[Review Anime] All Out!!

0
12

All Out yaitu sebuah anime garapan studio Madhouse yang bekerja sama dengan studio TMS Entertaiment. Sejujurnya mendengar nama studio Madhouse sebagai penggarap anime ini cukup menciptakan bulu kuduk saya merinding. Hal ini mengingat kualitas garapan studio Madhouse yang selalu diatas rata – rata. Namun pertanyaanya kini adalah, apakah dongeng anime ini akan sebagus kualitas animasinya?

Judul : All Out!!
Tanggal Rilis : 7 Oktober 2016
Episode : 25
Durasi : 24 Menit per Eps
Genre : Sports, School, Seinen
Sumber Cerita : Manga
Studio : Madhouse, TMS Entertainment

Sinopsis

Cerita dimulai di sekolah upacara masuk dari Kanagawa Sekolah Menengan Atas mana Kenji Gion, kecil tapi berani go-getter bergabung di rugby klub. Dia bergabung dengan teman sekelasnya, Iwashimizu, yang mempunyai masa kemudian yang rumit dan sub-kapten Hachiouji, yang selalu mengambil baik-baik anggota klub nya. Terakhir, ada Kapten Sekizan, yang mempunyai kekuatan luar biasa namun tetap kartunya erat dengan dadanya. Dengan perbedaan tersebut di kedua kepribadian dan kinerja fisik, tim harus berguru untuk bekerja dan tumbuh bersama sehingga mereka sanggup menjadi yang terbaik.


PV


Jalan Cerita

Cerita anime ini sendiri berdasarkan saya tidak terlalu original. Anime ini berkisah wacana Gion, seorang amatir yang tidak tahu menahu wacana Rugby kemudian ia masuk kesebuah tim yang juga boleh dibilang amatir mengingat tim ini tidak mempunyai instruktur maupun advisor yang mumpuni. Pendekatan semacam ini mengingatkan kita pada anime Eyeshield 21, team daemon devil bats sendiri juga awalnya bukanlah sebuah tim amefuto yang layak. Mereka banyak menculik anggota dari klub lain untuk ikut bermain. Namun lama-kelamaan mereka bermetamorfosis tim yang layak untuk diperhitungkan. Proses semacam ini merupakan jalur umum yang nampaknya menjadi template dalam dongeng bergenre Sport. Tokoh utama dongeng ini yaitu Gion sendiri mengingatkan kita pada well, Shoyo si pendek dari anime Haikyuu. Meskipun demikian, saya harus bilang bahwa dalam 25 episode anime ini tidak memperlihatkan proses yang berarti. Awal anime ini berpusat pada tokoh Gion namun lama-kelamaan anime ini bergeser dan lebih menceritakan wacana team rugby mereka secara keseluruhan. Pendekatan semacam ini bahwasanya pernah dilakukan oleh anime Sport lain ibarat Ace of Diamond, namun sejujurnya saya sendiri tidak terlalu suka dengan pendekatan semacam ini alasannya yaitu terkesan terlalu bertele-tele.

Karakter

Sejujurnya anime ini terjebak kesalahan yang sama yang diperbuat oleh anime Ace of Diamond yaitu mereka berusaha mengenalkan semua orang. Oke, kita harus sadar bahwa tim inti dari sebuah team rugby setidaknya mempunyai 15 orang pemain, memperkenalkan 15 orang kepada audience berdasarkan saya bukanlah suatu langkah yang anggun mengingat kemampuan mengingat seseorang itu terbatas. Kalau kita berguru dari anime olahraga lain yang legendaris ibarat Captain Tsubasa dan Shoot kita akan menyadari bahwa dari 11 orang dalam team mereka mungkin hanya akan memperkenalkan 2 atau 3 orang saja. Mencoba memperkenalkan lebih dari 5 tokoh dalam satu anime hanya akan menciptakan dongeng ini mempunyai abjad yang dangkal. Oke, awalnya kita disuguhi penampilan Gion, seorang cukup umur yang keras kepala dan tidak mau mengalah. Kemudian hal ini dikontraskan dengan Iwashimizu si jangkung yang lembek dan penakut. Sampai pada tahap ini semuanya terlihat baik – baik saja namun saat anime ini mulai mengenalkan tokoh – tokoh lain ibarat Ebumi, Mitsuo dll ceritanya sendiri menjadi tidak fokus.


Art

Kualitas Animasi dari anime ini tidak perlu diragukan lagi, hal ini mengingat memang studio anime yang menggarapnya yaitu studio sekelas Madhouse dan TMS Entertaiment. Hal ini menciptakan kualitas animasinya berada diatas rata – rata. Meskipun demikian, saya sendiri kurang cocok dengan Artworknya yang terkesan cenderung mengekpos otot. Well, untuk ukuran anak Sekolah Menengan Atas tubuh berotot mereka itu terkesan sangat maksa. Mungkin mereka itu lebih cocok disebut tim binaraga dibandingkan dengan tim rugby dengan otot yang model kayak gitu.

Ost

Oke, jadi anime ini mempunyai 2 buah lagu pembuka dan 2 buah lagu penutup. Lagu pembuka pertama dari anime ini yaitu “flower” yang dinyanyikan oleh Lenny Code Fiction dan ditutup dengan lagu Zenryoku Shounen yang diproduksi oleh Tamio Okuda. Sejujurnya, untuk sebuah anime yang bergenre Sport kedua lagu pembuka dan epilog tadi terkesan kurang greget dan semangat. Untungnya lagu pembuka kedua mereka yaitu Seija no Koushin bisa untuk mengcover kesalahan itu. Lagu epilog keduanya yaitu No Side yang dinyanyikan oleh Alisa Takigawa juga memperlihatkan kesan mellow yang menarik.

Overall

Jalan Cerita : 7.5 / 10
Karakter : 6.5 / 10
Art : 8 / 10
Ost : 7.5 / 10
All Out!! : 7.2 / 10

Secara keseluruhan saya harus bilang bahwa anime ini mencoba memperlihatkan anime yang gres dengan menyuguhkan tema rugby, namun demikian cara penceritaan dan kualitas pengembangan karakternya sendiri tidak semenarik yang saya bayangkan. Namun demikian, jikalau kalian ingin tau atau memang lagi pengen ganti suasana, anime ini tetap layak untuk ditonton.