[Review Anime] Aishiteruze Baby★★

0
8

Menonton anime ini seolah mengingatkan saya sama sinetron jadul berjulukan papaku keren – keren. Kalau kalian pernah tau atau nonton sinetron yang saya sebutin tadi niscaya ingin tau gimana sih anime ini sanggup seakan-akan dengan sinetron itu. Penasaran? simak reviewnya.

Judul : Aishiteruze Baby★★

Tanggal Rilis : 3 April 2004
Episode : 26
Durasi : 25 Menit per Eps
Genre : Comedy, Drama, Romance, Shoujo
Sumber Cerita : Manga
Studio : TMS Entertainment

Sinopsis

Katakura Kippei yaitu playboy populer di SMA-nya. Menghabiskan hari-harinya menarik hati perempuan yang ia lihat, tanggung jawab yaitu hal terakhir dalam pikirannya. Hidupnya berubah ketika dirinya diberikan kiprah merawat secara fulltime sepupunya yang masih berumur 5 tahun. Bibi Kippei di Miyako yang usang menghilang, datang – datang muncul dengan meninggalkan sepupunya, Yuzuyu. Dengan kurangnya Kippei wacana tanggung jawab dan pengetahuan anak dan juga hati Yuzuyu yang terluka alasannya yaitu hilangnya ibunya, waktu mereka habiskan bersama-sama. Penasaran bagaimana kisah selanjutnya?

PV


Jalan Cerita

Cerita di anime ini sendiri berkembang dengan smooth (bahkan cenderung terkesan lambat). Namun yang menarik yaitu bagaimana transisi masing – masing abjad dari Ibu Yuzuyu, Yuzuyu sendiri hingga kisah kehidupan Kippei berjalan dengan cukup natural. Hal ini berdasarkan saya menjadi nilai plus di anime ini. Masing – masing pihak mengalami ceritanya sendiri yang menariknya tidak saling bertabrakan satu sama lain. Ketiga kisah “mini” yang ada di anime ini tersaji dengan cukup padu untuk menunjukkan citra utuh wacana hubungan antara Kippei, Yuzuyu dan Ibunya. Sebagai anime Shoujou, maka fokus utamanya biasanya yaitu menciptakan kisah yang cukup melodramatic. Well, sejujurnya mereka cukup berhasil untuk membuatkan hal tersebut alasannya yaitu saya menikmati keseluruhan ceritanya. Kesan yang ditinggalkan anime ini juga membekas dengan baik.

Karakter

Pengembangan abjad berdasarkan saya yaitu nilai plus dari anime ini. Anime ini benar – benar tahu bagaimana cara menghidupkan abjad di dalam ceritanya. Fokus utamanya tentu saja Kippei si Playboy kelas karung yang ogah tobat ini nampaknya merupakan tokoh yang mendapat porsi terbesar dalam pengembangan karakternya. Ketika kita menonton anime ini, kita akan melihat bagaimana Kippei bertranformasi dari seorang Playboy yang hanya memikirkan cewek menjadi seorang lelaki yang cukup bertanggung jawab sebagai seorang “Ayah/Kakak” di anime ini. Selain Kippei, abjad lain yang menarik yaitu Yuzuyu. Yuzuyu di awal kisah digambarkan sebagai seorang gadis 5 tahun yang lugu yang ceria. Keceriaan Yuzuyu sendiri pada awalnya terlihat normal hingga kita mendapati konflik batin yang Yuzuyu rasakan. Konflik batin yang berdasarkan saya cukup mendalam untuk dialami oleh seorang anak kecil seumuran dirinya. Bagaimana penulisnya mengemas konflik batin ini berdasarkan saya yaitu hal yang cukup jenius. Hal ini alasannya yaitu scene dimana konflik batin yang dirasakan Yuzuyu dimunculkan cukup menjadi pukulan telak bagi para menontonnya. saya sendiri yang menonton adegan itu harus bilang bahwa saya cukup sedih, terharu dan miris di ketika yang bersamaan.



Art

Saya harus bilang bahwa untuk ukuran anime keluaran tahun 2004 kualitas animasinya sanggup ditolerir, namun bagi mereka yang gres mendengar anime ini dan berniat menontonya, kualitas animasinya jujur jauh dari kata layak. Sejujurnya jikalau anime ini mendapat remake tentu feeling yang didapatkan akan lebih menarik, namun ketika menonton anime ini ditahun ini dengan kualitas yang demikian tentu menciptakan gregetnya menjadi sedikit berkurang. Desain artwork Shoujo manga sendiri telah berkembang dari tahun ketahun, sekarang artwork Shoujo yang di Indonesia dikenal sebagai komik manis ini sendiri sudah tidak lagi dipakai (well lebih tepatnya bertrasformasi). Well, beda mungkin ceritanya jikalau kalian ingin bernostalgila dengan beberapa anime jadul.


Ost

Anime ini sendiri mempunyai 1 buah lagu pembuka dan 1 buah lagu penutup. Lagu pembuka anime ini berjudul Sunny Side Up yang dinyanyikan oleh Yo Hitoto dan lagu penutupnya yaitu Nennensaisai yang dinyanyikan juga oleh Yo Hitoto. Untuk lagu pembukanya sendiri berdasarkan saya cukup lembut dan kalem. Namun sejujurnya berdasarkan saya terlalu straightforward dan kesanya kurang nendang. Hal ini berbeda dengan lagu penutupnya yang terkesan lebih energik, meskipun kalau diliat liriknya sendiri cukup dalam. Lagu penutupnya sendiri berdasarkan saya lebih yummy didenger dan gampang diingat dibandingkan lagu pembukanya. Animasi yang dipakai untuk lagu pembuka dan penutupnya juga terkesan santai dan simple. 


Overall

Jalan Cerita : 8 / 10

Karakter : 8 / 10

Art : 7 / 10

Ost : 7.5 / 10

Aishiteruze Baby★★ : 7.8 / 10

Sejujurnya anime ini cukup menarik untuk ditonton, terutama bagi penggemar Shojou anime/manga. Aishiteruze Baby berdasarkan saya yaitu tipikal anime Shoujo yang kental dengan kesan melonya namun tentu saja alasannya yaitu usianya yang cukup senior grafisnya harus dimaklumi. Overall anime ini cukup keren dan recommended.