[Review Anime] Bokura Wa Minna Kawai-Sou

0
11

Kali ini aku akan mereview sebuah anime Rom-Com (Romance Comedy) yang dijamin bikin ngakak dan terbawa suasana Romance. Judulnya Bokura wa Minna Kawaisou, salah satu anime Romance Comedy terbaik.

Judul : Bokura wa Minna Kawai-sou
Tanggal Rilis : 4 April 2014
Episode : 12
Durasi : 24 Menit per Eps
Genre : Slice of Life, Comedy , Romance , School , Seinen
Sumber Cerita : Manga
Studio : Brain’s Base

Sinopsis
Kazunari Usa ialah siswa Sekolah Menengan Atas yang akan mulai hidup sendiri alasannya ialah orang tuanya kini bekerja di kawasan yang berbeda. Bersemangat untuk memulai hidup gres yang damai, ia berharap untuk menjauhi kehidupan remajanya dari orang – orang aneh. Namun tampaknya itu hanya cita-cita belaka, alasannya ialah ia mendapat sebuah kos-kosan yang isinya terdapat orang aneh, kosan itu berjulukan kos Kawai. Berbagai penyewa di Kos Kawai mempunyai abjad yang cukup eksentrik. Shirosaki, sobat sekamar Kazunari, ialah seorang yang cabul dan masokis; Mayumi Nishikino, perempuan kantor pecandu alkohol yang selalu murung akan jodohnya, Mayumi selalu mengutuk setiap pasangan; dan Sayaka Watanabe, seorang mahasiswi anggun yang tampaknya hanyalah perempuan biasa, namun banyak menyimpan rahasia. Kazunari kesannya berniat untuk meninggalkan kos-kos an itu dan mencari kos lain. Namun, niatnya untuk mencari kos an lain pun sirna, sesudah dirinya melihat Kawai Ritsu, senior perempuan dari sekolahnya yang beliau sukai. Ternyata Kawai Ritsu merupakan anak dari pemilik Kos Kawai tadi. Nah bagaimana kisah Kazunari Usa didalam kos tersebut?


PV


Jalan Cerita
Sekilas anime ini tampak hanya ibarat anime Comedy perihal sekumpulan orang asing yang terkumpul di suatu tempat, tetapi kenyataannya anime ini mempunyai beberapa hal yang menjadikannya lebih unggul. Salah satunya ialah pada bagaimana cara memberikan Comedynya tersebut. Karena memakai metafora, permainan kata, dan banyak sekali macam teknik yang mengharuskan penonton biar berpikir sesaat, dagelan – dagelan anime ini memang terkadang sulit dimengerti, namun dengan tema yang cenderung dewasa, teknik – teknik ibarat ini justru bisa dikatakan sebagai metode yang cendekia dan paling tepat biar Comedynya tidak hingga terdengar sevulgar yang biasanya. Dengan kata lain, meski mengangkat permasalahan yang orang – orang pada umumnya enggan bicarakan, anime ini berhasil lebih menonjolkan sisi jenaka dari permasalahan tersebut, menghasilkan sesuatu yang bisa mengajak siapapun tertawa tanpa pernah perlu merasa canggung. Dan meski relasi antara Usa dan Ritsu memang bisa membuat penasaran, kisah romantis mereka tampaknya tidak sedang berkembang menuju suatu akhir. Setiap kali mereka digambarkan semakin dekat, pada bab dongeng berikutnya anime ini akan mereset kembali relasi mereka, hampir seolah tidak ada yang pernah terjadi sebelumnya. Cara ini mungkin berfungsi efektif untuk semakin memperkaya Comedy anime ini, tetapi jalan dongeng yang terus maju-mundur ibarat ini juga bisa terasa cukup membosankan.

Karakter
Mahasiswi yang menutupi penampilan dengan rias wajah kemudian mengejar laki – laki, karyawati yang selalu gagal dalam percintaan alasannya ialah menentukan laki-laki yang keliru, dan penulis masochist dengan imajinasi tinggi yang terangsang bahkan oleh udara panas. Sekali lagi, sekilas para tokoh anime ini terlihat hanya sebagai sekumpulan orang aneh. Namun jikalau diperhatikan lebih seksama, anime ini tampaknya mempertimbangkan abjad mereka masing – masing dengan cukup hati – hati. Mereka semua merupakan penggambaran atas sisi ‘menyedihkan’ dari relasi antar manusia, dan alasannya ialah inti anime ini ialah membuat relasi antara Usa dan Ritsu, tokoh – tokoh asing ini tampil sebagai bab – bab penting yang menyempurnakan ceritanya dan bukan sekedar aksesoris untuk memeriahkan suasana.

Art
Animasi dan gambar latarnya terlihat sangat bagus, tetapi kemungkinan besar bab yang paling berkesan dari visual anime ini ialah teks – teks yang mengapung. Meski bukan sesuatu yang baru, itu tidak merubah fakta bahwa teks – teks tersebut mendukung Comedynya dengan sempurna, baik sebagai tsukkomi yang memaksimalkan imbas setiap dagelan maupun dalam membantu menjelaskan hal – hal yang agak sulit dipahami. Visualisasi semacam ini, yang tidak cuma indah tetapi juga terlibat aktif, merupakan satu lagi keunggulan anime ini.

Ost
Terakhir Musik. Sejujurnya aku ialah penikmat anime yang suka menskip bab Opening song apalagi Ending song anime yang aku tonton. Tetapi menariknya, pada dikala aku menonton anime ini aku selalu menikmati musiknya. Ya sebuah musik yang sangat bagus, asik dan pastinya sangat lezat didengar dari fhana yang berjudul Itsuka no, Ikutsuka no Kimi to no Sekai untuk Opening dan My Sweet Shelter dari para seiyuu nya Kana Hanazawa, Rina satou, dan Hsako Kanemoto untuk Ending. Selain musik yang bagus, visualisasi anime dalam kedua soundtracknya ini juga sangat bagus dan menunjukkan kesan menarik untuk dinikmati.

Overall
Jalan Cerita : 8.5 / 10
Karakter : 8 / 10
Art : 8 / 10
Ost : 8.5 / 10
Bokura wa Minna Kawai-sou : 8.2 / 10

Komedi romantis yang bersetting di tempat ibarat sebuah asrama sebagian besar bergantung pada abjad para penghuninya. Cara tercepat untuk menimbulkan mereka tampil menarik ialah dengan menunjukkan kebiasaan – kebiasaan aneh, dan hal tersebut tidak salah, namun anime ini bisa melaksanakan lebih dari itu. Didukung oleh teknik penyampaian dan penyajian secara visual yang sangat bagus, abjad asing para tokohnya merupakan sumber Comedy yang tidak pernah habis, tetapi hal istimewa yang berhasil dicapai anime ini ialah mereka selalu terlibat sebagai bab penting dari cerita. Meski di satu sisi laju ceritanya sendiri kemudian terlalu lambat hingga seolah hanya berjalan di tempat, di sisi lain, ini merupakan satu dari sedikit anime perihal asrama yang benar – benar terasa sebagai sebuah asrama.