Resume Buku : Pendidikan Di Indonesia, Permasalahan Dan Solusinya

0
15

A. Pendahuluan

Dalam periode reformasi kini ini, kita tentunya menngharapkan adanya perubahan dalam bidang pendidikan, paling tidak intensitas perhatian pada aspek-aspek tertentu perlu di tingkatkan. Perubahan itu tentunya diperlukan sanggup memperbaiki keadaan dalam proses berguru dan mengajar menuju pada paradigm yang lain. Kebiasaan yang telah usang kita lakukan, adakala dengan tidak disadari tidak mendukung peningkatan kualitas output pendidikan. Oleh alasannya ialah itu hal tersebut nampaknya perlu digugah.
Kegiatan pendidikan bahwasanya bukan hanya kiprah guru di sekolah.  Tetapi keberhasilan pendidikan juga tergantung pada pihak lain selain guru, yaitu siswa itu sendiri, orang tua, masyarakat, dan pemerintah sebagai pembuat kebijakan. Oleh alasannya ialah itu, perbaikan perbaikan dalam bidang pendidikan harus di dukung oleh pihak-pihak terkait tersebut.
Kebijakan pendidikan biasanya di pengaruhi oleh paradigm pendidikan yang di anut. Seiring dengan berjalan nya waktu paradigm pendidikan juga biasanya berubah. Namun demikian, perubahan tersebut banyak tergantung pada kemauan pembuat kebijakan.

       B. Permasalahan Dalam Pendidikan
       a.       Praktik Pembelajaran
Praktik pembelajaran merupakan implementasi pedagogi menurut kurikulum yang di tentukan. Dalam praktik pembelajaran yang selama ini kita pakai di dalam kelas, guru umunya sebagai jago yang bertugas memindahkan pengetahuan yang harus dimiliki siswa. Pada dasarnya praktik ini semata-mata menyebarkan perilaku ketergantungan. Akibatnya siswa pasif atau aktivitasnya sebatas apa yang diinginkan pengajarnya. Selain itu siswa bersikap individualis dan tidak sanggup menyebarkan perilaku kerja sama, menghargai dan mendapatkan pendapat orang lain. Peserta didik tidak di harapkan mempunyai pandangan atau pendapat lain perihal apa yang di pelajarinya atau kalaupun punya, pandangan itu perlu di perhatikan.
Di samping itu, penilaian dalam pembelajaran kita menganut faham absolutism yang terkait pada pengetahuan fakta objektif.  Jenis penilaian ini menghendaki reproduksi pemngetahuan yang di pelajari, yaitu mengungkapkan kembali apa yang telah di dapatkan. Dengan memakai pertanyaan tertutup siswa tidak diperlukan mengungkapkan pendapat lain. Hal inimembuat siswa pasif, tidak mempunyai kreativitas. Evaluasi semacam ini menganut di kotomi benar-salah, yaitu tidak menjelaskan seberapa benar dan seberapa salah.
      b.      Peran Guru
Sudah sama kita maklumi bahwa kiprah guru sangat penting dalam dunia pendidikan. Guru ialah ujung tombak dalam memerangi kebodohan bangsa. Oleh alasannya ialah itu, perlakuan dan perhatian terhadap guru perlu ditingkatkan. Secara jujur diakui atau tidak, pada ketika ini guru lebih banyak di tuntut untuk mewujudkan kinerja idealnya, sedangkan hal-hal yang menjadi hak guru belum sepenuhnya di terima.
Faktor pertama yang menjadi efek belum terwujudnya kinerja guru ialah imabaln jasa baik yang bersifat materi atau non materi, faktor kedua yaitu rasa kondusif dan nyaman ketika guru sedang mengajar, faktor selanjutnya ialah adanya kekerabatan antara langsung dengan suatu organisasi, faktor keempat yaitu kondisi lingkungan kerja, dan yang terakhir ialah adanya kesempatan meningkatkan dan memgembangkan karir.
Untuk mendukung kinerja guru, sekali lagi, bukan hanya tanggung para guru, melainkan tanggung jawab bersama dari semua pihak yang terkait, terutama pemerintah, orang bau tanah dan masyarakat.
    C.      Pendidikan Kita Perlu di Reformasi
Setelah tumbangnya rezim orde gres dan munculnya orde yang lebih gres atau yang disebut masa reformasi, banyak sendi-sendi kehidupan cenderung berubah dan seakan-akan mencari warna baru. Demikian halnya dengan dunia pendidikan, banyak kalangan menghendaki adanya reformasi total dalam semua sendi pendidikan, adanya pengaturan yang khusus antara pendidikan di tingkat sentra dan daerah. Dan pada alhasil mengarah pada perundang-undangan pendidikan nasional dan system kurikulum.
Banyak seminar-seminar yang telah di lakukan baik di tingkat sentra maupun daerah, contohnya seminar atau konvensi nasional pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (19-22 September 2000), seminar dan lokakarya di Cipayung Multiple curriculum SD (24-26 September 2001).  Seminar dan lokakarya tersebut pada dasarnya ialah untuk menata bentuk atau paradigma gres pendidikan kita.
D. Penutup
Kita memang harus melaksanakan reformasi pendidikan untuk menuju Indonesia gres yang bermartabat biar sanggup di hormati oleh Negara lain. Karena kualitas pendidikan kita terbukti rendah sekali di bandingkan dengan Negara lain di Asia, dan bangsa kita sangat terpuruk di mata bangsa lain di dunia, sehingga kurang bermartabat.
Judul Buku :  Pendidikan Di Indonesia, Permasalahan Dan Solusinya
Penulis : Cucu Sutarsyah