[Review Anime] Hajimete No Gal

0
21

Kali saya akan mereview anime yang tokoh Heroinnya seorang gadis gyaru. Tentu saja, alasannya bertemakan wacana gyaru maka dalam anime ini kita akan disuguhi oleh para gadis dengan penampilkan gyaru yang populer nyentrik dan mempunyai stereotip bahwa mereka sedikit nakal.

Judul : Hajimete no Gal
Tanggal Rilis : 12 Juli 2017
Episode : 10
Durasi : 23 Menit per Eps
Genre : Comedy, Romance, Ecchi, School, Shounen
Sumber Cerita : Manga
Studio : NAZ

Sinopsis
Hajimete no Gal menceritakan Junichi Hashiba yang sangat ingin berhenti dari status perjaka (doutei). Ia didorong oleh kawan-kawannya untuk berpacaran dengan Yukana Yame yang dikenal sebagai seorang gyaru. Gyaru merujuk ke tren busana wanita Jepang dengan ciri khas kulit kecoklatan dan baju yang terkesan urakan. Tak disangka, ternyata pernyataan cinta Junichi berakhir sukses dan Yukana bersedia menjadi pacarnya.


PV


Jalan Cerita
Dengan plot dasar yang cukup masuk akal, bab awal dari dongeng anime ini tolong-menolong sangat baik. Bukan hal yang tidak mungkin bahwa seorang cowok akan mengejar gadis yang tidak benar – benar ia sukai hanya semoga ia bisa tahu bagaimana rasanya mempunyai kekasih, dan begitu pula sebaliknya, meski ia mendapatkan kesan pertama yang jelek dari seorang pemuda, masih bisa dimengerti bahwa seorang gadis tetap bersedia menerimanya sebagai kekasih apabila si cowok kemudian secara terang-terangan mengungkapkan cinta kepadanya. Selain itu, cara bagaimana anime ini menggambarkan perilaku frustasi Junichi juga seketika bisa membuat nuansa Comedy dan Romance di dalam ceritanya, sehingga kisahnya pun pribadi terlihat menarik. Walaupun ia dan teman-temannya tidak pernah jauh dari hal – hal yang … tak senonoh, semua hal tersebut sesungguhnya hanyalah alat untuk mengatakan betapa Junichi tidak paham apa – apa wacana cinta, dan ternyata oleh alasannya kebodohannya itu pula, relasi Junichi dengan Yukana yang canggung kemudian secara alami tampak sebagai sebuah kisah cinta yang romantis antara dua orang pemula yang masih polos. …. Namun sayangnya, sehabis beberapa episode (sejak dari episode 3, lebih tepatnya) kualitas anime ini segera menurun drastis. Ketika para tokoh gadis lainnya mulai ikut bergabung, ceritanya mendadak seolah kehilangan arah, tidak lagi yakin apa yang sesungguhnya hendak disajikan. Comedy dan Romance tadi sesekali akan tetap menampakkan diri, tetapi lebih sering anime ini sudah bermetamorfosis Harem biasa yang sekedar ingin mengumpulkan sekelompok gadis di sekeliling Junichi.

Karakter
Sebagaimana yang telah disebutkan, rasa frustasi Junichi merupakan materi baku utama untuk Comedy dan Romance anime ini sekaligus. Bukan hanya ia mengajak penonton untuk terus melihat tingkah bodohnya dikala ia perlahan mencar ilmu wacana relasi romantis, Junichi juga bisa mengundang penonton semoga bersimpati dan mendukung perjuangannya dalam mengejar cinta. Namun, mungkin justru alasannya hampir sepenuhnya bergantung kepada Junichi seorang, para tokoh gadisnya, termasuk Yukana, jadinya kemudian nyaris tidak punya fungsi apa – apa. Mereka seolah dihadirkan hanya alasannya anime ini ingin menampilkan sebanyak mungkin tipe gadis Gal, maka profil mereka pun tidak pernah sanggup melampaui batas tersebut sebagai salah satu tipe dari gadis Gal. Sementara, baik kepribadian mereka sendiri maupun relasi mereka dengan Junichi terasa dibentuk dengan asal-asalan, cuma menyerupai keterangan pemanis yang belakangan dimasukkan seadanya sekadar untuk mengisi celah lebar antara seorang cowok frustasi dan gadis Gal.

Art
Jika dinilai dari segi kualitas, secara keseluruhan visual anime ini tidak begitu bagus. Terkadang anime ini bahkan tidak bisa menggabungkan dua gambar tokohnya dengan benar, sehingga tinggi tubuh mereka akan tampak datang – datang berubah, atau mereka terlihat menyerupai memandang ke arah yang keliru dari posisi lawan bicara mereka. Tetapi, meski demikian, satu hal khusus yang selalu berhasil anime ini lakukan ialah memvisualisasikan kebingungan Junichi sebagai seseorang yang gres pertama kali mencicipi cinta, kebingungan yang kemudian berperan penting dalam mewujudkan Comedy dan Romance di anime ini.

Ost
Lagu Opening: “Hajimete no SEASON (はじめてのSEASON)” oleh Junjou no Afilia (純情のアフィリア) dan Lagu Ending: “GAL-tic Love (GAL的LOVE(ギャルチックラブ))” oleh Erabareshi (エラバレシ). Selain lagu Opening dan Ending yang saya sebutkan, lagu riginal Soundtrack dan theme songnya tampaknya rata – rata dan biasa saja, tidak ada yang menonjol.

Overall
Jalan Cerita : 7 / 10
Karakter : 7 / 10
Art : 7 / 10
Ost : 7 / 10
Hajimete no Gal : 7 / 10

Menyebut anime ini hanya sebuah variasi Harem yang memakai tokoh gadis Gal bukanlah ungkapan yang paling keliru. Memang tidak semua para tokoh gadis tersebut akan seketika jatuh cinta kepada Junichi, tetapi dengan karakterisasi yang dangkal, anime ini jadinya tampak sekedar ingin menunjukkan situasi klise wacana seorang cowok yang dikelilingi oleh banyak gadis sekaligus. Meski begitu, di balik semua kekurangannya, anime ini sudah cukup baik dalam melaksanakan beberapa hal mendasar. Dan sebagai bukti, komedinya yang sesekali muncul bisa dijaga tetap efektif, sementara nuansa romantis dari kisah kedua tokoh utamanya samar – samar sanggup terus terasa sampai episode terakhir.