[Review Anime] Elfen Lied

0
9

Elfen Lied?? dari sebelum menonton saya sudah diberitahu jika ini yaitu anime Horror plus Gore, mungkin gak bisa dibilang 100% horror sehabis membaca sinopsisnya yang cukup menarik dan gak ada hal – hal mistik disini.  So pribadi saja, simak reviewnya.

Judul : Elfen Lied
Tanggal Rilis : 25 Juli 2004
Episode : 13
Durasi : 25 Menit per Eps
Genre : Action, Horror, Psychological, Supernatural, Drama, Romance, Seinen
Sumber Cerita : Manga
Studio : Arms

Sinopsis
Anime ini berlatar di sebuah dunia fiksi dimana terdapat suatu species mutan ibarat insan yang disebut Diclonius. Diclonius mempunyai sepasang tanduk di kepalanya dan mempunyai tangan-tangan transparan yang disebut dengan Vectors yang sanggup dikendalikan secara telekinesis supaya bisa memanipulasi dan memotong objek dalam radius tertentu. Cerita bermula ketika salah seorang/sesosok(?) Diclonius berjulukan Lucy mencoba kabur dari sebuah laboratorium eksperimen Diclonius. Ia berhasil kabur dari daerah tersebut, namun dengan luka yang mengakibatkan ia memperoleh kepribadian lain, kepribadian ibarat anak kecil yang lalu dinamai Nyu. Dalam kondisi yang ibarat itu, Lucy bertemu dengan seorang mahasiswa berjulukan Kouta dan juga sepupunya, Yuka. Mereka menolongnya dan selanjutnya terlibat banyak hal mengerikan bersamanya.

Jalan Cerita
Bercerita ihwal para Diclonius, sebuah Homosapien bermutasi yang dikatakan dipilih oleh Tuhan dan kesudahannya akan menjadi kehancuran umat manusia, mempunyai dua tanduk di kepala mereka dan mempunyai “indra keenam” yang menawarkan mereka kemampuan telekinetic. Karena kekuatan ini berbahaya, mereka ditangkap dan terisolasi di laboratorium oleh pemerintah. Lucy, Diclonius muda dan psikotik, berhasil membebaskan diri dan membunuh dengan brutal sebagian besar penjaga di laboratorium daerah ia ditahan, dan ditembak di kepala ketika melarikan diri. Dia bertahan, jatuh dari tebing ke maritim dan hanyut ke pantai di mana dua remaja, Kouta dan Yuka, menemukan dia. Setelah kehilangan ingatannya, ia diberi nama dengan satu-satunya hal yang bisa ia katakan, “Nyuu,” dan mereka berdua mengizinkannya untuk tinggal di rumah Kouta. Namun, sepertinya sisi psikotik Lucy belum hilang. Setelah menonton hingga selesai, ternyata anime ini punya sebuah sisi kebetulan yang luar biasa, antara Lucy, Kouta dan Yuka ihwal masa kecil mereka, sehingga berkesan ibarat anime yang dibentuk asal-asalan. Tapi walaupun begitu, alurnya cukup baik, gampang dimengerti, sisi horor dan psychological yang dibentuk sedramatis mungkin oleh animasi dan BGM nya. Bagian misterinya juga cantik dan bikin penasaran.

Karakter

Satu lagi aksara Yandere, Lucy alias Nyuu sebagai aksara yang unik, Yandere iya, Psikopat Iya, Culun Iya, ditambah punya dua kepribadian. Beberapa aksara Diclonius lainnya juga punya sifat yang gak kalah unik meskipun di beberapa adegan justru bikin bosan, ibarat ada yang kurang yaitu komplemen satu lagi aksara utama yang harusnya didaulat sebagai favorit.

Art
Untuk ukuran anime lawas yang ditonton di jaman sekarang, sebenernya anime ini sudah termasuk cantik kok, mungkin beberapa bab gorenya terlihat lebay dan mendramatisir, tapi terlihat epic melihat penggambaran tangan – tangan dicloniusnya beraksi.

Ost
Dari beberapa episode awal, kesan pertama yaitu anime ini punya dampak bunyi dan BGM yang keren!!, disinilah letak kehorroran beraksi, menciptakan penonton mencicipi suasana yang campur aduk, mulai dari ngeri, tragis, takut, horror, thriller. BGM yang menciptakan setiap adegan menjadi dramatis, terutama ketika bab seru nya, “Aaaaaaa”.

Overall
Jalan Cerita : 8.8 / 10
Karakter : 9 / 10
Art : 8 / 10
Ost : 8.5 / 10
Elfen Lied : 8.7 / 10

Anime ini salah satu anime yang populer, banyak pendapat ihwal anime ini, mulai dari mengerikan, tragis, keren banget, horror dan sebagainya, pendapat ini gak salah. Anime ini cocok bagi yang pengen tontonan gak biasa.