[Review Anime] Darling In The Franxx

0
8

Darling in the FranXX

Pada kesempatan kali ini aku akan mereview sebuah anime yang tayang awal tahun 2018, yaitu anime dengan Judul Darling In The Franxx. Anime ini merupakan salah satu anime Mecha-Drama dan sedikit adegan Romance.


Tanggal Rilis
: Jan 13, 2018
Type: TV
Genre: Action, Drama, Mecha, Romance, Sci-Fi
Durasi: 24 Menit per Eps
Episode: 24
Rating: 7.77
Sumber Cerita: Original
Studio: A-1 Pictures, Trigger, CloverWorks

Sinopsis

Di masa yang akan datang, dunia telah mengalami kehancuran tanggapan munculnya makhluk yang disebut Klaxosaur. Manusia yang tersisa melindungi diri di sebuah kota benteng. Di antara mereka terdapat para pilot yang dilatih untuk melawan para Klaxosaur. Salah satu dari para pilot tersebut ialah Hiro alias “Code:016”. Dahulu ia dikenal sebagai salah satu yang terbaik, namun ketika ini kemampuannya dianggap tertinggal jauh dari rekan-rekannya. Suatu hari, kemunculan seorang perempuan bertanduk yang disebut “Zero Two” merubah takdirnya.


PV

 

Jalan Cerita

Meski menampilkan wacana Mecha dan setting yang bersifat futuristis, sebagian besar anime ini ternyata bukan berupa kisah Action ataupun Science Fiction, melainkan serangkaian Drama wacana sekelompok pintar balig cukup akal (yah, alasannya ialah Mecha itu ialah Sub Genre sedangkan Drama ialah Main Genrenya). Bukan berarti bahwa Mecha dan setting tersebut sama sekali tidak relevan, hanya saja anime ini memusatkan fokus kisah hampir secara keseluruhan pada hubungan di antara para tokohnya yang masih remaja. Anime ini gres mulai membahas wacana Mecha dan settingnya dengan lebih serius pada pertengahan kisah (kira – kira di episode 12). Dan bahkan pada ketika itu pun elemen Sci-Finya tidak berfungsi banyak, kecuali dipakai cuma sebagai semacam alat untuk semakin memperdalam Drama para tokohnya. Namun, tentu saja pilihan untuk berwujud Drama itu sendiri tidak secara otomatis mengakibatkan anime ini menjadi tidak bagus. Meski menyalahi dugaan awal semua orang, jikalau penonton tidak khusus mencari tontonan Action atau Sci-Fi, Drama anime ini seharusnya masih tetap bisa dinikmati. Masalahnya bahwasanya ialah justru bahwa elemen Sci-Fi yang ada di anime ini ternyata tidak pernah bisa memberi warna yang unik pada Drama tersebut. Mecha FRANXX dan makhluk Kyoryuu memang menyediakan frame yang terkesan futuristis, tetapi lukisan di dalamnya ialah sama saja dengan Drama pintar balig cukup akal yang sudah banyak beredar di luar sana. Maka sebelum menonton anime ini, penonton yang sudah terlalu sering menyaksikan Drama homogen mungkin perlu bertanya terlebih dahulu, apakah mereka benar – benar ingin menonton hal yang sama satu kali lagi?

Karakter

Sebagai kumpulan kisah Drama wacana sekelompok remaja, perbedaan yang terang pada kepribadian para tokohnya memungkinkan anime ini untuk mempunyai sumber yang kaya. Sebab cukup dengan mengumpulkan mereka bersama di satu tempat, kombinasi di antara para tokoh tersebut hampir secara otomatis akan segera membuat aneka macam jenis hubungan yang penuh Drama. …. Hanya saja, terdapat satu detail yang agak membingungkan pada karakterisasi tokoh Zero Two. Terkadang beliau digambarkan menyerupai tidak mempunyai kebebasan alasannya ialah selalu diawasi dengan ketat, tetapi terkadang beliau juga diperlihatkan seolah lebih bebas dan punya lebih banyak pengalaman wacana bermacam hal daripada tokoh – tokoh lainnya. Seakan-akan, beliau terperangkap di antara posisi sebagai sarana untuk menekankan kondisi tokoh lain yang menyedihkan dan sekaligus sebagai objek yang semestinya tampak menyedihkan itu sendiri. Pengaruhnya di dalam kisah tidak begitu signifikan, sehingga ada kemungkinan yang cukup besar kalau penonton tidak akan pernah menyadari pertentangan ini, namun bagi mereka yang memang menyadarinya, Drama di sekeliling Zero Two akan terasa bagai tidak punya bentuk yang pasti.

Art

Dari segi animasi, salah satu hal yang cukup notable dari DARLING in the FRANXX ialah bagaimana adegan pertarungan robotnya masih didominasi oleh animasi citra tangan alih – alih CG. FRANXX juga digambarkan dengan desain yang sebetulnya menyerupai manusia, lengkap dengan wajah yang bisa berekspresi. Hal ini sanggup menjadi nilai plus alasannya ialah ketika anime robot lain berusaha mengintegrasikan CG pada abjad robot, adegan pertarungan robot disini justru terasa fresh dan lebih lepas.

Musik

Untuk musik Opening yang berjudul “KISS OF DEATH” by Nika Nakashima x Hyde, berdasarkan aku cukup bisa menggambarkan wacana anime ini. Perpaduan antara musik rock dan elektrik terdengar cukup yummy dan liriknya pun punya arti yang cukup baik dalam menggambarkan anime ini. Musik Ending pertama dengan judul “Torigako” by XX:Me dan Ending 2 dengan judul “Hitori” by XX:Me. Untuk Ending yang pertama terdengar yummy banget, dengan musik yang cepat dan bass yang mantap membuat adrenalin aku selalu terpacu ketika dengerinnya. Untuk Ending kedua sedikit lebih  ke Drama dan slow banget, berbeda dengan yang pertama, jadi berdasarkan aku musik kedua ini agak menurun kualitasnya.

Overall

Jalan Cerita: 8 / 10
Karakter: 7 / 10
Art: 8 / 10
Musik: 8.5 / 10
Darling in the FranXX: 8 / 10

Apa yang berbeda dengan Drama kehidupan sekelompok pintar balig cukup akal pada sebuah setting yang futuristis? Ternyata, jawabannya ialah hampir tidak ada. Para tokohnya memang sesekali harus bertarung memakai Mecha, yang kemudian menjadi selingan hiburan visual yang menyenangkan, tetapi secara keseluruhan anime ini tidak jauh berbeda dari semua Drama pintar balig cukup akal yang sudah sering kita tonton. Alhasil, meski bahwasanya anime ini telah dipersiapkan dan disajikan dengan cukup baik, kualitas anime ini mungkin pada alhasil akan lebih banyak bergantung kepada minat kalian sendiri terhadap Drama pintar balig cukup akal dan juga cita-cita kalian untuk menyaksikan kisah – kisah yang sama sekali lagi.