[Review Anime] Big Order (Tv)

0
7

Kali ini saya akan mereview anime spring 2016, Yaitu anime Big Order. Kalau bila dilihat dari ratingnya di MAL anime ini terlihat sangat buruk namun akankah animenya sejelek ratingnya? yuk tanpa basa-basi pribadi aja simak review anime Big Order berikut ini.

Judul : Big Order (TV)
Tanggal Rilis : 16 April 2016
Episode : 10
Durasi : 24 Menit per Eps
Genre : Action, Shounen, Super Power
Sumber Cerita : Manga
Studio : Asread

Sinopsis

Sepuluh tahun lalu, seorang anak berharap dunia hancur. Sekarang, sekelompok orang mempunyai kemampuan untuk membuat sebuah impian menjadi kenyataan, tergantung dari kekuatan mereka. Mereka disebut sebagai “Order User”. Sebelum orang-orang mempunyai kemampuan “Order”, ada satu orang paling jago yang menguasai dunia dan mengubah orang menjadi bonekanya bila orang tersebut ada di wilayahnya. Dia ialah Hoshimiya Eiji, orang yang juga bertanggung jawab atas kehancuran dunia 10 tahun yang lalu.

Jalan Cerita
Meski anime ini berusaha mengisyaratkan bahwa ceritanya mengikuti sebuah masterplan yang telah dipersiapkan semenjak awal, pada kenyataannya anime ini selalu berbelok ke sana kemari secara mendadak dan dengan alasan yang begitu lemah, seolah dikemudikan seenaknya tanpa arah yang jelas. Plot utamanya ialah pertempuran antara orang – orang dengan kekuatan super yang disebut Order, tetapi anime ini tidak pernah bisa membangun dongeng yang kokoh di sekeliling plot tersebut. Sebab anime ini memaksakan diri untuk menulis dongeng yang terlalu rumit walau bergotong-royong hanya mempunyai visi yang sangat pendek, maka yang terjadi ialah anime ini mungkin masih bisa menuntaskan satu pecahan dongeng dengan cukup baik, namun saat berpindah ke pecahan selanjutnya, ia tidak bisa membuatkan ceritanya lebih jauh dan kesudahannya harus membuat dongeng yang sama sekali baru, meski itu berarti menyalahi semua yang ada pada pecahan sebelumnya. Sebagai contoh, anime ini datang – datang menyampaikan bahwa para Order dipercaya oleh PBB untuk menjalankan pemerintahan di beberapa wilayah sesudah Jepang runtuh, padahal bukankah sebelumnya ia juga menyebutkan bahwa para Order sangat dibenci dan dianggap jahat oleh sebagian besar masyarakat? Bagaimana mungkin mereka kemudian dibutuhkan untuk menjaga ketertiban? Keterbatasan anime ini dalam menyiapkan dongeng secara utuh juga terlihat dari bagaimana ia tidak bisa menetapkan dengan niscaya kekuatan apa yang sesungguhnya dimiliki para tokohnya, bahkan termasuk Eiji sendiri. Terkadang ia terlihat seolah tak terkalahkan lantaran sanggup menguasai siapapun atau apapun yang berada di dalam wilayahnya, tetapi terkadang ia terlihat begitu tak berdaya hingga ia bahkan tidak bisa mencegah Rin dari berusaha membuatnya terbunuh. Anime ini terus mengubah hukum semaunya dan tanpa perencanaan matang, sehingga tidak hanya ceritanya menjadi teramat kacau, berupaya memahaminya pun terasa hanya sebagai tindakan yang bodoh dan sia – sia.

Karakter
Eiji yang bersedia melaksanakan apa saja untuk menyelamatkan nyawa adiknya dan Rin yang ingin membunuh Eiji demi membalas tamat hidup kedua orangtuanya. Konflik kepentingan ibarat ini menambah lebih banyak dimensi pada pertarungan para tokohnya dan menjadikannya penuh warna. Namun, hal ini hanya berlaku pada pecahan awal, alasannya ialah saat ceritanya terus berubah semakin kacau, para tokoh di anime ini pun ikut terombang-ambing tidak karuan di dalamnya. Setiap orang mendadak mempunyai motif baru, yang seketika mengakibatkan motif sebelumnya nyaris sama sekali tidak relevan. Meski masih selalu mengkhawatirkan Sena, Eiji tidak lagi berusaha mencari cara untuk menyembuhkan penyakit adiknya tersebut. Rin seolah lupa bahwa ia harus membalas dendam kepada Eiji. Hiiragi yang semula berambisi menguasai Jepang hingga mendeklarasikan perang ternyata kemudian hanya mencari seseorang. Dan saat motivasi mereka tidak punya wujud pasti, abjad tokoh – tokoh ini juga kesudahannya tampak tidak jelas. Bahkan Sena, yang awalnya cuma berbaring tidak berdaya di rumah sakit, datang – datang saja berkembang menjadi tokoh yang berakal dengan banyak seni administrasi dan cukup licik untuk bisa memanipulasi orang lain. Dengan permulaan yang baik, anime ini bergotong-royong sempat bisa memetakan para tokohnya untuk membuat kombinasi yang menarik, tetapi alterasi yang ceroboh di tengah dongeng menyampaikan bahwa anime ini tidak pernah tahu persis tugas apa yang ia inginkan dari mereka.

Art
Animasi dan sinematografinya terlihat sangat kasar. Secara obyektif, anime ini bergotong-royong bukan yang paling buruk, alasannya ialah penonton masih selalu bisa mengerti apa yang sedang terjadi. Namun, anime ini tidak pernah berhasil menyertakan emosi yang sempurna ke dalam setiap adegannya. Momen pribadi yang seharusnya menyentuh, insiden besar yang semestinya menghebohkan, atau agresi – agresi pertarungan yang sepatutnya seru dan menegangkan.

Ost
BGM nya seringkali terdengar aneh, ada terompet – terompet yang kayak mau mengarah ke jazz di dalamnya. Music latarnya juga tidak sesuai dengan atmosfer dari suatu situasi. Untuk Opening Endingnya terdengar lumayan.

Overall
Jalan Cerita : 5 / 10
Karakter : 6 / 10
Art : 6 / 10
Ost : 7 / 10
Big Order (TV) : 6 / 10

Secara keseluruhan anime ini yah… cukuplah, ibarat dari segi ceritanya gak manis – manis amat. Makara gak begitu saya rekomendasiin sih buat kalian tapi bila gak ada salahnya bila kalian pengen nonton anime Big Order ini.