Resume Buku : Susila Dan Profesi Kependidikan

0
11


Etika dan Profesi Kependidikan
     A.    Peningkatan kualifikasi guru
Dasar aturan kualifikasi guru ialah undang-undang sistem pendidikan nasional dan undang-undang guru dan dosen.UU Sisdiknas pasal 42 ayat (1) menyebutkan bahwa pendidik harus mempunyai kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
     B.     Sertifikasi Guru
Sertifikasi guru yaitu proses perolehan akta pendidik bagi guru. Dari awal hingga perkembangannya, bentuk sertifikasi guru telah mengalami modifikasi bentuk. Penetapan penerima sertifikasi guru tahun 2011 sedikitnya ada lima prinsip yang harus diperhatikan terkait dengan pelaksanaan:
1.      Dilaksanakan secara objektif, transparan dan akuntabel
2.      Berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan nasional melalui peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru
3.      Dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan
4.      Dilaksankaan secara berkala dan sistematis
5.      Jumlah penerima sertifikasi guru ditetapkan oleh pemerintah
Etika dan Kode Etik Guru Indonesia
Sebagai ilmu, etika diartikan sebagai refleksi kritis, metodid, dan sistematis perihal tingkah laris mnausia. Etika memuat apa yang harus dlakukan, apa yang ridak boleh dilakukan, apa yang baik, apa yang buruk. Dengan adanya etika, perilaku-perilaku yang baik diatur menurut nilai-nilai moral yang berlaku dalam masyarakat.
Adanya etika difungsikan untuk menunjukkan orientasi kritis dan rasional dalam menghadapi pluralisme moral yang ditimbulkan oleh aneka pandangan moral dan datangnya gelombang modernisasi serta munculnya beragai macam ideoogis sehingga kiprah pokoknya ialah mempelajari norma-norma yang berlaku.
Etika sangat menghipnotis kehidupan manusia. Etika akan menghipnotis tindakan insan sebab berperan membantu insan untuk menetapkan apa yang akan dilkukan dan apa yang harus dihindari. Segala aspek kehidupan insan akan diwarnai oleh etika yang dimilikinya. Berdasarka aspek kehidupan manusia, etika sanggup dibagi menjadi dua macam, sebagai berikut:
     1.      Etika deskriptif
     2.      Etika normatif

     A.    Kode Etik Profesi
Secara harfiah, arahan etik yaitu sumber etika, aturan, sopan santun atau tat susila, atau suatu hal yang berafiliasi dengan kesusilaan dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Kode etik profesi berarti aturan kesusilaan suatu profesi.
Kode etik profesi berfungsi
1.      Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi perihal prinsip profesionalitas yang telah digariskan
2.      Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesu yang bersangkutan
3.      Mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi perihal kekerabatan etika dalam keanggotaan profesi.
      B.     Kode Etik Profesi Guru Indonesia
Kode etik guru indonesia berfungsi sebagai perangkat prinsip dan norma moral yang melandasi pelaksanaan kiprah dan layanan profesional guru dalam hubungannya dengan penerima didik, orangtua/wali siswa, sekolah dan rekan se-profesi, organisasi profesi dan pemerintah sesuai dengan nilai-nilai agama, pendidikan sosial, etika, dan kemanusiaan.
Selain itu, tujuannya ialah menempatkan guru sebagai profesi terhormat, mulia, dan bermartabat yang dilindungi undang-undang. Adapun tujuan lain mengapa arahan etik guru harus ditaati ialah gara:
1.      Para guru mempunyai pedoman dalam bertingkah laris sehari-hari sebagai pendidik.
2.      Para guru sanggup bercermin diri mengenai tingkah lakunya, apakah sudah selaras dengan profesi pendidik ataukah belum.
3.      Para guru sanggup menjaga perilakunya biar martabatnya tetap terjaga sebagai seorang pendidik profesional
4.      Guru dengan cepat memperbaiki diri apabila apa yang mereka lakukan selama ini bertentangan dengan norma-norma yang telah dirumuskan dan disepakati sebagai arahan etik guru, dan
5.      Agar guru menjadi contoh bagi penerima didik dan masyarakat umum
Guru Sebagai Agen Pembelajaran
Pembelajaran yang berkualitas yaitu pembelajaran yang bisa meletakkan posisi guru dengan sempurna sehingga guru sanggup memainkan kiprahnya sesuai dengan kebutuhan berguru penerima didik.
A.    Guru Sebagai Fasilitator
Sebagai fasilitator, guru harus menyebarkan pembelajaran aktif. Pembelajaran menyerupai ini akan menunjukkan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai bakat, minat , dan perkembangan fisik serta psikologis pesesrta didik.
B.     Guru Sebagai Motivator
Motivasi sanggup diartikan sebagai daya pendorong atau penarik. Yang menjadikan adanya tingkah laris ke arah tujuan tertentu. Motivasi mengandung tiga komponen pokok, yaitu menggerakkan, mengarahkan, dan menopang tingkah laris manusia.
C.     Guru Sebagai Pemacu Belajar
Tugas guru yaitu mengintervensi faktor-faktor berguru tersebut untuk memacu semangat       dan pencapaian berguru penerima didik. Terhadap faktor intern, cara yang bisa dilakukan ialah menanamkan nilai-nilai bahwa berguru yaitu amanah, berguru yaitu ramat, berguru yaitu ibadah, berguru yaitu aktualisasi, berguru yaitu seni, dan lain sebagainya.
D.    Guru Sebagai Perekayasa Pembelajaran
Rekayasa pemblajaran sanggup diartikan sebagai suatu tindakan untuk menerapkan kaidah kaidah ilmu pembelajaran untuk mendorong pesesrta didik biar berguru
E.     Guru Sebagai Pemberi Inspirasi
Inspiratif yaitu upaya menunjukkan stimulus bagi pesesrta didik biar termotivasi dan emnimbulkan kemauan yang baru.