Proses Dan Mekanisme Dalam Penelitian

0
12
Esensi kerja penelitian ilmiah yakni memperoleh kebenaran ilmu pengetahuan berdasarkan data yang benar serta sanggup dipertanggung jawabkan validitasnya. Kebenaran ilmu pengetahuan terungkap dalam analisis yang logis (diterima oleh nalar sehat) dan objektif (sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya). Melalui proses penelitian yang prosedural, dengan langkah-langkah yang sistematis semenjak inovasi masalah, perumusan yang jelas, metodologi dan tehnik pengumpulan data yang tepat, pengolahan dan analisis data yang cermat, terwujudlah sebuah laporan hasil penelitian yang disebut karya ilmiah. Karya ilmiah yakni karya tulis yang disusun berdasarkan kajian ilmiah, dalam bentuk Penelitian Pustaka (Library Research) atau Penelitian Lapangan (Field Research). Metodologinya bisa memakai penelitian kualitatif, yang menerapkan analisis logik dengan tehnik utama observasi. Bisa juga memakai metode penelitian kuantitatif yang menerapkan analisis statistik dengan prioritas tehnik angket.
Jenis problem yang ditemukan akan mengantarkan seoran peneliti melaksanakan penelitian sesuai dengan sifatnya. Penelitian bisa bersifat deskriptif, saat peneliti bermaksud menggambarkan suatu keadaan. Bisa juga bersifat korektif, saat peneliti bermaksud menemukan hubungan antar variabel, bisa juga penelitian bersifat komparatif saat peneliti bermaksud membandingkan suatu fenomena dengan fenomena lain, untuk ditemukan perbedaan dan persamaannya, kelebihan dan kekurangannya. Penelitian bisa bersifat verifikatif saat peneliti bermaksud menguji suatu kebenaran kejadian yang terjadi. Apapun jenis masalahnya, penelitian tetap harus melalui proses dan mekanisme yang sistematis.

  1. Proses penelitian dilakukan melalui mekanisme yang jelas, dengan langkah-langkah yang sistematis :Mencari, menemukan dan tetapkan problem sebagai fokus penelitian.
  2. Merumuskan masalah, dengan cara mengidentifikasi dan mengajukan pertanyaan penelitian yang bersifat spesifik (Specific Question), sebagai anutan bagi peneliti untuk mencari jawabannya dilapangan penelitian.
  3. Menyusun kerangka konseptual (konseptualisasi pemikiran) sesuai permasalahan yang telah dirumuskan, untuk mengantarkan peneliti memakai konsep ilmu pengetahuan terkait, dalam memandang problem yang sedang diteliti dan dicari pemecahannya.
  4. Menetapkan tujuan, maksud dan kegunaan penelitian. 
  5. Menentukan sumber data dan hipotesis jikalau diperlukan.
  6. Mengumpulkan data.
  7. Mengolah data.
  8. Menganalisis data.
  9. Menyimpulkan hasil penelitian.
  10. Menyusun laporan penelitian.

Proses dan mekanisme penelitian ilmiah, berdasarkan versi lain yang dikemukakan oleh Mc. Millan & Schumacher (2003) dilakukan melalui beberapa langkah sebagai berikut :

  1. Penelitian Masalah secara umum. Masalah akan memilih bagian-bagian atau obyek yang akan diteliti.
  2. Peninjauan Masalah Literatur yang paling penting yakni hasil penelitian terdahulu serta teori yang relevan dengan permasalahan penelitian.
  3. Penemuan Masalah Khusus, Pertanyaan Penelitian atau Hipotesis. Seorang peneliti akan sanggup memilih pendekatan kuantitatif atau kualitatif, bila ia telah menemukan batasan problem yang akan diteliti dan merumuskannya dalam pertanyaan penelitian serta hipotesis. 
  4. Penentuan Rancangan Penelitian dan Metodologi. Peneliti akan memilih rancangan dan metodologi penelitiannya berdasarkan data yang terkumpul, bagamana subyek penelitian dipilih dan bagaimana data akan diolah.
  5. Pengumpulan Data. Data dikumpulkan melalui cara dan alat yang disahkan melalui uji kesahihan dan keajegan.
  6. Analisis Data dan Penyajian Hasil. Untuk penelitian dengan pendekatan kuantitatif, dan kianalisis melalui perangkat statistik dan disajikan secara ringkas melalui tabel statistik atau diagram. Adapun penelitian dengan pendekatan kualitatif, dianalisis melalui ketentuan parameter tertentu dan disajikan berdasarkan hasil observasi dalam bentuk uraian, narasi logik.
  7. Penafsiran Temuan dan Pemberian Simpulan sanggup disajikan dengan bahasa yang singkat (short), sederhana (simpel) dan berbobot (strong).
Baca juga : Pengertian Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Secara Akademik

Suatu karya tulis ilmiah hakikatnya merupakan hasil laporan penelitian ilmiah, yang diawali dengan pemilihan atau inovasi masalah. Artinya mustahil diadakan sutu penelitian, jikalau tidak ada problem yang harus diteliti. Dengan demikian mustahil ada karya tulis ilmiah tanpa penelitian, dan tidak akan ada penelitian tanpa adanya masalah. Sebetulnya dalam segala lapangan kehidupan kita niscaya menemukan prmasalahan ilmiah yang harus dipecahkan. Kemungkinan suatu penelitian akan membuka jalan bagi timbulnya problem yang mendorong dilakukannya penelitian berikutnya. Perkembangan peradaban insan perubahan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan, intinya merupakan samudera yang penuh dengan masalah. Akan tetapi tidak semua orang sanggup melihat dan menyadari adanya masalah. Banyak orang, terutama yang belum terbiasa meneliti, mengalami kesulitan menemukan problem yang sempurna untuk diteliti. Menemukan dan memilih problem penelitian, memang diakui para peneliti sebagai cuilan yang paling pelik dari seuruh proses penelitian. Kesulitan terutama lebih disebabkan oleh kurangnya kemampuan dalam menguasai lapangan penelitian.

Laporan hasil penelitian ilmiah berupa karya tulis dalam bentuk Skripsi untuk S-1, atau Tesis untuk S-2 dan Desertasi untuk S-3, hakikarnya merupakan isi balasan dan permasalahan yang dimunculkan. Jika problem sudah terang dan ditegaskan dalam rumusan, maka proses penetapan judul laporan, garis besar (out line) dan kerangka konseptual, bukan lagi merupakan hal yang sulit.