[Review Anime] Hana To Alice: Satsujin Jiken

0
15

Kebetulan pas buka situs MAL pribadi sanggup rekomendasi anime Movie, ini juga tergolong gres meski dalam informasi telah diluncurkan pada Februari 2015. Tapi, judulnya menarik, “Satsujin Jiken” atau dalam bahasa Indonesia artinya “kasus pembunuhan”, setahu saya anime ini pernah dibentuk Live-Action-nya tahun 2004, dan … saya pikir “pasti bakalan bagus”.

Judul : Hana to Alice: Satsujin Jiken
Tanggal Rilis : 20 Februari 2015
Episode : 1
Durasi : 1 jam 38 Menit
Genre : Slice of Life, Mystery, Drama
Sumber Cerita : Original
Studio : Steve N’ Steven, Rockwell Eyes

Sinopsis
Cerita berawal dari pindahnya Tetsuko Arisugawa/Alice (Yū Aoi) ke sekolah Ishinomori dimana di sana ada desas-desus mengenai masalah pembunuhan yang kemudian mengarah pada hal-hal supernatural. Alice yang tidak percaya takhayul malah menjadi penggalan dari objek exorcism salah satu siswi di sana. Kemudian ia mengenal Hana Arai (Anne Suzuki) yang berkepribadian tertutup dan mengaku mengenal sosok yang ramai dibicarakan sebagai korban pembunuhan itu. Bersama dengan Hana, Alice pun ikut mencari tahu kebenaran dari rumor tersebut. Investigasi berbalut petualangan itupun menandai awal kedekatan mereka berdua yang belum usang ini saling mengenal.

Jalan Cerita
Anime ini menceritakan siswi berjulukan Tetsuko Arisugawa atau biasa dipanggil Alice-chan dari kata “Arisu” yang pindah ke sebuah SMP. Sejak pertama kali masuk, tatapan semua sobat kelasnya benar – benar tidak menyenangkan, pasalnya Alice duduk dibangku kosong yang sebelumnya ditempati oleh siswa berjulukan Koutarou Yuda. Namun orang – orang menyebutnya “Yudas”. Bangku kosong dalam kelasnya ada dua, yang satu bekas Yuda dan yang satunya yakni Hana Arai. Karena Alice bingung, tanpa sengaja beliau diceritakan temannya mengenai pembunuhan murid dikelasnya setahun lalu. Murid yang tewas yakni Yuda, dan yang membunuh yakni empat orang Yudas. Aneh, bukan? Ini yang membuat ceritanya menarik, kemudian alasannya yakni Alice penasaran, beliau pun tiba ke rumahnya Hana alasannya yakni curiga dengan Hana yang tidak pernah masuk sekolah. Dan mulai dari sana lah Hana dan Alice bertemu kemudian memulai penyelidikan. Yang menarik, mereka tidak menyelidiki siapa pembunuhnya, melainkan mencari korbannya, yaitu Koutarou Yuda. Dari awal saja sudah membuat saya penasaran, tapi lagi – lagi saya tekankan ini dongeng drama yang kadang diselingi komedi, meski bahu-membahu enggak lucu – lucu amat. Hanya sebatas ketertarikan saya akan agresi Hana dan mitra – mitra yang dibuatnya.  Alur ceritanya maju, hingga masalah terungkap mulai ada dongeng kilas balik untuk mengungkap kasus. Tapi seru juga, kok.

Karakter
Saya hanya akan membahas dua tokoh utama saja, yaitu Hana dan Alice. Alice sendiri wataknya sopan, beliau baik, tapi bila ada orang lain yang menjahilinya beliau tidak akan tinggal diam. Sedangkan Hana sendiri yakni seorang Hikikomori. Tapi, beliau menjadi Hikikomori ada penyebabnya dan terungkap dikala masalah pembunuhannya terungkap. Hana juga sangat menjaga harga dirinya. Ini terlihat dari cara bicaranya yang kadang terlihat menyebalkan. Tapi, membisu – membisu beliau ini perhatian dengan mengikuti Alice mencari petunjuk mengenai masalah Yuda. Padahal Hana yang menyuruh Alice untuk menyelidiki sendirian. Mungkin Hana kasihan gara – gara Alice sudah mendengarkan celotehan gajenya.

Art
Saya ingat komentar BlurredVision18 dari MAL, beliau menyampaikan “Anime ini tidak terlihat ibarat anime. Terasa ibarat menonton orang orisinil yang berinteraksi secara natural”. Yah, saya setuju. Ada yang pernah nonton “Aku no Hana”? Kurang lebihnya ibarat itu, persis sekali. Namun latar belakangnya digambar dengan sangat epic. Ada yang bilang ini memakai teknik Rotoscope, di mana sang animator membuat animasi dengan menggandakan dari rekaman video yang dibuat. Kalau dalam gambar disebut “tracing”.

Ost
Sayangnya saya enggak tahu judul lagu penutupnya. Padahal yummy didengar loh. Efek bunyi yang diberikan juga terdengar natural, yah … mau bagaimana pun juga ini terlihat ibarat nonton “Live-Action”, sih.

Overall
Jalan Cerita : 8.5 / 10
Karakter : 7 / 10
Art : 7 / 10
Ost : 7 / 10
Hana to Alice: Satsujin Jiken : 7.8 / 10

Dari awal nonton sudah membuat saya penasaran. Meski ini bahu-membahu yakni drama ringan dan grafis yang agak gimana gitu, tapi anime ini layak untuk ditonton, kok. Saya bahkan merekomendasikan kalian untuk menontonnya.