendak disampaikan, tetapi alasannya potensi tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik, menonton anime ini pun mungkin justru hanya akan terasa membosankan. 

Karakter
Meskipun, dari segi ceritanya secara keseluruhan, kisah langsung para tokoh anime ini memang kurang bervariasi sehingga selalu bernuansa sama, perbedaan huruf masing – masing mereka tetap digambarkan dengan terang dan konsisten. Dan lebih hebatnya lagi, setiap huruf kemudian mempunyai tugas dalam terbentuknya Klub Yosakoi. Sebagai contoh, perilaku Hana yang penuh semangat dan tidak pernah mengalah yakni sumber rasa percaya diri yang mendorong Naru untuk mulai berubah, dan juga, alasannya menyaksikan Naru yang biasanya pemalu sekarang berjuang keras, gadis – gadis yang lain pun selanjutnya ikut mencicipi daya tarik dari Yosakoi. Alhasil, Klub Yosakoi benar – benar terasa menyerupai sebuah karangan bunga, di mana setiap bunga akan menawarkan keindahannya sendiri sambil juga bergabung untuk membuat satu keindahan bersama sekaligus, maka setidaknya dalam hal menyajikan persahabatan antara lima individu yang berbeda, anime ini berhasil melakukannya dengan sempurna.

Art
Untuk visual, saya nggak bisa komplain banyak. Scene malam hari yang jadi awal pertemuan Naru dan Hana benar – benar mencengkram berpengaruh di ingatan saya, nggak bisa saya lupakan hingga ketika ini. Meski ada sedikit gangguan di beberapa hal (bentuk mata yang lancip, beberapa inkonsistensi Artwork, dan gigi Naru yang menyerupai banget sama makhluk dari game Kantai Collection – bikin saya selalu keinget makhluk itu setiap kali liat Naru), but overall… secara visual, anime ini terbilang baik di jamannya.

Ost
Saya suka Opening  dan Ending theme-nya (IMO, Opening > Ending). Paduan modernitas dan kultural begitu menyatu di kedua lagunya, menjadikannya sesuatu yang unik dan nggak pernah saya temui di anime – anime lain. Bahkan Opening-nya, Hana wa Odore ya Iroha ni Ho, sukses bertengger di playlist saya.

Overall
Jalan Cerita : 6.5 / 10
Karakter : 9 / 10
Art : 8 / 10
Ost : 9 / 10
Hanayamata : 8 / 10

Untuk Hanayamata alasannya visual yang indah dan music – musik hybrid tradisional-modern yang keren. Direkomendasikan bagi para pecinta Slice of Life, juga penikmat anime yang fokus pada perkembangan karakter-karakternya untuk menjadi lebih baik.